Detikacehnews.id | Bireuen - Bupati Bireuen, Ir. H. Mukhlis, ST melakukan peninjauan langsung terhadap progres pembangunan Jembatan Krueng Tingkeum di Kecamatan Kuta Blang serta Jembatan Teupin Mane di Kecamatan Juli, Rabu (29/4). Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Bireuen dalam memastikan percepatan pembangunan infrastruktur vital yang sebelumnya mengalami kerusakan parah akibat bencana banjir besar pada November 2025 lalu.
Peninjauan tersebut turut didampingi oleh Ketua DPRK Bireuen, Sekretaris Daerah (Sekda), Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), serta jajaran Bagian Administrasi Pembangunan Setdakab Bireuen. Kehadiran sejumlah pejabat ini menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dalam mengawal langsung progres pembangunan yang menjadi kebutuhan mendesak masyarakat.
Dalam arahannya di lokasi, Bupati Bireuen menegaskan bahwa pembangunan kedua jembatan tersebut memiliki peran strategis sebagai penghubung utama aktivitas masyarakat, baik dari sisi sosial maupun ekonomi. Ia menilai, terputusnya akses akibat kerusakan jembatan beberapa waktu lalu telah berdampak signifikan terhadap mobilitas warga dan distribusi barang.
“Pembangunan Jembatan Krueng Tingkeum dan Teupin Mane ini harus terus dikebut pelaksanaannya. Kita ingin akses masyarakat kembali normal secepat mungkin agar mobilitas ekonomi tidak terhambat,” tegas Bupati.
Lebih lanjut, Bupati juga mengingatkan kepada seluruh pihak terkait, khususnya kontraktor pelaksana dan tim teknis di lapangan, agar tetap menjaga kualitas pekerjaan di tengah tuntutan percepatan waktu. Ia menekankan bahwa ketepatan mutu konstruksi harus menjadi prioritas utama demi menjamin keamanan dan ketahanan jembatan dalam jangka panjang.
Sementara itu, pihak pelaksana proyek melalui Isnanda melaporkan bahwa secara umum progres pembangunan masih berada dalam koridor perencanaan yang telah ditetapkan. Meski demikian, terdapat sejumlah kendala teknis di lapangan, terutama yang disebabkan oleh faktor cuaca.
“Target penyelesaian masih sesuai dengan perencanaan awal, yakni pada Juli 2026. Namun, kami menghadapi tantangan alam di lapangan. Saat intensitas hujan tinggi dan air pasang terjadi, pengerjaan terpaksa dihentikan sementara demi alasan keamanan dan teknis, yang terkadang mengakibatkan penundaan durasi harian,” jelas Isnanda.
Ia menambahkan bahwa pihaknya terus melakukan penyesuaian metode kerja guna meminimalisir dampak hambatan tersebut, termasuk dengan mengoptimalkan waktu kerja saat kondisi cuaca memungkinkan.
Pemerintah Kabupaten Bireuen sendiri menegaskan komitmennya untuk terus melakukan pengawasan secara berkala terhadap pelaksanaan proyek ini. Monitoring intensif dilakukan agar proses pembangunan berjalan sesuai target waktu, sekaligus memastikan standar kualitas konstruksi tetap terjaga.
Dengan rampungnya pembangunan kedua jembatan tersebut nantinya, diharapkan konektivitas antarwilayah di Kabupaten Bireuen dapat kembali pulih sepenuhnya. Selain itu, keberadaan jembatan ini juga diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya di wilayah Kuta Blang dan Juli, yang selama ini sangat bergantung pada kelancaran akses transportasi.
Pembangunan infrastruktur yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat pascabencana menjadi salah satu prioritas Pemerintah Kabupaten Bireuen. Melalui langkah percepatan ini, pemerintah ingin memastikan bahwa pemulihan tidak hanya bersifat sementara, tetapi juga berkelanjutan dan berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
