Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Bupati Bireuen Bersama Kepala OJK Aceh Buka Peringatan Hari Indonesia Menabung 2026

Kamis, 27 Agustus 2026 | 17:05 WIB Last Updated 2026-08-27T10:05:25Z


 
Detikacehnews.id | Bireuen – Bupati Bireuen, Ir. H. Mukhlis, ST, bersama Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Aceh, Daddi Peryoga, membuka secara resmi Peringatan Hari Indonesia Menabung (HIM) Tahun 2026 di Aula Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Bireuen, Kamis (27/8/2026).

Kegiatan yang mengusung tema “Merajut Masa Depan melalui Literasi dan Inklusi Keuangan” tersebut menjadi momentum untuk memperkuat budaya menabung sekaligus meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di kalangan pelajar dan santri.

Kegiatan dihadiri Kepala OJK Provinsi Aceh Daddi Peryoga beserta jajaran, Kepala Dinas Sosial Aceh, Direktur Utama Bank Aceh Syariah yang juga Ketua Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK) Aceh beserta jajaran, Kepala Biro Perekonomian Setda Aceh/TPAKD Provinsi Aceh, Asisten II Setdakab Bireuen, serta jajaran Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Bireuen.

Turut hadir para kepala sekolah, guru, pengasuh dan tenaga pendidik dari Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Bireuen, SMAN 1 Juli, Pesantren Modern Al Zahrah, serta sekitar 1.000 pelajar dan santri yang mengikuti rangkaian kegiatan tersebut.

Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Bireuen, Nidia Fitri, S.Pd, menyampaikan rasa bangga dan apresiasi atas kepercayaan OJK Provinsi Aceh yang memilih Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Bireuen sebagai lokasi pelaksanaan kegiatan.

Menurutnya, penyelenggaraan kegiatan tersebut menjadi pengalaman penting bagi sekolah yang tengah mempersiapkan diri sebagai salah satu bagian dari penguatan akses pendidikan bagi masyarakat.

Menariknya, kegiatan Hari Indonesia Menabung tersebut digelar sebelum Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Bireuen secara resmi di-launching oleh Bupati Bireuen. Pihak sekolah pun menyampaikan permohonan maaf kepada Bupati Bireuen karena pelaksanaan kegiatan tersebut mendahului agenda peresmian sekolah.

Namun, hal tersebut dilakukan karena agenda edukasi dan literasi keuangan yang difasilitasi OJK dinilai penting dan tidak dapat ditunda.

Dalam sambutannya, Bupati Bireuen Ir. H. Mukhlis, ST, menegaskan bahwa Hari Indonesia Menabung bukan sekadar kegiatan seremonial yang diperingati setiap tahun. Lebih dari itu, momentum tersebut merupakan bagian dari gerakan nasional untuk membangun budaya menabung, meningkatkan literasi keuangan, serta memperluas akses terhadap layanan keuangan, khususnya bagi generasi muda.

Masa depan yang kokoh tidak dapat dibangun secara mendadak. Masa depan dirajut sedikit demi sedikit melalui kedisiplinan, perencanaan yang matang, serta pemahaman keuangan yang bijak sejak usia sekolah,” ujar Bupati.

Ia menjelaskan, kebiasaan menabung yang dibangun sejak usia sekolah akan membentuk karakter disiplin dan kemampuan dalam mengelola keuangan. Kebiasaan sederhana tersebut diharapkan dapat menjadi bekal bagi para pelajar dalam menghadapi kehidupan dan tantangan ekonomi di masa mendatang.

Bupati juga mengapresiasi sinergi antara Pemerintah Kabupaten Bireuen, OJK Provinsi Aceh, Dinas Sosial Provinsi Aceh, serta FKIJK Aceh dalam menyelenggarakan kegiatan tersebut.

Menurutnya, kolaborasi lintas sektor sangat diperlukan untuk memastikan generasi muda tidak hanya memperoleh pendidikan akademik, tetapi juga memiliki pemahaman mengenai pengelolaan keuangan yang sehat dan bertanggung jawab.

Melalui kegiatan ini, kita ingin membangun kesadaran bahwa literasi keuangan merupakan bagian penting dari pendidikan. Anak-anak kita harus dibekali pengetahuan bagaimana mengelola uang, merencanakan kebutuhan, menabung, serta memahami berbagai layanan keuangan secara bijak,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Bupati juga menyampaikan dukungannya terhadap keberadaan Sekolah Rakyat sebagai salah satu kebijakan afirmatif strategis dalam memberikan kesempatan pendidikan yang lebih luas kepada anak-anak.

Ia menilai, pendidikan berkualitas memiliki peran penting dalam memutus rantai kemiskinan antargenerasi. Karena itu, keberadaan Sekolah Rakyat diharapkan mampu menjadi ruang bagi anak-anak untuk memperoleh pendidikan, membangun kepercayaan diri, mengembangkan potensi, sekaligus mempersiapkan masa depan.

