Detikacehnews.id | Bireuen – Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Almuslim, Dr. Sari Rizki, M.Psi, mengunjungi UPTD TK Negeri Pembina Kuta Blang, Kecamatan Kuta Blang, Kabupaten Bireuen, Senin (13/7/2026). Dalam kunjungan tersebut, ia menyerahkan bantuan pembiayaan pendidikan kepada tiga murid yang berasal dari keluarga kurang mampu.
Bantuan tersebut diberikan sebagai tindak lanjut atas informasi yang diterimanya mengenai kondisi ekonomi sejumlah peserta didik di sekolah tersebut. Berdasarkan laporan yang disampaikan oleh pengawas sekolah yang juga merupakan rekan kerjanya, sebagian besar murid di TK Negeri Pembina Kuta Blang berasal dari keluarga dengan kondisi ekonomi menengah ke bawah. Di antara mereka, terdapat tiga murid yang dinilai paling membutuhkan bantuan karena keterbatasan ekonomi yang dihadapi orang tua mereka. Untuk menjaga privasi anak, identitas ketiga murid tersebut tidak dipublikasikan.
Dalam kesempatan itu, Dr. Sari Rizki menyerahkan bantuan berupa pembiayaan pendidikan secara penuh agar ketiga murid tersebut dapat terus mengikuti proses belajar tanpa terkendala biaya. Selain menyerahkan bantuan, ia juga menyapa dan berbincang langsung dengan para murid serta memberikan motivasi agar tetap bersemangat dalam belajar dan terus memiliki cita-cita untuk masa depan.
Kepala UPTD TK Negeri Pembina Kuta Blang, Haslinda, S.Pd, membenarkan bahwa ketiga murid tersebut berasal dari keluarga yang mengalami keterbatasan ekonomi.
Ia menjelaskan, ayah dari anak-anak tersebut bekerja sebagai buruh serabutan dengan penghasilan yang tidak menentu, sedangkan ibunya merupakan ibu rumah tangga yang sesekali menerima pekerjaan mencuci dan menyetrika pakaian milik warga sekitar untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarga.
"Memang benar kondisi ekonomi keluarga mereka cukup memprihatinkan. Penghasilan orang tua sangat terbatas sehingga kebutuhan pendidikan anak menjadi salah satu beban yang cukup berat bagi keluarga," kata Haslinda.
Menurutnya, kondisi keluarga tersebut semakin sulit setelah bencana banjir yang melanda Kabupaten Bireuen pada akhir November 2025. Hingga kini, rumah yang mereka tempati belum sepenuhnya pulih dari dampak banjir. Endapan lumpur masih terlihat di beberapa bagian rumah sehingga aktivitas sehari-hari tetap dilakukan dalam berbagai keterbatasan.
Haslinda mengapresiasi bantuan yang diberikan karena dinilai dapat meringankan beban keluarga sekaligus memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk tetap memperoleh layanan pendidikan pada usia dini.
Sementara itu, Dr. Sari Rizki mengatakan bahwa setiap anak berhak memperoleh kesempatan yang sama untuk mengenyam pendidikan tanpa dibatasi oleh kondisi ekonomi keluarga. Menurutnya, dukungan dari berbagai pihak sangat diperlukan agar tidak ada anak yang kehilangan kesempatan belajar hanya karena persoalan biaya.
"Kita semua memiliki tanggung jawab moral untuk mendukung pendidikan anak-anak. Semoga bantuan ini dapat sedikit meringankan beban keluarga dan memberi semangat kepada mereka agar terus bersekolah," ujarnya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk turut berpartisipasi dalam mendukung penyelenggaraan pendidikan, khususnya bagi anak-anak usia dini yang berasal dari keluarga kurang mampu. Menurutnya, masih banyak anak yang membutuhkan perhatian dan kepedulian bersama agar dapat memperoleh akses pendidikan yang layak.
"Pendidikan merupakan tanggung jawab bersama. Saya berharap semakin banyak pihak yang peduli dan mengambil bagian sesuai kemampuan masing-masing, sehingga semakin banyak anak yang dapat melanjutkan pendidikan dengan baik," pungkasnya.
