Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

RSUD dr. Fauziah Bireuen Percepat Pengusulan sebagai Rumah Sakit Pendidikan, Dokumen Hampir Rampung

Rabu, 22 April 2026 | 19:35 WIB Last Updated 2026-04-22T12:35:33Z


 
Detikacehnews.id | Bireuen - Tim Persiapan Rumah Sakit Pendidikan RSUD dr. Fauziah Bireuen terus mempercepat penyelesaian dokumen pengusulan untuk menjadikan rumah sakit milik daerah tersebut sebagai Rumah Sakit Pendidikan. Rapat koordinasi terkait progres penyiapan dokumen digelar pada Rabu (22/4/2026) di Aula RSUD dr. Fauziah Bireuen.

Rapat tersebut dipimpin oleh Ketua Tim Persiapan, dr. Zumirda, Sp.B, FINACS, yang juga menjabat sebagai Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Almuslim. Turut mendampingi dalam pertemuan tersebut Wadir Administrasi Umum dan Keuangan Mirzal, M.K.M serta Plt. Wadir Pelayanan Medis dan Penunjang dr. Muhammad Adi, Sp.Rad.

Rapat dihadiri oleh unsur manajemen rumah sakit serta Kelompok Kerja (Pokja) Persiapan RS Pendidikan yang selama ini terlibat aktif dalam penyusunan berbagai dokumen persyaratan. Pertemuan tersebut menjadi momentum evaluasi sekaligus finalisasi dokumen sebelum diajukan kepada Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Dalam arahannya, Ketua Tim menyampaikan bahwa progres penyusunan dokumen telah menunjukkan perkembangan signifikan. Ia menjelaskan bahwa masing-masing Pokja telah menyiapkan dokumen sesuai standar yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan dan asosiasi institusi pendidikan kedokteran.

Dokumen yang disiapkan mencakup berbagai aspek penting, antara lain aspek legalitas, ketersediaan sumber daya manusia, sarana dan prasarana, sistem pelayanan, hingga kurikulum pendidikan klinik. Seluruh komponen tersebut menjadi syarat utama dalam penetapan sebuah rumah sakit sebagai fasilitas pendidikan bagi mahasiswa kedokteran dan tenaga kesehatan lainnya.

Progresnya sudah cukup baik. Alhamdulillah Pokja sudah menyelesaikan sekitar 99 persen dokumen yang dibutuhkan. Hari ini kita membahas satu dokumen lagi terkait unit cost. Kita targetkan akhir bulan ini semua berkas rampung untuk selanjutnya diajukan ke Kemenkes,” ujar Ketua Tim dalam rapat tersebut.

Ia menambahkan, penetapan RSUD dr. Fauziah Bireuen sebagai Rumah Sakit Pendidikan akan memberikan dampak positif yang luas. Tidak hanya memperkuat fungsi pelayanan kesehatan, tetapi juga meningkatkan peran rumah sakit dalam bidang pendidikan dan penelitian medis.

Menurutnya, keberadaan Rumah Sakit Pendidikan akan membuka peluang bagi pengembangan kompetensi tenaga kesehatan secara berkelanjutan, sekaligus menghadirkan inovasi layanan berbasis penelitian. Dengan demikian, mutu pelayanan kepada masyarakat di Kabupaten Bireuen dan wilayah sekitarnya diharapkan semakin meningkat.

Selain membahas progres dokumen, rapat juga menghasilkan penyusunan timeline penyelesaian akhir. Setiap Pokja diberikan tugas lanjutan untuk melengkapi sejumlah persyaratan administrasi dan teknis yang masih perlu penyempurnaan. Pembagian tugas dilakukan secara rinci agar seluruh tahapan dapat diselesaikan sesuai target waktu yang telah ditetapkan.

Rapat koordinasi ditutup dengan komitmen bersama seluruh tim untuk menuntaskan proses pengusulan tepat waktu. Dengan dukungan manajemen rumah sakit dan sinergi lintas unit, RSUD dr. Fauziah Bireuen optimistis dapat segera memperoleh status sebagai Rumah Sakit Pendidikan, yang diharapkan menjadi tonggak penting dalam penguatan layanan kesehatan dan pendidikan kedokteran di daerah.