Detikacehnews.id | Bireuen - Menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, Pemerintah Kabupaten Bireuen kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung keberlangsungan pendidikan dayah dengan menyalurkan insentif kepada pimpinan dan guru dayah di seluruh wilayah kabupaten.
Langkah ini menjadi bentuk nyata perhatian pemerintah daerah terhadap para pendidik dayah yang selama ini berperan penting dalam membina generasi muda, khususnya dalam membentuk karakter dan akhlak Islami. Penyaluran insentif tersebut juga dilakukan di tengah situasi pasca bencana banjir yang sempat melanda sejumlah kawasan di Bireuen.
Meski dihadapkan pada berbagai keterbatasan akibat dampak bencana, perhatian terhadap sektor pendidikan dayah tidak mengalami penurunan. Sebaliknya, momentum ini dimanfaatkan sebagai bentuk penguatan moral sekaligus dukungan nyata bagi para ulama dan tenaga pendidik yang tetap istiqamah menjalankan perannya dalam mendidik santri.
![]() |
| Foto: Kepala Dinas Pendidikan Dayah Kabupaten Bireuen, Anwar, S.Ag., M.A.P |
Berdasarkan data resmi Pemerintah Kabupaten Bireuen, sebanyak 173 pimpinan dayah menerima insentif masing-masing sebesar Rp3 juta. Sementara itu, sebanyak 715 guru dayah mendapatkan insentif sebesar Rp1,5 juta per orang. Dengan demikian, total anggaran yang disalurkan mencapai Rp1.591.500.000 yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Kabupaten (APBK) Bireuen Tahun 2026.
Bupati Bireuen, Ir. H. Mukhlis, menyampaikan bahwa program pemberian insentif ini tidak hanya dimaknai sebagai bantuan finansial semata, tetapi juga sebagai bentuk penghormatan dan pengakuan pemerintah terhadap kontribusi besar dayah dalam pembangunan masyarakat.
“Di tengah ujian bencana banjir yang kita hadapi, para pimpinan dan guru dayah tetap berdiri di garda terdepan dalam mendidik generasi. Mereka tidak hanya mengajarkan ilmu, tetapi juga menanamkan nilai-nilai keimanan dan ketahanan moral. Oleh karena itu, pemerintah hadir untuk memberikan apresiasi dan memastikan mereka tetap mendapatkan dukungan,” ujar Mukhlis.
Ia menambahkan, dayah memiliki peran strategis dalam menjaga nilai-nilai keislaman dan kearifan lokal di tengah arus perkembangan zaman. Karena itu, keberlangsungan pendidikan dayah menjadi salah satu prioritas utama dalam kebijakan pembangunan daerah.
Senada dengan itu, Kepala Dinas Pendidikan Dayah Kabupaten Bireuen, Anwar, S.Ag., M.A.P., menegaskan bahwa perhatian terhadap dayah harus terus ditingkatkan, terlebih dalam kondisi pasca bencana yang turut berdampak pada aktivitas pendidikan.
Menurutnya, tidak sedikit dayah yang mengalami kerusakan sarana dan prasarana akibat banjir. Selain itu, proses belajar mengajar juga sempat terganggu. Namun demikian, semangat para pimpinan, guru, dan santri untuk terus melanjutkan pendidikan tetap tinggi.
“Insentif ini diharapkan dapat menjadi penyemangat bagi pimpinan dan guru dayah agar terus berkhidmat dalam dunia pendidikan. Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus memperkuat dayah sebagai pilar pendidikan Islam dan benteng moral masyarakat Bireuen,” ungkap Anwar.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pemerintah daerah juga tengah merancang berbagai program lanjutan guna mendukung pengembangan dayah, baik melalui peningkatan kesejahteraan tenaga pendidik, pembangunan dan rehabilitasi infrastruktur, maupun program pemberdayaan berbasis kemandirian ekonomi dayah.
Komitmen tersebut sejalan dengan visi besar Pemerintah Kabupaten Bireuen untuk menjadikan daerah ini sebagai Kota Santri yang tangguh dan berdaya saing. Tidak hanya unggul dalam aspek pendidikan keagamaan, tetapi juga mampu menghadapi berbagai tantangan, termasuk bencana alam yang kerap terjadi.