Kehadiran ribuan pelajar dan santri dalam kegiatan ini menunjukkan kuatnya kebersamaan ekosistem pendidikan di Kabupaten Bireuen. Pemerintah Kabupaten Bireuen memberikan dukungan terhadap keberadaan Sekolah Rakyat sebagai kebijakan afirmatif strategis untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi melalui pendidikan berkualitas,” ungkapnya.

Bupati menegaskan bahwa setiap anak di Kabupaten Bireuen memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan dan meraih cita-cita.

Setiap anak di Kabupaten Bireuen memiliki martabat, potensi, dan hak yang sama untuk belajar, bermimpi, serta meraih masa depan yang gemilang. Tidak boleh ada satu pun anak yang merasa berkecil hati,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala OJK Provinsi Aceh, Daddi Peryoga, dalam arahannya kepada para pelajar menyampaikan bahwa menabung bukan hanya persoalan menyisihkan uang, tetapi merupakan proses pembelajaran untuk menata masa depan.

Ia mengajak para siswa untuk mulai membiasakan diri mengelola keuangan sejak dini, tanpa harus menunggu memiliki uang dalam jumlah besar.

“Menabung bukan sekadar menyisihkan uang, melainkan melatih kita untuk menata masa depan demi harapan yang lebih baik. Kita tidak perlu menunggu uang banyak untuk belajar mengelola uang, semua dimulai dari latihan sedikit demi sedikit,” ujar Daddi.

Ia juga memberikan motivasi kepada para pelajar agar berani memiliki cita-cita besar. Menurutnya, setiap anak mempunyai kesempatan yang sama untuk meraih kesuksesan sepanjang memiliki kemauan untuk belajar, bekerja keras, disiplin, dan terus mengembangkan kemampuan.

Daddi menyebutkan, para pelajar dapat tumbuh menjadi berbagai profesi sesuai dengan minat dan kemampuannya, mulai dari guru, pengusaha, aparat penegak hukum, ahli teknologi dan kecerdasan buatan (AI), hingga menjadi pemimpin daerah.

Karena itu, literasi keuangan perlu ditanamkan sejak usia sekolah agar generasi muda tidak hanya memiliki cita-cita, tetapi juga mempunyai kemampuan untuk merencanakan dan mengelola masa depannya.

Salah satu program yang diperkuat melalui kegiatan tersebut adalah Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR). Melalui program ini, rekening keuangan bagi pelajar tidak hanya berfungsi sebagai tempat menyimpan uang, tetapi juga dapat menjadi sarana formal untuk mendukung berbagai kebutuhan pendidikan.

Rekening tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan dalam penerimaan bantuan pendidikan, beasiswa prestasi, maupun berbagai bentuk fasilitasi bagi karya dan kreativitas generasi muda.

Penerapan program tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya memperluas inklusi keuangan sejak usia sekolah. Dengan memiliki rekening sendiri, para pelajar diperkenalkan secara langsung pada layanan keuangan formal dan didorong untuk memiliki kebiasaan mengelola keuangan secara bertanggung jawab.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, puncak peringatan Hari Indonesia Menabung 2026 ditandai dengan pemukulan bedug secara bersama oleh Bupati Bireuen dan Kepala OJK Provinsi Aceh.

Prosesi tersebut kemudian dilanjutkan dengan foto bersama serta penyerahan cinderamata. OJK Aceh menyerahkan cinderamata kepada Bupati Bireuen, yang kemudian dilanjutkan dengan penyerahan cinderamata dari Bupati Bireuen kepada pihak OJK Aceh.

Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan penyerahan secara simbolis 1.000 rekening Simpanan Pelajar kepada siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Bireuen. Rekening tersebut diserahkan melalui Bank Aceh Syariah dan Bank Syariah Indonesia (BSI).

Selain rekening tabungan pelajar, FKIJK Aceh juga menyerahkan secara simbolis perlindungan asuransi kecelakaan diri kepada siswa Sekolah Rakyat.

Penyerahan tersebut menjadi salah satu bentuk nyata dukungan industri jasa keuangan dalam memperluas akses layanan keuangan sekaligus memberikan perlindungan kepada pelajar.

Peringatan Hari Indonesia Menabung 2026 di Bireuen diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi dapat menjadi awal dari kebiasaan baru di kalangan pelajar dan santri untuk menabung, memahami layanan keuangan, serta mengambil keputusan finansial secara bijak.

Sinergi antara pemerintah, lembaga pendidikan, OJK, perbankan, industri jasa keuangan, guru, orang tua, serta para pelajar menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem literasi dan inklusi keuangan yang berkelanjutan.

Dengan demikian, semangat “Merajut Masa Depan melalui Literasi dan Inklusi Keuangan” tidak hanya menjadi tema kegiatan, tetapi dapat diwujudkan melalui kebiasaan dan tindakan nyata generasi muda dalam mempersiapkan masa depan yang lebih mandiri, terencana, dan sejahtera.