Detikacehnews.id | Bireuen – Pengajian akbar bersama ulama kharismatik Aceh, Teungku H. Muhammad Ali atau yang lebih dikenal dengan Abu Paya Pasi, berlangsung sukses dan penuh khidmat di Masjid Baitul Huda Cot Ijue, Kemukiman Simpang Dua, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen, Minggu (5/7/2026).
Kegiatan yang dibuka untuk umum tersebut dipadati jamaah dari berbagai gampong di Kemukiman Simpang Dua maupun wilayah sekitarnya. Sejak pagi, masyarakat telah memadati area masjid untuk mengikuti pengajian dan mendengarkan tausiah dari salah seorang ulama kharismatik Aceh yang dikenal luas karena keluasan ilmu dan keteladanannya.
Pengajian akbar itu merupakan kegiatan yang digagas oleh Remaja Masjid Baitul Huda Cot Ijue dengan dukungan penuh dari Badan Kemakmuran Masjid (BKM), Imum Syik, Imum Mukim, para pimpinan dayah, geuchik, imum gampong, tokoh masyarakat, serta seluruh elemen masyarakat Kemukiman Simpang Dua.
Suasana kebersamaan dan kekeluargaan tampak begitu terasa sepanjang kegiatan berlangsung. Jamaah dari berbagai kalangan, mulai dari orang tua, pemuda, hingga anak-anak, antusias mengikuti rangkaian acara yang berlangsung sejak pukul 08.00 WIB hingga selesai.
Dalam tausiahnya, Abu Paya Pasi menekankan pentingnya setiap Muslim mempelajari dan menguasai tiga ilmu dasar yang menjadi fondasi utama dalam kehidupan beragama, yakni ilmu tauhid, fikih, dan tasawuf.
Beliau menjelaskan bahwa ilmu tauhid merupakan landasan akidah yang mengajarkan keyakinan kepada Allah SWT, ilmu fikih menjadi pedoman dalam menjalankan syariat Islam dengan benar, sedangkan ilmu tasawuf membimbing manusia untuk memperbaiki akhlak dan membersihkan hati.
Menurut beliau, ketiga ilmu tersebut tidak dapat dipisahkan satu sama lain dan menjadi syarat mutlak bagi setiap Muslim dalam menjalani kehidupan yang sesuai dengan tuntunan agama.
"Tauhid mengajarkan keyakinan, fikih mengajarkan tata cara beribadah dan bermuamalah, sedangkan tasawuf mengajarkan bagaimana menjaga hati dan memperbaiki akhlak. Ketiganya harus dipelajari dan diamalkan secara seimbang agar kehidupan beragama menjadi sempurna," pesan Abu Paya Pasi di hadapan jamaah.
Nasihat yang disampaikan tersebut mendapat perhatian serius dari para jamaah yang mengikuti pengajian dengan penuh kekhusyukan. Banyak di antara mereka yang datang bersama keluarga untuk memperoleh ilmu dan keberkahan dari majelis tersebut.
Sosok Abu Paya Pasi sendiri merupakan salah satu ulama kharismatik yang sangat dihormati di Aceh. Beliau memiliki nama lengkap Teungku H. Muhammad Ali bin Teungku H. Abdul Muthalleb dan lahir pada 4 Agustus 1954 di Alue Dama, Aceh Utara.
Sejak muda, beliau dikenal sebagai pribadi yang mencintai ilmu agama dan mengamalkan ilmu yang diperoleh untuk kemaslahatan umat. Setelah menyelesaikan pendidikan di Dayah Darul Huda Lhoknibong, beliau mendirikan Dayah Bustanul Huda di Desa Alue Cek Doi, Kecamatan Julok, Kabupaten Aceh Timur.
Karena lokasi dayah tersebut berada di jalur menuju kawasan Paya Pasi, masyarakat kemudian mengenal beliau dengan sebutan Abu Paya Pasi. Seiring perjalanan waktu, Dayah Bustanul Huda berkembang menjadi salah satu pusat pendidikan Islam tradisional yang besar dan berpengaruh di Aceh Timur serta melahirkan banyak santri dan ulama yang berkiprah di berbagai daerah.
