Detikacehnews.id | Bireuen - SMA Negeri 2 Bireuen kembali menorehkan prestasi membanggakan di dunia pendidikan. Sekolah unggulan tersebut resmi terpilih oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) sebagai Sekolah Model Implementasi Pembelajaran Mendalam (PM) serta Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) untuk jenjang SMA di Provinsi Aceh.
Penetapan ini menjadi bukti kepercayaan pemerintah pusat terhadap kapasitas dan kualitas pendidikan yang terus dikembangkan oleh SMA Negeri 2 Bireuen dalam menghadirkan pembelajaran yang inovatif, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta berorientasi pada penguatan kompetensi masa depan peserta didik.
Penunjukan tersebut tertuang dalam surat Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah Kemendikdasmen Nomor 0521/B/C5/DM.00.02/2026 tanggal 2 Maret 2026 tentang Rapat Koordinasi Sekolah Model Implementasi Pembelajaran Mendalam dan Koding & Kecerdasan Artifisial.
Program tersebut merupakan bagian dari strategi nasional pemerintah dalam mendorong transformasi pendidikan melalui penguatan pemanfaatan teknologi, inovasi pembelajaran, serta pengembangan kemampuan digital siswa sebagai bekal menghadapi tantangan masa depan.
Kepala SMA Negeri 2 Bireuen, Hasan Basri, S.Pd., M.M, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada sekolah yang dipimpinnya.
Menurutnya, penetapan SMA Negeri 2 Bireuen sebagai sekolah model merupakan sebuah kehormatan sekaligus tanggung jawab besar untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan perkembangan zaman.
“Ini tentu menjadi kebanggaan bagi seluruh keluarga besar SMA Negeri 2 Bireuen. Namun di sisi lain, ini juga merupakan amanah yang harus kami jalankan dengan sebaik-baiknya agar sekolah dapat menjadi contoh dalam pengembangan pembelajaran yang inovatif dan berbasis teknologi,” ujarnya.
Hasan Basri menjelaskan bahwa implementasi Pembelajaran Mendalam (PM) dan Koding serta Kecerdasan Artifisial (KKA) di sekolah diharapkan mampu mendorong perubahan paradigma pembelajaran dari sekadar transfer pengetahuan menjadi proses yang lebih menekankan pada pemahaman mendalam, kemampuan berpikir kritis, kreativitas, serta keterampilan memecahkan masalah.
Selain itu, program tersebut juga diharapkan dapat memperkuat literasi digital siswa serta membekali mereka dengan kemampuan teknologi yang semakin dibutuhkan di era transformasi digital.
Sebagai sekolah model, SMA Negeri 2 Bireuen nantinya juga diharapkan dapat menjadi rujukan bagi sekolah lain dalam menerapkan konsep pembelajaran yang lebih modern dan inovatif.
“Ke depan kami berharap SMA Negeri 2 Bireuen dapat berbagi praktik baik dengan sekolah lain, sehingga transformasi pendidikan yang diharapkan pemerintah dapat berjalan secara lebih luas dan berkelanjutan,” jelasnya.
Menindaklanjuti penetapan tersebut, Pemerintah Aceh melalui Dinas Pendidikan Aceh juga menerbitkan Surat Tugas Nomor 800.1.11.1/522 tanggal 3 Maret 2026 yang ditandatangani oleh Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Dinas Pendidikan Aceh, Junaidi, S.Pd., M.Pd.
Surat tugas tersebut menugaskan sejumlah kepala sekolah untuk mengikuti Rapat Koordinasi Sekolah Model Implementasi Pembelajaran Mendalam dan Koding & Kecerdasan Artifisial yang dilaksanakan di Atria Hotel, Jalan Gading Serpong Boulevard No. 2, Pakulonan Barat, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Banten pada 5–8 Maret 2026.
Kegiatan rapat koordinasi tersebut bertujuan untuk menyamakan persepsi, memperdalam pemahaman terhadap kebijakan program, serta menyusun langkah-langkah implementasi pembelajaran mendalam dan koding-kecerdasan artifisial secara terarah, konsisten, dan berkelanjutan di tingkat satuan pendidikan.
Melalui forum tersebut, sekolah-sekolah yang ditetapkan sebagai sekolah model diharapkan dapat memperkuat komitmen dalam mengimplementasikan program secara optimal, sekaligus membangun kolaborasi dan berbagi pengalaman dalam mengembangkan pembelajaran berbasis teknologi.
Hasan Basri berharap, penetapan SMA Negeri 2 Bireuen sebagai sekolah model dapat menjadi momentum penting untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran dan memperkuat daya saing generasi muda Aceh di tingkat nasional maupun global.
“Semoga langkah ini dapat mendorong lahirnya berbagai inovasi pendidikan di sekolah, sehingga siswa tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kemampuan berpikir kritis, kreatif, serta siap menghadapi tantangan dunia yang terus berkembang,” pungkasnya.
.jpg)