Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Kembali ke Kampus, Wabup Razuardi Kenang Masa Jadi Dosen dan Dekan Umuslim

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:18 WIB Last Updated 2026-08-26T11:18:47Z


 
Detikacehnews.id | Bireuen – Kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Almuslim Tahun 2026 menjadi momen istimewa bagi Wakil Bupati Bireuen, Ir. H. Razuardi, MT. Saat hadir di Kampus Timur Universitas Almuslim, Paya Cut, Peusangan, Rabu (26/8/2026), ia tidak hanya hadir sebagai pejabat daerah, tetapi juga kembali ke lingkungan akademik yang pernah menjadi bagian penting dalam perjalanan pengabdiannya.

Dalam kegiatan tersebut, Razuardi dipercaya menjadi salah satu pemateri PKKMB dengan mengangkat tema “Generasi Muda yang Berkualitas, Berilmu, dan Berdampak untuk Daerah.”

Di hadapan 1.253 mahasiswa baru dari tujuh fakultas dan 33 program studi, Razuardi menyampaikan pentingnya mahasiswa mempersiapkan diri menjadi generasi yang memiliki ilmu pengetahuan, karakter dan kemampuan untuk memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat serta daerah.

Namun, di sela-sela penyampaian materi tersebut, Razuardi juga membawa mahasiswa menelusuri kembali bagian dari perjalanan hidupnya ketika pernah menjadi bagian dari Universitas Almuslim.
Mengenang Masa Menjadi Dosen dan Dekan

Razuardi mengungkapkan bahwa Universitas Almuslim bukanlah tempat yang asing baginya. Jauh sebelum dirinya dipercaya menjadi Wakil Bupati Bireuen, ia pernah mengabdikan diri di kampus tersebut sebagai dosen.

Tidak hanya mengajar, Razuardi juga pernah mendapat kepercayaan untuk memimpin Fakultas Teknik Universitas Almuslim sebagai Dekan pada tahun 2006.

Amanah tersebut dijalaninya selama kurang lebih dua tahun. Masa tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan pengabdiannya di dunia pendidikan.

Kenangan itu kembali muncul ketika ia berada di tengah-tengah mahasiswa baru Universitas Almuslim. Jika dahulu ia berdiri di lingkungan kampus sebagai dosen dan pimpinan fakultas, kali ini ia kembali hadir dengan peran yang berbeda, yakni sebagai Wakil Bupati Bireuen sekaligus pemateri dalam kegiatan PKKMB.

Bagi Razuardi, perubahan peran tersebut menjadi sebuah perjalanan yang menarik. Kampus yang dahulu menjadi tempatnya mengajar dan berdiskusi bersama mahasiswa kini menjadi tempat baginya untuk berbagi pengalaman dan memberikan motivasi kepada generasi muda yang baru memulai pendidikan tinggi.

Kisah tersebut juga menjadi bagian yang memberi warna dalam penyampaian materinya. Ia tidak hanya memberikan teori dan motivasi, tetapi juga berbagi pengalaman perjalanan pengabdian yang pernah dilaluinya.

Berbagi Pengalaman kepada Mahasiswa Baru

Saat menyampaikan materi, Razuardi mengajak mahasiswa baru untuk tidak memandang masa kuliah hanya sebagai proses memperoleh gelar akademik.

Menurutnya, perguruan tinggi merupakan tempat untuk membangun kemampuan, memperluas wawasan, membentuk karakter dan mempersiapkan diri agar mampu mengambil peran di tengah masyarakat.

Ia menekankan bahwa ilmu pengetahuan yang diperoleh mahasiswa harus memiliki manfaat dan dapat diterapkan untuk menjawab berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

Jadilah generasi muda yang berkualitas, berilmu dan mampu memberikan dampak. Ilmu yang saudara peroleh jangan hanya untuk diri sendiri, tetapi bagaimana ilmu tersebut nantinya dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan daerah,” pesan Razuardi.

