Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Muscab PPP Bireuen akan Digelar 26 April 2026, Tiga Kandidat Siap Bersaing Rebut Kursi Ketua DPC

Rabu, 22 April 2026 | 18:01 WIB Last Updated 2026-04-22T11:01:45Z


 

Detikacehnews.id | Bireuen - Sebagai salah satu partai politik tertua di Indonesia, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) terus memperkuat konsolidasi internal guna menjawab harapan masyarakat. Di Provinsi Aceh, langkah tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan Musyawarah Cabang (Muscab) Dewan Pimpinan Cabang (DPC) se-Aceh yang menjadi momentum strategis menata kekuatan partai menuju Pemilu 2029.

Rangkaian Muscab PPP Aceh akan dimulai dari Kabupaten Bireuen pada 26 April 2026 di Kota Juang. Sekretaris Wilayah PPP Aceh, Ilmiza Sa’aduddin Djamal, menegaskan bahwa Bireuen dipilih sebagai titik awal konsolidasi karena dinilai memiliki dinamika kaderisasi yang kuat serta basis pendukung yang cukup solid hingga tingkat akar rumput.

Pelaksanaan Muscab ini bukan sekadar agenda rutin organisasi, tetapi momentum penting untuk menguji soliditas kader, merawat ideologi partai, sekaligus menata ulang kekuatan menuju kontestasi politik ke depan,” ujar Ilmiza didampingi Wakil Ketua Bidang Informasi dan Komunikasi, Asnawi.


Tiga Kandidat Menguat, Adu Gagasan dan Basis Dukungan
Muscab PPP di Bireuen diprediksi berlangsung kompetitif. Tiga kandidat kuat muncul dan siap bersaing secara sehat memperebutkan posisi Ketua DPC PPP Bireuen. Ketiganya berasal dari latar belakang berbeda yang mencerminkan variasi kekuatan dalam tubuh partai.

Dari kalangan internal, nama Baharuddin Yusuf menguat sebagai figur ulama sekaligus pimpinan dayah yang memiliki basis dukungan kuat di kalangan masyarakat tradisional. Sosok ini dinilai mampu memperkuat kembali identitas PPP sebagai partai berbasis nilai-nilai keislaman dan kedekatan dengan ulama.

Selain itu, muncul pula kandidat akademisi, Al-Furqan, yang merupakan pengurus harian DPC PPP Bireuen. Ia dikenal membawa kombinasi pendekatan intelektual dan ideologis partai yang kuat. Latar belakangnya sebagai akademisi dinilai mampu memperkaya strategi politik PPP dengan pendekatan yang lebih modern dan terstruktur.

Sementara itu, dari kalangan eksternal, nama Edi Saputra atau yang dikenal dengan sapaan Edi Obama menjadi magnet tersendiri. Pengusaha yang juga menjabat Ketua PMI Bireuen tersebut dinilai memiliki jaringan luas serta potensi memperluas basis elektoral PPP, khususnya di kalangan pemilih muda dan komunitas profesional.
Pertarungan Arah Masa Depan PPP Bireuen

Kontestasi tiga kandidat ini tidak sekadar pertarungan figur, tetapi juga menjadi refleksi arah masa depan PPP di Bireuen. Ada tiga pendekatan yang terlihat: penguatan basis tradisional, konsolidasi ideologi, dan ekspansi elektoral.

Sejumlah kader menilai PPP membutuhkan kombinasi ketiganya agar mampu kembali menjadi kekuatan politik utama di DPRK Bireuen. Kompetisi sehat yang terjadi dinilai sebagai tanda positif bahwa PPP memiliki banyak sumber daya kader potensial.

PPP butuh energi baru tanpa kehilangan jati diri. Siapapun yang terpilih harus mampu mengembalikan kejayaan PPP sebagai kekuatan utama di DPRK Bireuen,” ujar salah seorang kader PPP setempat.

Momentum Konsolidasi dan Regenerasi
Pelaksanaan Muscab ini juga diharapkan menjadi sarana memperkuat struktur partai hingga tingkat gampong. Selain memilih ketua baru, forum tersebut akan membahas strategi pemenangan, penguatan kaderisasi, serta konsolidasi organisasi menjelang Pemilu 2029.

Ilmiza menekankan bahwa meskipun kompetisi berlangsung dinamis, seluruh kader diharapkan tetap menjaga soliditas dan menjunjung tinggi semangat kebersamaan.

Insya Allah, dinamika ini akan memperkuat partai. Semua kader PPP di Aceh, khususnya di Bireuen, tetap solid dan bijaksana untuk terus berjuang bersama menyahuti harapan rakyat demi masa depan yang lebih baik,” tutupnya.

Muscab PPP Bireuen pun dipandang sebagai langkah awal kebangkitan partai di Aceh. Dengan munculnya tiga kandidat kuat dan kompetisi yang sehat, PPP diharapkan mampu melahirkan kepemimpinan yang solid, visioner, dan mampu mengembalikan kejayaan partai di daerah.