Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Asisten III Buka Seleksi Beasiswa Thalabah Hafizh Al-Qur’an Bireuen Tahun 2026, Diikuti 486 Santri

Selasa, 01 September 2026 | 17:01 WIB Last Updated 2026-09-01T10:01:35Z



Detikacehnews.id | Bireuen – Bupati Bireuen yang diwakili Asisten Administrasi Umum Setdakab Bireuen, Zamzami, S.Pd., MM, secara resmi membuka Seleksi Beasiswa Thalabah Hafizh Al-Qur’an Tahun 2026 di Kompleks Dinas Pendidikan Dayah Kabupaten Bireuen, Selasa (1/9/2026).

Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk perhatian Pemerintah Kabupaten Bireuen terhadap pengembangan pendidikan keagamaan, khususnya pendidikan dayah serta pembinaan generasi muda yang memiliki kemampuan dalam menghafal Al-Qur’an.

Pembukaan seleksi turut dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Dayah Kabupaten Bireuen beserta jajaran, para pimpinan dan pengurus dayah dalam Kabupaten Bireuen, Dewan Hakim, serta para peserta Seleksi Beasiswa Thalabah Hafizh Al-Qur’an Tahun 2026.

Program beasiswa ini tidak hanya diarahkan sebagai bentuk bantuan biaya pendidikan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memberikan apresiasi dan motivasi kepada para santri yang telah menunjukkan kesungguhan dalam menghafal Al-Qur’an.

Melalui program tersebut, Pemerintah Kabupaten Bireuen berupaya mendorong para santri untuk terus meningkatkan kemampuan dan kualitas hafalannya, sekaligus memperkuat keberadaan pendidikan dayah sebagai salah satu pilar penting dalam pembentukan sumber daya manusia yang berilmu, berakhlak, dan memiliki landasan nilai-nilai keagamaan.

Sekretaris Dinas Pendidikan Dayah Kabupaten Bireuen, Abu Bakar, selaku Ketua Panitia dalam laporannya menyampaikan, Seleksi Beasiswa Thalabah Hafizh Al-Qur’an Tahun 2026 diselenggarakan sebagai bentuk apresiasi, motivasi, sekaligus pemberian bantuan biaya pendidikan kepada para santri hafizh Al-Qur’an.

Menurutnya, seleksi tersebut diharapkan dapat memberikan ruang bagi para santri untuk menunjukkan kemampuan hafalan yang telah mereka miliki sekaligus menjadi motivasi agar semakin banyak generasi muda Bireuen yang mencintai, menghafal, memahami, dan mengamalkan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

Seleksi dilaksanakan selama empat hari, mulai Selasa, 1 September hingga Jumat, 4 September 2026. Tahun ini sebanyak 486 santri terdaftar sebagai peserta seleksi.

Para peserta mengikuti seleksi berdasarkan kategori jumlah hafalan yang telah ditentukan oleh panitia. Kategori 1 Juz ‘Amma menjadi kategori dengan jumlah peserta terbanyak, yakni 211 santri.

Selanjutnya, kategori 1 Juz Alif-Lam-Mim diikuti 30 santri, kategori 3 Juz sebanyak 108 santri, kategori 5 Juz sebanyak 56 santri, kategori 10 Juz sebanyak 61 santri, kategori 20 Juz sebanyak 11 santri, serta kategori 30 Juz sebanyak 9 santri.

Keberagaman kategori tersebut menunjukkan adanya minat dan kemampuan hafalan yang cukup beragam di kalangan santri di Kabupaten Bireuen. Para peserta diberikan kesempatan untuk mengikuti seleksi sesuai dengan kategori hafalan yang telah mereka capai.

Untuk memastikan seluruh proses seleksi berlangsung secara objektif, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan, panitia melibatkan Dewan Hakim yang memiliki kompetensi di bidang tahfizh Al-Qur’an.

Dewan Hakim diketuai oleh Dr. Tgk. Nazaruddin Abdullah, MA, dengan anggota terdiri dari Tgk. Malik Adharsyah Syarifuddin, Lc., MA, Tgk. Razali Ismail, Tgk. Razali A. Wahab, Tgk. Zainil Bakri, S.Pd., serta Tgk. Muhammad Rifqi Al Hanif.

