Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

PABI Aceh Salurkan Makanan Tambahan bagi Balita dan Ibu Hamil Terdampak Banjir di Bireuen

Rabu, 11 Februari 2026 | 14:58 WIB Last Updated 2026-08-31T07:59:56Z


 
Detikacehnews.id | Bireuen – Wakil Ketua Perhimpunan Ahli Bedah Indonesia (PABI) Provinsi Aceh, dr. Zumirda, Sp.B-ET, FISA, FINACS, menyalurkan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi balita serta makanan tambahan untuk ibu hamil di Gampong Krueng Beukah, Kecamatan Peusangan Selatan, Kabupaten Bireuen, Rabu (11/2/2026).

Penyaluran bantuan tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan kemanusiaan yang dilaksanakan PABI Aceh bersama sejumlah mitra medis dan kemanusiaan lainnya untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana banjir.

Kegiatan tidak hanya diarahkan pada pelayanan kesehatan dan pengobatan bagi warga, tetapi juga menyasar kebutuhan dasar kelompok rentan, khususnya balita dan ibu hamil yang membutuhkan perhatian lebih dalam pemenuhan kebutuhan gizi selama masa tanggap darurat dan pemulihan pascabencana.

Gampong Krueng Beukah merupakan salah satu wilayah di Kabupaten Bireuen yang mengalami dampak cukup parah akibat banjir. Meskipun genangan air telah surut, kondisi masyarakat di wilayah tersebut belum sepenuhnya kembali normal.

Sebagian warga masih berada di tempat pengungsian, sementara sejumlah rumah penduduk masih dipenuhi lumpur yang terbawa material banjir. Kondisi tersebut turut memengaruhi aktivitas masyarakat, termasuk pemenuhan kebutuhan makanan, kebersihan lingkungan, serta akses terhadap kebutuhan kesehatan sehari-hari.

Dalam situasi seperti itu, balita dan ibu hamil menjadi kelompok yang membutuhkan perhatian khusus. Keterbatasan bahan makanan dan kondisi lingkungan pascabanjir berpotensi memengaruhi kualitas asupan gizi yang diterima keluarga, terutama bagi anak-anak yang berada dalam masa pertumbuhan dan ibu yang sedang menjalani kehamilan.

Melihat kondisi tersebut, PABI Aceh memberikan perhatian terhadap pemenuhan kebutuhan gizi sebagai bagian penting dari upaya pemulihan kesehatan masyarakat pascabencana.

Dalam penyaluran bantuan, dr. Zumirda turun langsung menyerahkan PMT kepada balita serta paket makanan tambahan kepada ibu hamil. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi masyarakat yang terdampak, terutama selama kondisi lingkungan dan kehidupan warga belum sepenuhnya pulih.

Selain makanan tambahan, balita juga mendapatkan paket perlengkapan kebersihan dan perawatan diri. Paket tersebut antara lain berisi perlengkapan mandi, pampers, bedak, serta sejumlah kebutuhan dasar lainnya.

Bantuan perlengkapan tersebut dinilai penting mengingat kondisi pascabanjir yang masih menyisakan lumpur dan lingkungan yang belum sepenuhnya bersih. Kebersihan diri dan lingkungan menjadi salah satu faktor penting dalam mencegah munculnya berbagai penyakit yang rentan menyerang anak-anak setelah bencana banjir.

Dr. Zumirda mengatakan, pemenuhan gizi bagi balita dan ibu hamil merupakan bagian yang sangat penting dalam proses pemulihan masyarakat setelah bencana. Menurutnya, kondisi darurat sering kali menyebabkan keluarga mengalami keterbatasan dalam memenuhi kebutuhan makanan bergizi dan seimbang.

Padahal, balita membutuhkan asupan nutrisi yang cukup untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangan, sementara ibu hamil membutuhkan gizi yang memadai untuk menjaga kesehatan dirinya sekaligus mendukung pertumbuhan janin.

Karena itu, menurutnya, intervensi dalam bentuk makanan tambahan perlu dilakukan bersamaan dengan pelayanan kesehatan agar upaya pemulihan masyarakat dapat berjalan secara menyeluruh.

Ia menegaskan, penanganan pascabencana tidak semata-mata berorientasi pada pengobatan terhadap penyakit yang sudah muncul. Upaya pencegahan juga harus menjadi perhatian, salah satunya melalui pemenuhan kebutuhan gizi dan penerapan pola hidup bersih dan sehat.

Dengan terpenuhinya kebutuhan nutrisi, balita diharapkan dapat terhindar dari risiko gangguan pertumbuhan maupun masalah gizi, sedangkan ibu hamil dapat mempertahankan kondisi kesehatan yang lebih baik selama menjalani masa kehamilan.

