Detikacehnews.id | Bireuen - Keluarga besar Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 15 Bireuen menyalurkan santunan kepada 17 siswa yatim dan yatim piatu dalam sebuah kegiatan yang dilaksanakan pada 22 Ramadhan 1447 H, bertepatan dengan 12 Maret 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di lingkungan MIN 15 Bireuen yang berlokasi di Gampong Meunasah Baroh, Kecamatan Peudada.
Penyaluran santunan ini merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap tahun pada bulan suci Ramadhan. Program tersebut lahir dari inisiatif para dewan guru dan staf MIN 15 Bireuen sebagai bentuk kepedulian terhadap peserta didik yang kehilangan orang tua, sekaligus upaya meringankan beban keluarga mereka menjelang Hari Raya Idul Fitri.
Kepala MIN 15 Bireuen, Nasrun, S.Pd.I., mengatakan bahwa kegiatan santunan kepada siswa yatim dan yatim piatu telah menjadi tradisi tahunan di lingkungan madrasah yang terus dijaga dan dilaksanakan secara konsisten setiap Ramadhan.
Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan memberikan bantuan secara materi, tetapi juga sebagai bentuk perhatian dan kasih sayang dari keluarga besar madrasah kepada para siswa yang membutuhkan dukungan moral dan sosial.
“Setiap bulan Ramadhan kami selalu berupaya berbagi dengan siswa yatim dan yatim piatu. Ini merupakan agenda tahunan sebagai wujud kepedulian dan kebersamaan keluarga besar MIN 15 Bireuen,” ujar Nasrun.
Ia menjelaskan, santunan yang diberikan kepada para siswa tersebut berasal dari sumbangan sukarela para guru dan staf madrasah. Bantuan tersebut kemudian dikemas dalam bentuk bingkisan yang diharapkan dapat membantu kebutuhan para siswa dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri.
“Sumbangan ini berasal dari kontribusi para guru dan staf MIN 15 Bireuen yang kami kemas dalam bentuk bingkisan untuk membantu kebutuhan anak-anak menjelang Idul Fitri,” ungkapnya.
Nasrun juga berharap kegiatan tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi para siswa penerima santunan, sekaligus menjadi ladang amal bagi seluruh pihak yang telah berpartisipasi.
“Kami berharap dari langkah kecil yang kami lakukan ini dapat memberikan dampak yang berarti bagi peserta didik serta menjadi amal jariyah bagi para donatur yang telah berkontribusi,” tambahnya.
Selain kegiatan santunan bagi siswa yatim, MIN 15 Bireuen juga menunjukkan kepeduliannya terhadap siswa yang terdampak bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Aceh beberapa waktu lalu. Pihak madrasah telah menyalurkan bantuan kepada 245 siswa yang menjadi korban banjir.
Bantuan yang diberikan berupa buku pelajaran serta berbagai perlengkapan belajar lainnya guna mendukung kelancaran proses belajar mengajar setelah para siswa kembali ke sekolah pascabencana.
“Alhamdulillah, pasca banjir kemarin kami juga telah menyalurkan bantuan kepada 245 siswa korban banjir berupa buku dan perlengkapan belajar agar mereka dapat kembali mengikuti proses pembelajaran dengan baik,” jelas Nasrun.
Tidak hanya itu, pihak madrasah juga menyalurkan bantuan sembako kepada tiga keluarga siswa yang rumahnya mengalami kerusakan parah bahkan hilang terbawa arus banjir.
“Selain bantuan perlengkapan belajar, kami juga menyerahkan bantuan sembako kepada tiga keluarga siswa yang rumahnya hilang terbawa arus banjir atau mengalami kerusakan berat,” tutup Nasrun.
Melalui berbagai kegiatan sosial tersebut, keluarga besar MIN 15 Bireuen berharap dapat terus menanamkan nilai-nilai kepedulian, kebersamaan, serta semangat berbagi kepada seluruh warga madrasah, khususnya di bulan suci Ramadhan yang penuh berkah.



