Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Busana Adat Aceh dan Kupiah Meukeutop Warnai Penampilan Bupati Bireuen di Upacara HUT Ke-81 RI

Senin, 17 Agustus 2026 | 12:32 WIB Last Updated 2026-08-17T05:32:11Z




Detikacehnews.id | Bireuen — Bupati Bireuen, Ir. Mukhlis, S.T., tampil gagah dan berwibawa saat memimpin Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2026 di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Cot Gapu, Bireuen, Senin (17/8/2026).

Dalam momentum bersejarah tersebut, Bupati Mukhlis mengenakan busana adat Aceh berwarna putih cream dengan corak khas yang menyerupai lambang Garuda, dipadukan dengan Kupiah Meukeutop. Penampilan tersebut memberikan nuansa tersendiri dalam pelaksanaan upacara kemerdekaan sekaligus memperlihatkan perpaduan antara identitas budaya Aceh dan semangat kebangsaan.

Dengan mengenakan busana adat daerah, Bupati Mukhlis tampil sebagai representasi daerah dalam momentum peringatan kemerdekaan nasional. Corak pada pakaian yang menyerupai lambang Garuda juga menghadirkan simbol semangat persatuan dan kecintaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Upacara dimulai pada pukul 08.30 WIB dan Bupati Mukhlis bertindak langsung sebagai Inspektur Upacara. Ia berdiri di hadapan peserta upacara dengan mengenakan pakaian adat Aceh lengkap, memimpin seluruh rangkaian prosesi dengan suasana yang berlangsung khidmat, tertib, dan penuh penghormatan.

Penampilan Bupati Mukhlis dengan busana adat Aceh menjadi salah satu perhatian dalam pelaksanaan upacara. Warna putih cream memberikan kesan elegan, sementara corak yang menyerupai Garuda serta Kupiah Meukeutop memperkuat karakter busana yang dikenakan pada peringatan hari kemerdekaan tersebut.

Kupiah Meukeutop sendiri merupakan salah satu bagian penting dari identitas busana tradisional Aceh. Penggunaannya dalam upacara kenegaraan di Kabupaten Bireuen memperlihatkan bagaimana unsur budaya lokal tetap mendapat tempat dalam momentum nasional.

Bagi Bupati Mukhlis, peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI tidak hanya menjadi agenda seremonial tahunan, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat semangat kebersamaan, nasionalisme, serta penghargaan terhadap identitas dan budaya daerah.

Di bawah kepemimpinannya sebagai Inspektur Upacara, prosesi pengibaran Sang Merah Putih berlangsung dengan tertib. Seluruh peserta mengikuti rangkaian upacara dengan penuh penghormatan, sementara pasukan pengibar bendera menjalankan tugasnya dengan disiplin.

Upacara tersebut diikuti 30 Peleton Kesatuan Upacara, yang masing-masing terdiri dari 22 personel. Peserta berasal dari berbagai unsur, mulai dari TNI, Polri, aparatur sipil negara, instansi vertikal, BUMN dan BUMD, organisasi kepemudaan, tenaga pendidik hingga pelajar dari berbagai jenjang pendidikan.

Turut hadir menyaksikan jalannya upacara Wakil Bupati Bireuen, Ketua DPRK Bireuen beserta istri, Dandim 0111/Bireuen beserta istri, Kapolres Bireuen beserta istri, Kajari Bireuen, Ketua Pengadilan Negeri Bireuen, Ketua Mahkamah Syar'iyah Bireuen, Ketua MPU Bireuen, Sekretaris Daerah Bireuen, Dan Yonif RK 113/JS, para mantan Bupati dan Wakil Bupati Bireuen, Dan Pos AL Peudada, para rektor perguruan tinggi, pimpinan instansi vertikal, BUMN dan BUMD, Ketua APDESI, serta tokoh adat dan tokoh masyarakat.

Kehadiran berbagai unsur tersebut menjadi gambaran kuatnya kebersamaan seluruh elemen di Kabupaten Bireuen dalam memperingati 81 tahun kemerdekaan Indonesia.

Dalam pelaksanaan upacara, Bupati Mukhlis juga menyaksikan secara langsung pengibaran Bendera Merah Putih oleh Paskibraka Kabupaten Bireuen. Para pelajar yang dipercaya menjalankan tugas tersebut merupakan putra-putri terbaik dari sejumlah sekolah di Kabupaten Bireuen.

Saskya Syaliandria dari SMA Negeri 1 Bireuen bertugas sebagai pembawa baki. Rafif Putra Alhaska dari SMA Negeri 1 Bireuen dipercaya sebagai pengibar bendera, sedangkan Muhammad Sultan Alrifqi dari SMA Sukma Bangsa Bireuen bertugas sebagai pengerek bendera. Sementara Raka Bimantara dari MAN 4 Bireuen menjalankan tugas sebagai Danpas Kelompok 8.

Prosesi pengibaran bendera berlangsung lancar dan menjadi salah satu bagian paling khidmat dalam rangkaian upacara. Sang Merah Putih kemudian berkibar di RTH Cot Gapu, disaksikan Bupati Mukhlis bersama jajaran Forkopimda, undangan, peserta upacara, serta masyarakat yang hadir.

Tidak berhenti pada prosesi kenegaraan, rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Kabupaten Bireuen juga dilanjutkan dengan pertunjukan seni dan kreativitas pelajar.

Sejumlah penampilan turut memeriahkan kegiatan, di antaranya Colour Guard Essemble, Drum Band TK Kartika, Pencak Silat dari Perguruan Tapak Suci, serta Tarian Massal yang dibawakan siswa SMP Negeri 1 Bireuen.

Rangkaian tersebut memperlihatkan bahwa semangat kemerdekaan tidak hanya diwujudkan melalui upacara, tetapi juga melalui ruang bagi generasi muda untuk menampilkan kreativitas, bakat, serta kecintaan terhadap seni dan budaya.

Penampilan Bupati Mukhlis dengan busana adat Aceh pada peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI pun menjadi bagian dari suasana tersebut. Perpaduan busana putih cream, corak menyerupai Garuda, dan Kupiah Meukeutop menciptakan tampilan yang kuat secara visual sekaligus merefleksikan pertemuan antara identitas Aceh dan semangat kebangsaan Indonesia.

Di tengah momentum kemerdekaan, penggunaan busana adat daerah menjadi pengingat bahwa kecintaan terhadap Indonesia juga dapat diwujudkan melalui upaya menjaga dan menghargai kekayaan budaya Nusantara.

Dengan demikian, kehadiran Bupati Mukhlis sebagai Inspektur Upacara bukan hanya menjalankan tugas kenegaraan, tetapi juga menjadi bagian dari pesan simbolik tentang pentingnya menjaga identitas budaya daerah sembari terus memperkuat semangat persatuan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Kabupaten Bireuen berlangsung khidmat, tertib, dan lancar. Dari RTH Cot Gapu, semangat kemerdekaan kembali diteguhkan, dengan Merah Putih berkibar dan budaya Aceh tampil dalam balutan busana pemimpinnya.