Penyaluran insentif ini diharapkan dapat memberikan dampak positif, tidak hanya dari sisi ekonomi bagi para penerima, tetapi juga dalam meningkatkan semangat pengabdian para pendidik dayah dalam mencetak generasi yang berilmu, berakhlak mulia, serta memiliki daya saing di masa depan.
Dengan dukungan yang berkelanjutan dari pemerintah daerah, dayah di Bireuen diharapkan terus berkembang menjadi pusat pendidikan Islam yang kokoh, adaptif, dan relevan dengan kebutuhan zaman, sekaligus menjadi pilar penting dalam menjaga nilai-nilai keagamaan dan sosial di tengah masyarakat.
Bupati Bireuen, Ir. H. Mukhlis, menyampaikan bahwa program pemberian insentif ini tidak hanya dimaknai sebagai bantuan finansial semata, tetapi juga sebagai bentuk penghormatan dan pengakuan pemerintah terhadap kontribusi besar dayah dalam pembangunan masyarakat.
“Di tengah ujian bencana banjir yang kita hadapi, para pimpinan dan guru dayah tetap berdiri di garda terdepan dalam mendidik generasi. Mereka tidak hanya mengajarkan ilmu, tetapi juga menanamkan nilai-nilai keimanan dan ketahanan moral. Oleh karena itu, pemerintah hadir untuk memberikan apresiasi dan memastikan mereka tetap mendapatkan dukungan,” ujar Mukhlis.
Ia menambahkan, dayah memiliki peran strategis dalam menjaga nilai-nilai keislaman dan kearifan lokal di tengah arus perkembangan zaman. Karena itu, keberlangsungan pendidikan dayah menjadi salah satu prioritas utama dalam kebijakan pembangunan daerah.
Senada dengan itu, Kepala Dinas Pendidikan Dayah Kabupaten Bireuen, Anwar, S.Ag., M.A.P., menegaskan bahwa perhatian terhadap dayah harus terus ditingkatkan, terlebih dalam kondisi pasca bencana yang turut berdampak pada aktivitas pendidikan.
Menurutnya, tidak sedikit dayah yang mengalami kerusakan sarana dan prasarana akibat banjir. Selain itu, proses belajar mengajar juga sempat terganggu. Namun demikian, semangat para pimpinan, guru, dan santri untuk terus melanjutkan pendidikan tetap tinggi.
“Insentif ini diharapkan dapat menjadi penyemangat bagi pimpinan dan guru dayah agar terus berkhidmat dalam dunia pendidikan. Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus memperkuat dayah sebagai pilar pendidikan Islam dan benteng moral masyarakat Bireuen,” ungkap Anwar.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pemerintah daerah juga tengah merancang berbagai program lanjutan guna mendukung pengembangan dayah, baik melalui peningkatan kesejahteraan tenaga pendidik, pembangunan dan rehabilitasi infrastruktur, maupun program pemberdayaan berbasis kemandirian ekonomi dayah.
Komitmen tersebut sejalan dengan visi besar Pemerintah Kabupaten Bireuen untuk menjadikan daerah ini sebagai Kota Santri yang tangguh dan berdaya saing. Tidak hanya unggul dalam aspek pendidikan keagamaan, tetapi juga mampu menghadapi berbagai tantangan, termasuk bencana alam yang kerap terjadi.
Penyaluran insentif ini diharapkan dapat memberikan dampak positif, tidak hanya dari sisi ekonomi bagi para penerima, tetapi juga dalam meningkatkan semangat pengabdian para pendidik dayah dalam mencetak generasi yang berilmu, berakhlak mulia, serta memiliki daya saing di masa depan.
Dengan dukungan yang berkelanjutan dari pemerintah daerah, dayah di Bireuen diharapkan terus berkembang menjadi pusat pendidikan Islam yang kokoh, adaptif, dan relevan dengan kebutuhan zaman, sekaligus menjadi pilar penting dalam menjaga nilai-nilai keagamaan dan sosial di tengah masyarakat.