Sementara itu, tim penyusun makrak terdiri dari Dr. Tgk. Saifuddin, MA, Tgk. Edi Mizwar, Ustadzah Husna, serta Drs. Yusri, MA, dengan Martunis, S.E., MM sebagai sekretaris.

Keterlibatan para ulama dan akademisi tersebut diharapkan dapat memastikan proses penilaian dilakukan berdasarkan standar yang telah ditetapkan serta mampu menghasilkan peserta terbaik sesuai dengan kemampuan hafalan masing-masing.

Dalam arahannya, Bupati Bireuen yang diwakili Asisten Administrasi Umum, Zamzami, menyampaikan bahwa Bireuen sebagai daerah yang dikenal dengan sebutan “Kota Santri” memiliki komitmen kuat terhadap keberlangsungan dan kemajuan pendidikan dayah.

Komitmen tersebut, kata dia, tidak hanya diwujudkan melalui pembangunan dan peningkatan sarana fisik dayah, tetapi juga melalui berbagai bentuk dukungan terhadap peningkatan kesejahteraan tenaga kependidikan, pembinaan manajemen dayah, serta penyelenggaraan program beasiswa bagi para santri.

Ia menegaskan, pembangunan sumber daya manusia merupakan salah satu aspek penting yang harus terus menjadi perhatian pemerintah daerah. Dalam konteks tersebut, para santri dan penghafal Al-Qur’an merupakan bagian penting dari generasi yang diharapkan mampu memberikan kontribusi positif bagi pembangunan daerah pada masa mendatang.

Investasi pada sumber daya manusia khususnya para santri adalah prioritas utama pemerintah daerah. Melalui Beasiswa Thalabah Hafizh Al-Qur’an ini, kami ingin memastikan bahwa para penghafal kitab suci kita mendapat perhatian layak dan termotivasi untuk terus meningkatkan kualitas hafalannya,” ungkapnya.

Zamzami juga mengingatkan seluruh peserta agar mengikuti proses seleksi dengan sungguh-sungguh dan menjadikan kegiatan tersebut sebagai bagian dari ibadah.

Para santri diminta untuk tidak hanya berorientasi pada hasil seleksi, tetapi juga menjaga adab, sikap, serta akhlak selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.

Ia berharap para peserta dapat menampilkan kemampuan terbaik dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai kejujuran dan sportivitas.

Laksanakan seluruh rangkaian seleksi dengan niat ibadah, junjung tinggi adab, dan berikan kemampuan terbaik. Apa pun hasilnya nanti, teruslah mencintai dan menjaga Al-Qur’an,” pesannya.

Menurutnya, kemampuan menghafal Al-Qur’an merupakan sebuah amanah yang membutuhkan ketekunan dan konsistensi. Karena itu, para santri yang telah memiliki hafalan diharapkan tidak berhenti pada pencapaian jumlah juz semata, tetapi juga terus menjaga hafalan serta meningkatkan pemahaman dan pengamalan terhadap kandungan Al-Qur’an.

Pemerintah Kabupaten Bireuen juga berharap program beasiswa tersebut dapat memberikan dampak jangka panjang terhadap perkembangan pendidikan Islam di daerah. Dukungan terhadap para hafizh diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang tidak hanya memiliki kecakapan akademik, tetapi juga memiliki karakter dan akhlak yang kuat.

Seleksi Beasiswa Thalabah Hafizh Al-Qur’an Tahun 2026 kemudian dilanjutkan dengan pengarahan dan bimbingan dari Dewan Hakim kepada para peserta. Pengarahan tersebut menjadi bagian penting sebelum para santri mengikuti tahapan seleksi sesuai kategori hafalan masing-masing.

Dengan dilaksanakannya seleksi tersebut, Pemerintah Kabupaten Bireuen menegaskan kembali komitmennya dalam memberikan perhatian terhadap pendidikan dayah dan pembinaan para penghafal Al-Qur’an.

Sebanyak 486 santri yang mengikuti seleksi diharapkan dapat mengikuti seluruh tahapan dengan baik, sehingga program beasiswa tersebut benar-benar mampu menjadi bentuk apresiasi sekaligus motivasi bagi generasi Qur’ani di Kabupaten Bireuen untuk terus belajar, menghafal, menjaga, dan mengamalkan Al-Qur’an.