Detikacehnews.id | Banda Aceh – SMA Negeri 3 Bireuen kembali melaksanakan kegiatan study tour edukatif ke Banda Aceh pada Minggu, 21 Juni 2026. Kegiatan yang diikuti oleh puluhan siswa yang tergabung dalam Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) tersebut berlangsung sukses, lancar, dan penuh antusiasme.
Study tour tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Muhammad, S.Pd., serta didampingi oleh guru pembina, Arifnawati, S.Pd. Kegiatan ini bertujuan untuk menambah wawasan siswa di bidang sejarah, budaya, keagamaan, dan kebencanaan melalui kunjungan ke sejumlah destinasi edukatif di Banda Aceh dan Aceh Besar.
Rombongan berangkat sejak Sabtu malam (20/6) dari Bireuen dan memulai rangkaian kegiatan dengan mengunjungi Masjid Raya Baiturrahman, salah satu ikon kebanggaan masyarakat Aceh yang memiliki nilai sejarah dan religius yang tinggi.
Di lokasi tersebut, para siswa melaksanakan shalat Subuh berjamaah, berkeliling menikmati keindahan arsitektur masjid, sekaligus mengenal lebih dekat sejarah berdirinya masjid yang menjadi simbol perjuangan dan identitas masyarakat Aceh. Momen tersebut juga dimanfaatkan untuk mempererat kebersamaan melalui kegiatan foto bersama.
Usai dari Masjid Raya Baiturrahman, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Pelabuhan Ulee Lheue. Selain menikmati sarapan pagi bersama, para siswa juga berkesempatan melihat secara langsung aktivitas pelabuhan yang menjadi salah satu pintu gerbang transportasi laut di Aceh.
Di kawasan pelabuhan tersebut, siswa turut menyaksikan keberadaan armada Kapal Aceh Hebat yang melayani penyeberangan menuju Pulau Sabang. Kunjungan ini memberikan pengetahuan tambahan kepada siswa mengenai sistem transportasi laut serta peran pentingnya dalam mendukung konektivitas antarwilayah di Aceh.
Perjalanan kemudian dilanjutkan menuju kawasan pemakaman peninggalan Belanda yang menjadi salah satu saksi sejarah masa kolonial di Aceh. Di lokasi tersebut, para siswa memperoleh penjelasan mengenai berbagai peristiwa sejarah yang pernah terjadi selama masa penjajahan, sehingga dapat menambah pemahaman mereka terhadap perjalanan panjang sejarah bangsa dan daerah.
Selanjutnya, rombongan mengunjungi Museum Tsunami Aceh. Kunjungan ke museum ini menjadi salah satu agenda utama karena memberikan pengalaman edukatif yang mendalam mengenai tragedi gempa bumi dan tsunami yang melanda Aceh pada tahun 2004.
Melalui berbagai koleksi, dokumentasi, dan ruang pamer yang tersedia, siswa diajak untuk memahami kronologi bencana, dampak yang ditimbulkan, serta semangat kebangkitan masyarakat Aceh pascatsunami. Selain menjadi sarana pembelajaran sejarah kebencanaan, kunjungan tersebut juga menumbuhkan nilai kepedulian, empati, dan kesiapsiagaan terhadap bencana.
Setelah mengikuti rangkaian kegiatan edukatif, para siswa menikmati waktu rekreasi di kawasan wisata pantai Lhoknga, Aceh Besar. Di lokasi tersebut, mereka beristirahat sambil menikmati makan siang bersama dengan latar pemandangan pantai yang indah dan suasana yang sejuk.
Sebagai penutup kegiatan, rombongan mengunjungi Wahana Impian Malaka. Berbagai wahana permainan dan kolam rekreasi yang tersedia menjadi sarana hiburan sekaligus mempererat kebersamaan antarsiswa setelah menjalani rangkaian kunjungan edukatif sepanjang hari.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMA Negeri 3 Bireuen, Muhammad, S.Pd., mengatakan bahwa kegiatan study tour merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap tahun sebagai bagian dari upaya sekolah dalam memberikan pengalaman belajar yang lebih luas kepada peserta didik.
“Kegiatan ini bukan sekadar rekreasi, tetapi juga sarana pembelajaran di luar kelas. Siswa dapat melihat langsung berbagai objek sejarah, budaya, dan edukasi yang selama ini mereka pelajari di sekolah. Melalui kegiatan seperti ini diharapkan wawasan, pengetahuan, serta pengalaman siswa semakin bertambah,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala SMA Negeri 3 Bireuen, Dra. Elfi Syahrani, M.Pd., secara terpisah menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, guru pendamping, dan siswa yang telah mengikuti kegiatan dengan tertib dan penuh semangat.
Menurutnya, study tour merupakan bagian dari pendidikan karakter yang dapat membentuk sikap disiplin, tanggung jawab, kebersamaan, serta meningkatkan kepedulian siswa terhadap sejarah dan budaya daerah.
“Kami berharap pengalaman yang diperoleh selama kegiatan ini dapat menjadi bekal berharga bagi para siswa. Pembelajaran tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga melalui pengalaman langsung di lapangan yang mampu memperkaya wawasan dan membentuk karakter peserta didik,” tuturnya.
Melalui kegiatan study tour tersebut, SMA Negeri 3 Bireuen kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada aspek akademik, tetapi juga pengembangan karakter, wawasan kebangsaan, serta pengalaman belajar yang bermakna bagi para siswa.