Ia juga mendorong mahasiswa agar aktif mengembangkan kemampuan selama berada di kampus. Selain mengikuti proses perkuliahan, mahasiswa diharapkan dapat memperkaya pengalaman melalui organisasi, kegiatan akademik, pengabdian masyarakat maupun berbagai aktivitas positif lainnya.

Menurutnya, pengalaman selama menjadi mahasiswa akan menjadi bekal penting ketika mereka nantinya memasuki dunia kerja dan terjun langsung ke tengah masyarakat.

Dari Dosen hingga Menjadi Wakil Bupati

Perjalanan Razuardi dari seorang dosen dan Dekan Fakultas Teknik Universitas Almuslim hingga menjadi Wakil Bupati Bireuen menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pesan yang disampaikannya.

Ia ingin menunjukkan kepada mahasiswa bahwa perjalanan karier dan pengabdian seseorang dapat berkembang melalui berbagai tahapan. Pendidikan, pengalaman dan proses belajar yang dijalani sejak muda menjadi modal penting dalam menjalankan tanggung jawab yang lebih besar.

Karena itu, mahasiswa diminta tidak terburu-buru mengejar hasil, tetapi menikmati setiap proses pembelajaran yang sedang dijalani.

Ia mengajak mahasiswa memanfaatkan masa pendidikan untuk memperkuat kompetensi sekaligus membangun karakter.

Menurutnya, dunia saat ini membutuhkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki integritas, kemampuan beradaptasi, komunikasi yang baik dan kepedulian terhadap lingkungan sosial.

Generasi Muda Harus Berdampak bagi Daerah

Dalam materinya, Razuardi juga menekankan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam pembangunan daerah.

Menurutnya, mahasiswa sebagai kelompok terdidik memiliki peluang besar untuk menjadi bagian dari penyelesaian berbagai persoalan di masyarakat.

Ia berharap mahasiswa Universitas Almuslim dapat mengembangkan potensi sesuai bidang keilmuan masing-masing dan pada waktunya mampu memberikan kontribusi bagi Bireuen.

Saudara adalah generasi yang akan melanjutkan pembangunan daerah. Karena itu, persiapkan diri sejak sekarang. Bangun kompetensi, karakter dan kepedulian agar nantinya mampu memberikan kontribusi terbaik,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan mahasiswa agar mampu mengikuti perkembangan teknologi tanpa kehilangan nilai-nilai etika dan karakter.

Perkembangan teknologi dan dunia digital, menurutnya, harus dimanfaatkan untuk memperluas pengetahuan, meningkatkan keterampilan dan membuka berbagai peluang baru bagi generasi muda.

Kembali ke Kampus dengan Peran Berbeda

Kehadiran Razuardi dalam PKKMB 2026 menjadi momen pertemuan antara masa lalu dan masa kini.

Dua dekade lalu, ia berada di Universitas Almuslim sebagai dosen dan kemudian dipercaya menjadi Dekan Fakultas Teknik. Kini, ia kembali ke lingkungan kampus tersebut sebagai Wakil Bupati Bireuen untuk berbagi pengalaman dan memberikan pembekalan kepada mahasiswa baru.

Perubahan peran itu membuat kehadirannya tidak sekadar menjadi agenda pemerintahan atau kegiatan seremonial. Ada pengalaman panjang yang dapat dibagikan kepada mahasiswa yang baru memulai perjalanan akademiknya.

Melalui materi “Generasi Muda yang Berkualitas, Berilmu, dan Berdampak untuk Daerah”, Razuardi memadukan pengalaman masa lalunya sebagai insan akademik dengan tanggung jawabnya saat ini sebagai pejabat daerah.

Ia berharap 1.253 mahasiswa baru Universitas Almuslim dapat menjadikan masa perkuliahan sebagai kesempatan untuk menyiapkan masa depan, tidak hanya bagi diri sendiri tetapi juga bagi masyarakat dan daerah.

Kegiatan PKKMB pun menjadi ruang bagi Razuardi untuk kembali menyapa dunia akademik yang pernah menjadi bagian dari hidupnya, sekaligus menyampaikan pesan kepada generasi baru agar kelak mampu meneruskan estafet pembangunan dengan ilmu, karakter dan semangat pengabdian.