Pemulihan pascabencana bukan hanya bagaimana mengobati masyarakat yang sakit, tetapi juga bagaimana mencegah munculnya masalah kesehatan baru. Pemenuhan gizi bagi balita dan ibu hamil menjadi salah satu bagian penting dari upaya tersebut,” ujar dr. Zumirda.

91 Kepala Keluarga Terdampak

Berdasarkan data pengungsi yang tercatat di Meunasah Gampong Krueng Beukah, Dusun Keuchik Khalifah, sebanyak 91 kepala keluarga dengan total 306 jiwa terdampak akibat bencana banjir.

Dari jumlah tersebut, terdapat 20 balita, 14 baduta, tiga bayi, serta dua ibu hamil. Selain itu, terdapat 56 warga lanjut usia yang juga masuk dalam kelompok rentan dan membutuhkan perhatian khusus, terutama dalam hal pelayanan kesehatan serta pemenuhan kebutuhan dasar.

Data tersebut menunjukkan bahwa dampak bencana tidak hanya dirasakan dari sisi kerusakan tempat tinggal dan fasilitas masyarakat, tetapi juga menyentuh aspek kesehatan dan kebutuhan dasar warga.

Kelompok balita, bayi, ibu hamil, dan lanjut usia memiliki kebutuhan yang berbeda dibandingkan kelompok masyarakat lainnya. Dalam kondisi bencana, keterbatasan akses terhadap makanan, air bersih, sanitasi, obat-obatan, dan pelayanan kesehatan dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan pada kelompok tersebut.

Karena itu, intervensi yang dilakukan PABI Aceh bersama para mitra tidak hanya menjadi bentuk bantuan jangka pendek, tetapi juga bagian dari upaya menjaga kondisi kesehatan masyarakat selama proses pemulihan berlangsung.

Lengkapi Layanan Kesehatan Gratis

Penyaluran makanan tambahan tersebut sekaligus melengkapi kegiatan pelayanan kesehatan gratis yang dilaksanakan PABI Aceh pada hari yang sama di Gampong Krueng Beukah.

Dalam kegiatan tersebut, ratusan warga terdampak banjir mendapatkan pemeriksaan dan pengobatan secara gratis. Pelayanan diberikan dengan sistem yang tertata menyerupai mekanisme pelayanan di rumah sakit, mulai dari proses pendaftaran, pemeriksaan awal, pemeriksaan oleh tenaga medis, hingga pemberian obat. Seluruh rangkaian pelayanan diberikan tanpa dipungut biaya kepada masyarakat.

Kehadiran layanan kesehatan tersebut mendapat sambutan positif dari warga. Di tengah kondisi pascabanjir yang masih belum sepenuhnya pulih, masyarakat dapat memperoleh pemeriksaan kesehatan sekaligus obat-obatan tanpa harus mengeluarkan biaya.

Bagi masyarakat, keberadaan pelayanan kesehatan dan bantuan kebutuhan dasar menjadi sangat berarti karena sebagian keluarga masih berupaya memulihkan kondisi rumah dan perekonomian mereka setelah terdampak banjir.

Sejumlah orang tua balita juga menyampaikan apresiasi atas bantuan yang diberikan. Makanan tambahan dan perlengkapan bayi yang disalurkan dinilai sesuai dengan kebutuhan masyarakat dalam kondisi pascabencana.

Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban keluarga sekaligus membantu memastikan kebutuhan gizi dan kebersihan anak tetap terjaga meskipun kondisi lingkungan tempat tinggal belum sepenuhnya normal.

Melalui kegiatan tersebut, PABI Aceh menunjukkan bahwa penanganan kesehatan pascabencana membutuhkan pendekatan yang menyeluruh. Pelayanan medis perlu berjalan beriringan dengan pemenuhan kebutuhan dasar, edukasi kesehatan, serta perhatian terhadap kelompok masyarakat yang paling rentan.

Kegiatan kemanusiaan di Gampong Krueng Beukah diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekaligus mendukung proses pemulihan pascabencana, khususnya dalam menjaga kesehatan balita, ibu hamil, dan kelompok rentan lainnya.

Pemenuhan gizi dan pelayanan kesehatan menjadi dua aspek yang saling berkaitan dalam memastikan masyarakat dapat kembali bangkit setelah bencana. Dengan dukungan berbagai pihak, masyarakat terdampak diharapkan dapat melalui masa pemulihan dengan kondisi kesehatan yang tetap terjaga dan kebutuhan dasarnya terpenuhi.