Selain memimpin lembaga pendidikan dayah, Abu Paya Pasi juga dipercaya menjadi salah satu anggota Majelis Syuyukh Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh bersama sejumlah ulama kharismatik lainnya. Amanah tersebut menjadi bukti atas keilmuan, ketokohan, dan dedikasi beliau dalam membimbing umat.
Pengabdian beliau di bidang keagamaan juga mendapat pengakuan luas. Pada pertengahan Agustus 2025, Abu Paya Pasi dikukuhkan sebagai Imam Besar Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh, sebuah amanah besar yang diberikan sebagai bentuk penghormatan terhadap kontribusi beliau dalam pengembangan syiar Islam di Aceh.
Ketua Badan Kemakmuran Masjid (BKM) Baitul Huda Cot Ijue, Tgk. Amri, menyampaikan rasa syukur atas suksesnya pelaksanaan pengajian akbar tersebut. Ia mengapresiasi semangat para remaja masjid yang telah menggagas kegiatan keagamaan yang mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat.
Menurutnya, kegiatan seperti ini diharapkan dapat menjadi agenda rutin tahunan sehingga Masjid Baitul Huda semakin hidup dan ramai dengan berbagai aktivitas keagamaan.
"Kami sangat mengapresiasi semangat para remaja masjid yang telah menggagas kegiatan ini. Besar harapan kami agar pengajian akbar seperti ini dapat dilaksanakan setiap tahun sebagai upaya memakmurkan masjid dan memperkuat syiar Islam di Kemukiman Simpang Dua," ujar Tgk. Amri.
Sementara itu, Imum Syik Kemukiman Simpang Dua berharap kegiatan tersebut mampu meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap majelis ilmu dan mempererat ukhuwah Islamiyah di tengah kehidupan bermasyarakat.
Menurutnya, kehadiran para ulama untuk memberikan tausiah merupakan kesempatan berharga bagi masyarakat dalam memperdalam ilmu agama sekaligus memperkuat nilai-nilai keislaman yang telah diwariskan oleh para pendahulu.
"Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut dan menjadi wadah untuk mempererat silaturahmi serta meningkatkan semangat masyarakat dalam menuntut ilmu agama. Masjid harus menjadi pusat pembinaan umat dan pusat peradaban Islam di kemukiman kita," ungkapnya.
Hal senada juga disampaikan oleh Imum Mukim Kemukiman Simpang Dua yang mengapresiasi kekompakan seluruh elemen masyarakat dalam menyukseskan pengajian akbar tersebut.
Ia menilai sinergi antara tokoh agama, aparatur gampong, pemuda, dan masyarakat menjadi modal penting dalam menjaga tradisi keislaman serta memuliakan para ulama yang selama ini menjadi penerang bagi umat.
"Kami berharap pengajian akbar ini tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi mampu melahirkan generasi muda yang cinta masjid, menghormati ulama, dan terus menjaga nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari," katanya.
Ketua Remaja Masjid Baitul Huda Cot Ijue juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus memakmurkan masjid melalui berbagai kegiatan keagamaan dan menjadikan majelis ilmu sebagai sarana memperkuat persatuan umat.
"Ayo kita ramaikan majelis di masjid kemukiman kita. Semoga kegiatan ini menjadi awal yang baik untuk menghadirkan lebih banyak kegiatan keagamaan yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat," ujarnya.
Keberhasilan pelaksanaan pengajian akbar bersama Abu Paya Pasi di Masjid Baitul Huda Cot Ijue menjadi bukti kuatnya semangat kebersamaan masyarakat Kemukiman Simpang Dua dalam menjaga tradisi keilmuan Islam dan memuliakan para ulama.
Lebih dari sekadar sebuah kegiatan seremonial, pengajian tersebut menjadi momentum penting untuk memperkokoh peran masjid sebagai pusat ibadah, pendidikan, dakwah, dan pemersatu umat, sekaligus menanamkan kecintaan generasi muda terhadap ilmu agama dan tradisi keislaman yang telah lama mengakar dalam kehidupan masyarakat Aceh.
