Detikacehnews.id | Bireuen – Pemerintah Gampong Kuta Baro, Kecamatan Kuala, Kabupaten Bireuen sukses menggelar Seminar Parenting yang berlangsung di Meunasah Gampong Kuta Baro, Rabu (8/7/2026). Kegiatan yang diselenggarakan di bawah binaan TP-PKK Gampong Kuta Baro ini menjadi wadah edukasi bagi para orang tua dalam meningkatkan pemahaman tentang pola asuh anak yang tepat di tengah perkembangan zaman dan tantangan era digital.
Seminar tersebut dipimpin oleh Ketua TP-PKK Gampong Kuta Baro, Henny Lestari, serta diikuti oleh para ibu rumah tangga dan masyarakat setempat dengan antusias. Melalui kegiatan ini, peserta memperoleh berbagai materi mengenai pentingnya membangun hubungan yang sehat antara orang tua dan anak sejak usia dini.
Acara dibuka secara resmi oleh Geuchik Gampong Kuta Baro, Junaidi. Dalam sambutannya, ia mengajak seluruh peserta untuk memanfaatkan seminar tersebut sebagai sarana menambah wawasan dan bekal dalam mendidik anak di lingkungan keluarga.
Menurutnya, keluarga merupakan sekolah pertama bagi anak sehingga pola asuh yang diterapkan orang tua memiliki peran yang sangat besar dalam membentuk karakter, kepribadian, serta masa depan generasi penerus bangsa.
"Ilmu parenting sangat penting dipahami oleh setiap orang tua. Pola asuh yang baik akan melahirkan generasi yang berkarakter, berakhlak mulia, dan siap menghadapi tantangan zaman. Terlebih saat ini kita hidup di era digital yang berkembang begitu pesat sehingga orang tua harus mampu mendampingi anak dengan bijaksana," ujar Junaidi.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas keluarga sekaligus menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
Seminar tersebut turut dihadiri oleh perwakilan TP-PKK Kecamatan Kuala, Sekretaris Gampong Kuta Baro Kasmiati, Bendahara Gampong Kuta Baro, Tgk. Imum Gampong Kuta Baro Zakaria yang memimpin pembacaan doa, jajaran pengurus TP-PKK Gampong Kuta Baro, serta para ibu dari Gampong Kuta Baro yang menjadi peserta seminar.
Dalam kegiatan tersebut, panitia menghadirkan narasumber Dr. Sari Rizki, M.Psi, yang merupakan Dekan FKIP Universitas Almuslim, Trainer Parenting, sekaligus Koordinator APPAUDI Wilayah Kabupaten Bireuen. Mengangkat tema "Mendidik dengan Cinta, Membimbing dengan Keteladanan, Membangun Generasi Hebat dari Rumah", ia menyampaikan berbagai materi mengenai pentingnya pola asuh yang tepat sejak usia dini.
Dr. Sari Rizki menjelaskan bahwa masa golden age, yakni usia 0 hingga 8 tahun, merupakan periode paling penting dalam perkembangan anak. Pada masa tersebut, pertumbuhan otak berlangsung sangat cepat sehingga setiap pengalaman yang diterima anak akan memberikan pengaruh besar terhadap perkembangan kecerdasan, karakter, serta kemampuan sosial dan emosionalnya.
Karena itu, menurutnya, orang tua memiliki peran utama dalam menciptakan lingkungan yang penuh kasih sayang, aman, dan mendukung proses tumbuh kembang anak.
"Belajar parenting pada hakikatnya adalah belajar membangun kebiasaan. Anak akan lebih mudah meniru apa yang dilakukan orang tuanya dibandingkan hanya mendengar nasihat. Oleh karena itu, keteladanan menjadi kunci utama dalam proses pengasuhan," jelasnya.
Ia juga menguraikan lima fokus utama atau love language yang dapat diterapkan orang tua dalam mendidik anak agar mereka merasa dicintai, dihargai, dan memperoleh dukungan emosional yang kuat.
Love language pertama adalah kata-kata afirmasi, yaitu memberikan pujian, apresiasi, dan kalimat positif kepada anak. Menurutnya, ungkapan sederhana seperti "Ibu bangga padamu" atau "Terima kasih sudah membantu" mampu meningkatkan rasa percaya diri sekaligus memperkuat hubungan emosional antara orang tua dan anak.
Kedua, sentuhan fisik, seperti memeluk anak saat bangun tidur atau ketika pulang sekolah, mengusap kepala, merangkul, maupun memangku anak saat membacakan cerita. Bentuk kasih sayang melalui sentuhan dinilai mampu memberikan rasa aman, menenangkan emosi, serta membantu menurunkan tingkat stres pada anak.
Ketiga adalah waktu berkualitas, yaitu meluangkan waktu khusus bersama anak tanpa gangguan telepon genggam maupun pekerjaan. Bermain, berbincang, atau sekadar mendengarkan cerita anak dengan penuh perhatian menjadi bentuk kasih sayang yang sangat berarti bagi perkembangan emosional mereka.
Keempat, menerima hadiah, yakni memberikan benda sederhana sebagai simbol perhatian. Dr. Sari menegaskan bahwa nilai hadiah bukan terletak pada harga, melainkan pada makna bahwa orang tua selalu mengingat dan menyayangi anak.
Sementara itu, love language kelima adalah tindakan pelayanan, yaitu menunjukkan kasih sayang melalui perbuatan nyata, seperti membantu memperbaiki mainan anak, menyiapkan makanan kesukaannya, atau memberikan bantuan saat anak mengalami kesulitan.
Menurut Dr. Sari Rizki, setiap anak memiliki bahasa kasih yang berbeda. Oleh karena itu, orang tua perlu mengenali kebutuhan emosional masing-masing anak agar komunikasi dalam keluarga dapat terjalin dengan lebih efektif.
Ia juga mengingatkan bahwa keberhasilan pendidikan anak tidak hanya ditentukan oleh sekolah, tetapi berawal dari rumah melalui pola asuh yang penuh cinta, komunikasi yang baik, dan keteladanan orang tua dalam kehidupan sehari-hari.
Seminar parenting tersebut berlangsung interaktif. Para peserta tidak hanya menyimak materi, tetapi juga berdiskusi dan mengajukan berbagai pertanyaan mengenai tantangan mendidik anak di era digital, cara membangun komunikasi yang sehat dalam keluarga, serta strategi menghadapi berbagai perilaku anak sesuai tahap perkembangannya.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Gampong Kuta Baro bersama TP-PKK berharap para orang tua semakin memahami pentingnya pengasuhan positif sebagai fondasi dalam membentuk generasi yang sehat, cerdas, berkarakter, dan berakhlak mulia. Seminar ini juga diharapkan menjadi langkah nyata dalam memperkuat peran keluarga sebagai lingkungan pendidikan pertama dan utama bagi setiap anak.
