Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Ketua Komisi V DPRK Bireuen Dorong Penguatan dan Perluasan Sekolah Islam Terpadu di Bireuen

Minggu, 10 Mei 2026 | 14:40 WIB Last Updated 2026-05-10T07:40:48Z


 
Detikacehnews.id | Bireuen – Ketua Komisi V DPRK Bireuen yang membidangi pendidikan, Syahrizal, SP menegaskan pentingnya penguatan dan perluasan keberadaan Sekolah Islam Terpadu (SIT) di Kabupaten Bireuen sebagai bagian dari upaya membangun generasi unggul yang berkarakter Islami, cerdas, dan mampu bersaing di era global.

Hal tersebut disampaikannya saat memberikan sambutan pada kegiatan Musyawarah Daerah (Musda) Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) Kabupaten Bireuen yang berlangsung di Aula Oproom Kantor Bupati Bireuen, Sabtu, 9 Mei 2026.

Dalam sambutannya, Syahrizal menilai kehadiran Sekolah Islam Terpadu saat ini menjadi kebutuhan sekaligus harapan besar masyarakat. Menurutnya, masyarakat kini semakin sadar pentingnya pendidikan yang tidak hanya menekankan pada kecerdasan akademik, tetapi juga pada pembentukan akhlak, moral, dan nilai-nilai keislaman sejak dini.

Ia mengatakan, model pendidikan Islam terpadu menjadi salah satu jawaban atas keresahan masyarakat terhadap tantangan pendidikan modern yang semakin kompleks di tengah perkembangan teknologi dan perubahan sosial yang begitu cepat.

Kehadiran Sekolah Islam Terpadu sangat diharapkan oleh masyarakat karena mampu memadukan pendidikan umum dengan nilai-nilai Islam. Anak-anak tidak hanya dibekali ilmu pengetahuan, tetapi juga dibentuk karakter, akhlak, dan spiritualitasnya,” ujarnya.

Menurut Syahrizal, perpaduan antara pendidikan umum dan pendidikan berbasis nilai Islam merupakan fondasi penting dalam mencetak generasi masa depan yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas dan kepribadian yang kuat.

Ia menambahkan, pendidikan berbasis Islam harus terus dikembangkan agar mampu melahirkan generasi yang siap menghadapi tantangan global tanpa kehilangan identitas, budaya, dan nilai-nilai keislamannya.

Selain itu, Syahrizal juga menyoroti pentingnya peningkatan mutu dan kualitas guru di lingkungan Sekolah Islam Terpadu. Ia menilai kualitas pendidikan sangat bergantung pada kualitas sumber daya manusia, terutama para tenaga pendidik yang berada di garda terdepan dunia pendidikan.

Menurutnya, guru di sekolah Islam terpadu memiliki tanggung jawab besar, bukan hanya sebagai pengajar, tetapi juga sebagai pendidik dan teladan dalam membentuk karakter peserta didik.

Sekolah Islam Terpadu perlu terus meningkatkan mutu dan kualitas para guru. Guru harus mampu menjadi figur yang profesional, inspiratif, dan mampu memberikan keteladanan kepada peserta didik, baik dalam ilmu pengetahuan maupun dalam akhlak dan nilai-nilai Islam,” katanya.

Ia mendorong agar sekolah-sekolah Islam terpadu terus memperkuat kompetensi guru melalui pelatihan, pembinaan, dan peningkatan kapasitas secara berkelanjutan agar mampu menjawab tantangan pendidikan di era digital dan perkembangan zaman.

Dalam kesempatan tersebut, Syahrizal juga memberikan apresiasi terhadap kontribusi JSIT dan sekolah Islam terpadu yang selama ini dinilai telah membantu pemerintah Aceh dalam mengimplementasikan sistem pendidikan berbasis kekhususan daerah dan nilai-nilai keislaman.

Ia menyebutkan bahwa keberadaan Sekolah Islam Terpadu sejalan dengan semangat Qanun Aceh Nomor 11 Tahun 2014 serta Qanun Nomor 9 Tahun 2025 yang mengatur tata kelola sistem pendidikan nasional yang diintegrasikan dengan nilai-nilai keislaman, keacehan, dan kekhususan Aceh.

Sekolah Islam Terpadu telah membantu pemerintah, khususnya Aceh, dalam implementasi qanun pendidikan yang mengintegrasikan nilai-nilai Islam, budaya Aceh, dan kekhususan daerah dalam sistem pendidikan nasional,” ungkapnya.

Menurutnya, penerapan nilai-nilai keislaman dalam dunia pendidikan menjadi bagian penting dalam menjaga identitas Aceh sebagai daerah yang memiliki kekhususan dalam penerapan syariat Islam dan budaya keacehan.

Lebih jauh, Syahrizal berharap JSIT Kabupaten Bireuen mampu terus berkembang dan memperluas jaringan sekolah Islam terpadu hingga ke seluruh kecamatan di Kabupaten Bireuen.

Ia menilai masih banyak masyarakat yang membutuhkan akses terhadap pendidikan Islam terpadu yang berkualitas, terutama di wilayah-wilayah yang belum memiliki sekolah berbasis Islam terpadu.

JSIT harus mampu menumbuhkan sekolah-sekolah baru di setiap kecamatan di Kabupaten Bireuen agar semakin banyak masyarakat yang dapat merasakan manfaat pendidikan Islam terpadu,” tegasnya.

Menurut Syahrizal, perluasan jaringan sekolah Islam terpadu juga menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pendidikan daerah sekaligus memperkuat pembentukan generasi Qur’ani yang berdaya saing.

Musda JSIT Kabupaten Bireuen tahun 2026 sendiri berlangsung dengan penuh semangat kebersamaan dan kolaborasi. Kegiatan tersebut diikuti oleh pengurus JSIT, kepala sekolah, guru, pengurus yayasan, serta berbagai unsur pendidikan lainnya di Kabupaten Bireuen.

Selain menjadi forum organisasi, Musda juga diharapkan mampu melahirkan gagasan, program, dan inovasi baru dalam memperkuat peran pendidikan Islam terpadu di Kabupaten Bireuen ke depan.