Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Sebelum Lepas Karnaval, Bupati Bireuen Kunjungi Korban Kebakaran di Peusangan Selatan

Selasa, 18 Agustus 2026 | 19:34 WIB Last Updated 2026-08-18T12:34:25Z


 
Detikacehnews.id | Bireuen – Sebelum melepas peserta Pawai Budaya Karnaval dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Bupati Bireuen, Ir. Mukhlis, S.T., menyempatkan diri mengunjungi keluarga yang menjadi korban kebakaran di Desa Mata Ie, Kecamatan Peusangan Selatan, Kabupaten Bireuen, Selasa (18/8/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Bupati Bireuen didampingi Plt. Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bireuen, Dr. Alfian, M.Pd. Rombongan tiba di lokasi untuk melihat langsung kondisi rumah korban yang ludes terbakar dalam musibah yang terjadi pada Senin (17/8/2026) sekitar pukul 19.00 WIB.

Kehadiran Bupati Bireuen menjadi bentuk kepedulian Pemerintah Kabupaten Bireuen terhadap warga yang sedang menghadapi musibah. Bupati juga berbincang langsung dengan keluarga korban, mendengarkan kondisi yang mereka alami setelah kehilangan tempat tinggal dan sebagian besar harta benda akibat kebakaran.

Pada kesempatan itu, Bupati turut menyerahkan bantuan kepada keluarga korban. Ia menyampaikan dukungan moril serta memastikan pemerintah daerah melalui instansi terkait akan memberikan perhatian terhadap kebutuhan keluarga tersebut.

Bupati mengatakan, pemerintah daerah akan melihat kebutuhan korban secara menyeluruh, termasuk kemungkinan penanganan terhadap kondisi rumah yang terbakar.

Kami nanti juga akan mencari skema bagaimana rehab rumah bisa kita lakukan,” ujar Bupati Bireuen saat berbincang dengan keluarga korban.

Menurutnya, musibah kebakaran yang mengakibatkan warga kehilangan tempat tinggal membutuhkan perhatian bersama. Pemerintah daerah, kata dia, akan berupaya mencari langkah yang dapat dilakukan sesuai dengan ketentuan dan kemampuan pemerintah.

Kunjungan tersebut juga memperlihatkan bahwa di tengah rangkaian kegiatan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, pemerintah daerah tetap memberikan perhatian terhadap masyarakat yang sedang mengalami musibah.

Setelah mengunjungi korban kebakaran, Bupati Bireuen kemudian melanjutkan agenda dengan melepas peserta Pawai Budaya Karnaval yang digelar dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Bupati menegaskan, momentum kemerdekaan tidak hanya menjadi kesempatan untuk merayakan perjuangan bangsa, tetapi juga menjadi pengingat pentingnya menjaga kepedulian dan semangat kebersamaan di tengah masyarakat.

Di tengah kegembiraan kita memperingati kemerdekaan, kita juga harus tetap peduli kepada saudara-saudara kita yang sedang mengalami musibah. Pemerintah harus hadir dan memberikan dukungan,” katanya.

Delapan Jiwa Kehilangan Tempat Tinggal

Kebakaran yang terjadi di Desa Mata Ie tersebut menghanguskan satu unit rumah konstruksi permanen milik Munzir Wardani (48), warga Dusun Tgk Dihagu, yang berada tepat di samping meunasah setempat.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, sebanyak delapan jiwa yang selama ini menempati rumah tersebut kehilangan tempat tinggal setelah bangunan beserta sebagian besar isinya dilalap api.

Akibat kebakaran, bagian bangunan yang tersisa hanya konstruksi beton rumah. Sementara hampir seluruh isi rumah ludes terbakar. Sejumlah barang masih sempat diselamatkan oleh keluarga dan warga sekitar dengan dikeluarkan ke jalan di depan rumah.

Informasi yang dihimpun di lokasi menyebutkan, api mulai diketahui warga menjelang waktu Magrib. Saat itu, warga melihat kobaran api membesar dari bagian belakang rumah.

Kondisi tersebut sempat membuat warga panik karena kebakaran terjadi ketika masyarakat sedang bersiap melaksanakan salat Magrib. Warga kemudian berupaya membantu keluarga korban sekaligus melakukan langkah awal untuk mencegah api semakin meluas.

Perangkat gampong, masyarakat, anggota Pos Polisi, serta personel Pos Ramil setempat turut berdatangan ke lokasi setelah mengetahui kejadian tersebut. Bantuan pemadam kebakaran kemudian segera diminta untuk menangani kobaran api.

Sebanyak tiga unit mobil pemadam kebakaran dari Pos Induk Kota Bireuen, satu unit dari Pos Pembantu Kecamatan Kutablang, serta satu unit dari Pos Pembantu Kecamatan Juli dikerahkan ke lokasi.

Jarak lokasi kebakaran sekitar 16 kilometer dari pusat Kota Bireuen.

Petugas pemadam bersama warga berjibaku melakukan pemadaman hingga api berhasil dikendalikan. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Camat Peusangan Selatan, Juliadi, S.E., didampingi Keuchik Mata Ie, Ismuhadi (42), mengatakan penyebab kebakaran hingga kini belum diketahui secara pasti.

Menurut keterangan warga, api pertama kali terlihat dari bagian belakang rumah sebelum kemudian membesar dan menghanguskan bangunan serta barang-barang di dalamnya.
Dihuni Dua Keluarga

Rumah yang terbakar tersebut dihuni oleh Munzir Wardani (48), yang sehari-hari bekerja sebagai sopir, bersama istrinya, Salma (44), seorang pegawai negeri sipil (PNS), dan tiga anak mereka.

Ketiga anak tersebut masing-masing Askia Nazila (19), Asyikarul Radhi (15), dan Raffa Al Fikram (13).

Selain keluarga Munzir, rumah tersebut juga ditempati oleh anak mereka, Mulyasir (31), yang bekerja sebagai petani/pekebun, bersama istrinya, Lidia Ariska (25), dan anak mereka, Najwatul Munira (4).

Dengan demikian, sebanyak delapan jiwa dari dua keluarga terdampak langsung akibat kebakaran tersebut.

Musibah itu tidak hanya menyebabkan kerugian material, tetapi juga membuat keluarga korban harus menghadapi kondisi sulit setelah kehilangan tempat tinggal dalam waktu singkat.

Kunjungan Bupati Bireuen bersama jajaran terkait diharapkan menjadi bentuk kehadiran pemerintah dalam membantu keluarga korban melewati masa sulit tersebut.

Pemerintah Kabupaten Bireuen juga akan melakukan koordinasi melalui instansi terkait untuk melihat kebutuhan korban, termasuk penanganan tempat tinggal serta bentuk bantuan lanjutan yang memungkinkan diberikan sesuai ketentuan.

Kehadiran pemerintah di lokasi kebakaran pada akhirnya menjadi bagian dari semangat peringatan kemerdekaan: bahwa kemerdekaan tidak hanya dirayakan melalui berbagai kegiatan dan kemeriahan, tetapi juga diwujudkan melalui kepedulian, kebersamaan, serta kehadiran pemerintah bersama masyarakat ketika menghadapi musibah.