Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Mukhlis Kembali Pimpin Golkar Bireuen, Terpilih Secara Aklamasi Periode 2026–2031

Jumat, 21 Agustus 2026 | 11:02 WIB Last Updated 2026-08-21T04:02:52Z


 
Detikacehnews.id | Bireuen – Ir. H. Mukhlis, S.T., kembali dipercaya memimpin Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kabupaten Bireuen untuk periode 2026–2031. Mukhlis ditetapkan sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Bireuen secara aklamasi dalam Musyawarah Daerah (MUSDA) VII yang berlangsung di Aula Hotel Fajar, Bireuen, Kamis (20/8/2026).

Keputusan tersebut menjadi penanda berlanjutnya kepemimpinan Mukhlis di tubuh Partai Golkar Kabupaten Bireuen untuk periode kedua. Penetapan dilakukan setelah seluruh peserta musyawarah menyatakan dukungan terhadap Mukhlis untuk kembali memimpin partai berlambang pohon beringin tersebut selama lima tahun ke depan.

Informasi mengenai terpilihnya kembali Mukhlis disampaikan Sekretaris DPD Partai Golkar Kabupaten Bireuen demisioner, H. Yusri Abdullah, kepada media ini.

Yusri menjelaskan, proses pemilihan berlangsung dalam sidang MUSDA yang dipimpin oleh perwakilan DPD Partai Golkar Aceh. Dalam forum tersebut, sebanyak 17 Pengurus Kecamatan (PK) Partai Golkar bersama organisasi sayap Partai Golkar menyampaikan surat pernyataan dukungan terhadap kepemimpinan H. Mukhlis.

Dukungan tersebut sekaligus mengusung Mukhlis sebagai calon Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Bireuen untuk periode berikutnya.

Berdasarkan surat pernyataan dukungan yang disampaikan dalam forum musyawarah tersebut, pimpinan sidang kemudian menetapkan Ir. H. Mukhlis, S.T., sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Bireuen periode 2026–2031 secara aklamasi.

Musda berjalan lancar. Semua sepakat dengan pertanggungjawaban dan secara aklamasi meminta H. Mukhlis untuk memimpin Partai Golkar Bireuen,” ujar Yusri.

Menurut Yusri, dukungan terhadap Mukhlis tidak terlepas dari sejumlah capaian yang berhasil diraih Partai Golkar Kabupaten Bireuen selama kepengurusan sebelumnya. Salah satu capaian yang menjadi perhatian adalah keberhasilan Partai Golkar menempatkan sembilan kadernya sebagai anggota DPRK Bireuen periode 2024–2029.

Semua sepakat dengan pertanggungjawaban dan secara aklamasi meminta H. Mukhlis untuk memimpin Partai Golkar Bireuen. Salah satu keberhasilan adalah berhasil menempatkan sembilan kader Golkar menjadi anggota DPRK Bireuen periode 2024–2029,” kata Yusri.

Dukungan 17 Pengurus Kecamatan

Proses pemilihan Ketua DPD Partai Golkar Bireuen dalam MUSDA VII berlangsung dalam suasana konsolidasi organisasi. Dukungan dari 17 Pengurus Kecamatan menjadi salah satu dasar kuat bagi pimpinan sidang untuk menetapkan Mukhlis sebagai ketua terpilih.

Selain unsur PK, dukungan juga datang dari organisasi sayap Partai Golkar. Kesepakatan tersebut menunjukkan adanya keinginan internal partai untuk mempertahankan kepemimpinan Mukhlis sekaligus melanjutkan program dan konsolidasi organisasi yang telah berjalan pada periode sebelumnya.

Dengan terpilihnya kembali Mukhlis, Partai Golkar Bireuen diharapkan dapat mempertahankan soliditas internal sekaligus memperkuat struktur organisasi hingga ke tingkat kecamatan dan basis kader di masyarakat.

MUSDA VII juga menjadi forum evaluasi terhadap pelaksanaan kepengurusan sebelumnya. Pertanggungjawaban pengurus demisioner mendapat persetujuan peserta musyawarah, sebelum forum kemudian melanjutkan agenda pemilihan ketua untuk periode berikutnya.

Tim Formatur Segera Susun Kepengurusan Baru

Selain menetapkan ketua terpilih, MUSDA VII juga berhasil membentuk tim formatur yang bertugas menyusun kepengurusan baru DPD Partai Golkar Kabupaten Bireuen periode 2026–2031.

Tim formatur tersebut berjumlah lima orang. Ketua terpilih secara otomatis menjadi ketua formatur. Sementara empat anggota lainnya berasal dari dua unsur kecamatan, satu unsur DPD Partai Golkar Provinsi Aceh, serta satu orang dari unsur organisasi sayap Partai Golkar.

Tim formatur diberikan waktu selama satu bulan untuk menyusun dan membentuk struktur kepengurusan baru Partai Golkar Kabupaten Bireuen.

