Detikacehnews.id | Bireuen – Politisi senior Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Hasanuddin atau yang akrab disapa Geuchik Hasan, menyampaikan apresiasi dan rasa salut atas berbagai capaian prestasi yang berhasil diraih Bupati Bireuen, Mukhlis selama memimpin Kabupaten Bireuen.
Pernyataan tersebut disampaikan Geuchik Hasan usai menyaksikan momentum bersejarah penyerahan sertipikat hibah aset lahan eks Asrama Kodim 0111/Bireuen seluas dua hektare yang diserahkan langsung oleh Danrem 011/Lilawangsa Ali Imran kepada Pemerintah Kabupaten Bireuen. Penyerahan berlangsung di Pendopo Bupati Bireuen pada Kamis, 7 Mei 2026.
Menurut Hasanuddin, keberhasilan pengembalian aset strategis daerah tersebut menjadi salah satu capaian penting dalam sejarah pemerintahan Kabupaten Bireuen. Ia menilai persoalan aset yang telah berlangsung selama puluhan tahun akhirnya dapat diselesaikan pada masa kepemimpinan Mukhlis.
Dalam keterangannya, Geuchik Hasan menyebutkan bahwa langkah yang dilakukan Bupati Mukhlis merupakan bentuk pengabdian tulus kepada masyarakat Bireuen, khususnya dalam mendukung pengembangan sektor pelayanan kesehatan melalui perluasan kawasan RSUD dr. Fauziah Bireuen.
“Ini merupakan prestasi bersejarah bagi Kabupaten Bireuen. Selama estafet kepemimpinan daerah berlangsung, baru pada masa kepemimpinan Mukhlis persoalan aset lahan ini dapat diselesaikan dan kembali menjadi milik daerah sepenuhnya untuk kepentingan masyarakat,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa penyelesaian persoalan aset tersebut bukanlah perkara mudah. Menurutnya, dibutuhkan keseriusan, komunikasi yang baik, serta komitmen kuat dari kepala daerah untuk menyelesaikan persoalan yang telah berlarut selama lebih dari dua dekade.
“Kita tahu persoalan ini sudah berlangsung sangat lama, bahkan sekitar 24 tahun belum juga tuntas. Karena itu, capaian ini patut diapresiasi sebagai langkah besar dalam pembangunan daerah,” tambahnya.
Selain memberikan apresiasi terhadap keberhasilan pengembalian aset daerah, Hasanuddin juga menyoroti pentingnya percepatan pemanfaatan lahan tersebut untuk kepentingan pelayanan publik, khususnya pengembangan RSUD dr. Fauziah Bireuen.
Anggota legislatif yang telah tiga periode menjabat itu menilai Pemerintah Kabupaten Bireuen perlu segera mengambil langkah strategis agar keberadaan lahan baru tersebut dapat segera dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Menurutnya, dalam pembahasan Anggaran Tahun 2026, pihak legislatif telah menyetujui alokasi anggaran sekitar Rp 3 miliar yang diperuntukkan bagi pembangunan pagar dan penimbunan kawasan RSUD dr. Fauziah sebagai bagian dari rencana perluasan rumah sakit.
“Hemat saya, anggaran sekitar Rp 3 miliar untuk pembangunan pagar dan penimbunan rumah sakit sudah tersedia dalam APBK Tahun 2026. Karena itu, saya berharap pihak manajemen rumah sakit dapat segera memanfaatkan anggaran tersebut agar proses pengembangan rumah sakit bisa berjalan cepat,” katanya.
Tidak hanya itu, Hasanuddin juga menyoroti besarnya alokasi anggaran belanja barang dan jasa Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) RSUD dr. Fauziah Tahun Anggaran 2026 yang mencapai Rp136,1 miliar.
Ia berharap anggaran tersebut benar-benar difokuskan untuk peningkatan mutu pelayanan kesehatan bagi masyarakat Kabupaten Bireuen, baik dari sisi fasilitas, kenyamanan pasien, hingga kualitas pelayanan medis.
“Kami berharap seluruh anggaran yang telah disetujui benar-benar dimanfaatkan secara maksimal untuk kepentingan pelayanan kesehatan masyarakat. Rumah sakit daerah harus mampu memberikan pelayanan yang semakin baik dan profesional kepada masyarakat Bireuen,” tegasnya.
Hasanuddin juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mendukung langkah-langkah pembangunan yang tengah dilakukan Pemerintah Kabupaten Bireuen, terutama program-program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat luas.
Ia menilai sinergi antara pemerintah daerah, legislatif, serta seluruh unsur masyarakat menjadi kunci penting dalam mewujudkan pembangunan daerah yang berkelanjutan dan berpihak kepada kepentingan rakyat.
Dengan berhasilnya penyelesaian persoalan aset eks Asrama Kodim 0111/Bireuen tersebut, Pemerintah Kabupaten Bireuen kini memiliki peluang besar untuk memperluas pengembangan fasilitas RSUD dr. Fauziah sebagai rumah sakit rujukan utama di wilayah itu.
Keberhasilan tersebut sekaligus menjadi momentum penting bagi Pemerintah Kabupaten Bireuen dalam memperkuat pelayanan kesehatan masyarakat serta mempercepat pembangunan infrastruktur strategis daerah di bawah kepemimpinan Bupati Mukhlis.

