Detikacehnews.id | Medan – Sanggar Mirah Delima (SMD) Universitas Almuslim (Umuslim) Bireuen sukses membawakan tarian Ratoh Jaroe dan memukau para penonton pada Event Gelar Melayu Serumpun (GEMES) Ke-9 Tahun 2026 yang berlangsung di Lapangan Merdeka Medan, Sumatera Utara, pada 27–30 Juni 2026.
Penampilan tim kesenian Universitas Almuslim tersebut berlangsung pada Senin malam (29/6/2026) dan mendapat sambutan hangat dari masyarakat serta tamu undangan yang hadir dalam agenda budaya tahunan tersebut.
Ketua Sanggar Mirah Delima Universitas Almuslim, Irni Aryani, S.K.M., M.Ling., yang hadir langsung mendampingi rombongan, mengungkapkan rasa syukur atas keberhasilan para mahasiswa dalam menampilkan tarian khas Aceh tersebut dengan penuh kekompakan dan semangat.
"Alhamdulillah, SMD Universitas Almuslim sukses membawakan tarian Ratoh Jaroe dengan baik, bagus, dan kompak. Anak-anak tampil maksimal dan mampu menunjukkan kekayaan budaya Aceh di hadapan masyarakat yang hadir pada Event Gelar Melayu Serumpun ini," ujarnya.
Kemeriahan penampilan tersebut juga disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube resmi Dinas Pariwisata Kota Medan, sehingga masyarakat yang tidak dapat hadir secara langsung tetap bisa menyaksikan berbagai pertunjukan budaya yang ditampilkan dalam Event Gelar Melayu Serumpun Ke-9 Tahun 2026. Kehadiran siaran langsung tersebut turut memperluas promosi dan eksistensi budaya Aceh yang dibawakan oleh Sanggar Mirah Delima Universitas Almuslim kepada khalayak yang lebih luas.
Irni Aryani menambahkan bahwa keikutsertaan Sanggar Mirah Delima dalam kegiatan tersebut merupakan sebuah kehormatan sekaligus kesempatan untuk memperkenalkan budaya Aceh kepada masyarakat yang lebih luas.
"Alhamdulillah, Sanggar Mirah Delima Universitas Almuslim mendapat kehormatan untuk ikut berpartisipasi dalam Event Gelar Melayu Serumpun Ke-9 Tahun 2026 di Kota Medan. Kegiatan ini menjadi wadah yang sangat baik untuk mempererat hubungan budaya serumpun Melayu sekaligus memperkenalkan kekayaan seni Aceh kepada masyarakat nasional," katanya.
Keikutsertaan SMD Umuslim dalam ajang budaya bertaraf nasional tersebut menjadi bagian dari komitmen Universitas Almuslim dalam menjaga, melestarikan, dan mengembangkan warisan budaya daerah, khususnya budaya Aceh, melalui keterlibatan aktif mahasiswa dalam berbagai kegiatan seni dan budaya.
Gelar Melayu Serumpun sendiri merupakan agenda tahunan Pemerintah Kota Medan yang telah ditetapkan sebagai bagian dari Karisma Event Nusantara (KEN) Tahun 2026 oleh Kementerian Pariwisata Republik Indonesia. Kegiatan tersebut menjadi salah satu event budaya penting yang mempertemukan berbagai komunitas seni dan budaya Melayu dari berbagai daerah di Indonesia.
Pada kesempatan tersebut, Sanggar Mirah Delima menampilkan Tari Ratoh Jaroe yang dipadukan dengan iringan rapai khas Aceh. Penampilan tersebut dipimpin langsung oleh Zunuanis, M.Pd., atau yang akrab disapa Bang Coco, sebagai pendamping sekaligus pembina tim kesenian Universitas Almuslim.
Ratoh Jaroe sendiri merupakan salah satu tarian kreasi asal Aceh yang diciptakan oleh Yusri Saleh pada awal tahun 2000-an. Tarian tersebut memadukan unsur gerakan dari beberapa tari tradisional Aceh, seperti Rateb Meuseukat dan Rapai Geleng, yang menonjolkan kekompakan, semangat pantang menyerah, serta nilai-nilai religius yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Aceh.
Tarian ini umumnya dibawakan secara berkelompok oleh penari perempuan dengan jumlah genap. Setiap gerakan yang ditampilkan tidak hanya menjadi hiburan semata, tetapi juga sarat dengan pesan moral, kebersamaan, dan semangat persaudaraan.
Selain itu, Ratoh Jaroe juga menggambarkan karakter perempuan Aceh yang dikenal tangguh, pemberani, disiplin, dan memiliki semangat gotong royong yang tinggi. Lantunan syair yang mengiringi tarian tersebut turut memuat puji-pujian kepada Allah SWT serta pesan-pesan kebaikan yang diwariskan secara turun-temurun dalam tradisi masyarakat Aceh.
Irni Aryani menjelaskan bahwa tim Sanggar Mirah Delima Universitas Almuslim yang tampil pada malam tersebut terdiri atas 14 orang penari dari berbagai program studi di lingkungan Universitas Almuslim.
Mereka adalah Misna, Namyra Safwa, Nadia Nursyari, Mutia, Julia Dara Fonna, Luk Luhul Hayati, Nadia, Najuwa Hamaira, Uswatul Hasanah, dan Syarifah Zia Ulfa dari Program Studi PGSD, Najly Azkia dari Program Studi Informatika Medis, serta Ariyatul Ulfa, Muthmainnah, dan Ismi Yanti dari Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia.
Sementara itu, Tarisa Salsabila Wibowo dari Program Studi PGSD bertugas sebagai syeh atau penyanyi yang mengiringi tarian, sedangkan iringan rapai dipimpin langsung oleh Zunuanis, M.Pd., yang juga berperan sebagai pendamping dan pembina tim.
Keikutsertaan Sanggar Mirah Delima Universitas Almuslim dalam kegiatan tersebut didasarkan pada undangan resmi Kepala Dinas Pariwisata Kota Medan Nomor 500.13.3.3/1160 tanggal 25 Maret 2026 tentang Partisipasi pada Event Gelar Melayu Serumpun Ke-9 Tahun 2026.
Untuk mendukung kegiatan tersebut, Rektor Universitas Almuslim menerbitkan Surat Perintah Tugas Nomor 094/SPT/Umuslim/VI/KP/2026 kepada seluruh anggota tim yang bertugas selama lima hari, mulai 26 hingga 30 Juni 2026 di Kota Medan.
Rektor Universitas Almuslim, Dr. Marwan, M.Pd., juga turut hadir langsung mendampingi rombongan mahasiswa selama mengikuti rangkaian kegiatan tersebut. Kehadiran pimpinan universitas menjadi bentuk dukungan dan apresiasi terhadap pengembangan minat, bakat, serta kreativitas mahasiswa di bidang seni dan budaya.
Melalui partisipasi pada Gelar Melayu Serumpun Ke-9 Tahun 2026, Universitas Almuslim berharap dapat terus berkontribusi dalam melestarikan budaya daerah sekaligus memperkenalkan identitas budaya Aceh kepada masyarakat nasional maupun internasional.
Keberhasilan Sanggar Mirah Delima memukau penonton melalui penampilan Ratoh Jaroe menjadi bukti bahwa generasi muda Aceh tetap memiliki semangat yang tinggi untuk menjaga dan mengembangkan warisan budaya leluhur sebagai bagian penting dari jati diri bangsa Indonesia.