Pembentukan tim formatur tersebut menjadi tahapan lanjutan setelah penetapan ketua terpilih. Tim diharapkan dapat menyusun komposisi kepengurusan yang mampu mengakomodasi seluruh unsur organisasi serta memperkuat konsolidasi internal Partai Golkar di Kabupaten Bireuen.

Kepengurusan baru nantinya akan menjadi instrumen penting dalam menjalankan berbagai agenda organisasi selama periode 2026–2031, termasuk memperkuat kaderisasi, konsolidasi di tingkat kecamatan, serta meningkatkan peran partai dalam kehidupan politik dan pembangunan daerah.

Dibuka Ketua DPD Golkar Aceh

MUSDA VII DPD Partai Golkar Kabupaten Bireuen secara resmi dibuka oleh Ketua DPD Partai Golkar Aceh, H. M. Salim Fakhry, S.E., M.M., di Aula Hotel Fajar, Bireuen.

Pembukaan MUSDA turut dihadiri Bupati Bireuen Ir. H. Mukhlis, S.T., Anggota DPR RI dari Partai Golkar, unsur Forkopimda, para pimpinan organisasi politik se-Kabupaten Bireuen, pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bireuen, pengurus Partai Golkar, para pinisepuh Golkar, tokoh masyarakat, akademisi, organisasi kemasyarakatan, peserta musyawarah, serta tamu undangan lainnya.

Para peserta MUSDA dari berbagai kecamatan hadir mengikuti seluruh rangkaian agenda musyawarah. Kehadiran kader dan pengurus yang mengenakan atribut berwarna kuning turut mewarnai suasana pelaksanaan MUSDA VII.

Dalam sambutannya saat membuka MUSDA, Salim Fakhry menegaskan pentingnya menjadikan musyawarah sebagai momentum konsolidasi organisasi. Ia mengingatkan seluruh kader agar menjalankan setiap tahapan organisasi berdasarkan mekanisme yang telah ditetapkan serta mengedepankan kepentingan bersama.

Organisasi yang modern wajib menjalankan proses serta tahapan sesuai mekanisme yang terbuka dan berlaku secara adil. Saya imbau seluruh kader mengesampingkan kepentingan pribadi demi kemajuan bersama,” tegas Salim Fakhry.

Ia juga mengingatkan agar seluruh kader menjaga kebersamaan, termasuk dengan organisasi politik lainnya. Menurutnya, kompetisi politik harus berlangsung secara sehat dengan tetap menghormati keberadaan dan hak politik masing-masing organisasi.

Siapapun yang terpilih ke depannya kita harus menjaga kebersamaan dengan organisasi politik lain. Fokus kita memenangkan usungan masing-masing secara sehat tanpa mengganggu atau mencuri kursi milik organisasi lain,” ujarnya.

Mukhlis Dinilai Punya Modal Politik yang Kuat

Terpilihnya kembali Mukhlis sebagai Ketua DPD II Partai Golkar Bireuen tidak terlepas dari capaian politik partai pada periode kepengurusan sebelumnya.

Keberhasilan menempatkan sembilan kader sebagai anggota DPRK Bireuen periode 2024–2029 menjadi salah satu capaian yang dinilai memperkuat posisi Partai Golkar di Kabupaten Bireuen.

Komposisi tersebut memberikan Partai Golkar posisi strategis dalam lembaga legislatif daerah. Capaian itu sekaligus menjadi modal politik bagi kepengurusan baru untuk terus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap partai.

Di sisi lain, kepemimpinan periode kedua Mukhlis akan menghadapi tantangan untuk menjaga soliditas kader dan memastikan keberhasilan politik sebelumnya dapat dipertahankan bahkan ditingkatkan.

Karena itu, penyusunan kepengurusan baru melalui tim formatur menjadi salah satu tahapan penting. Struktur yang solid dan mampu bekerja secara efektif dinilai akan menjadi fondasi dalam menjalankan agenda Partai Golkar Bireuen selama lima tahun ke depan.

MUSDA VII pun tidak hanya menjadi forum pergantian atau penetapan kepemimpinan, tetapi juga menjadi momentum untuk mengevaluasi perjalanan organisasi sekaligus menyusun langkah strategis menghadapi tantangan politik mendatang.

Dengan kembali dipercayanya Ir. H. Mukhlis, S.T., sebagai Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Bireuen periode 2026–2031, seluruh kader diharapkan dapat memperkuat persatuan dan menjalankan roda organisasi secara bersama-sama.

Kepemimpinan baru tersebut juga diharapkan mampu membawa Partai Golkar Kabupaten Bireuen semakin solid, memperkuat kaderisasi, memperluas komunikasi dengan masyarakat, serta mempertahankan peran strategisnya dalam dinamika politik dan pembangunan Kabupaten Bireuen.

MUSDA VII akhirnya menjadi titik awal bagi Partai Golkar Bireuen untuk memasuki periode kepengurusan baru dengan semangat konsolidasi, kesinambungan program, dan penguatan organisasi menuju tantangan politik lima tahun mendatang.