Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Ini Alasan SMA Negeri 2 Samalanga Dialihkan Menjadi SMK Negeri 1 Samalanga

Jumat, 04 September 2026 | 08:41 WIB Last Updated 2026-09-04T01:41:13Z


 
Detikacehnews.id | Bireuen — Rencana perubahan SMA Negeri 2 Samalanga di Desa Matang Teungoh, Kecamatan Samalanga, Kabupaten Bireuen, menjadi SMK Negeri 1 Samalanga dilatarbelakangi keinginan untuk menghadirkan pendidikan yang lebih berorientasi pada keterampilan bagi generasi muda di wilayah tersebut.

Perubahan dari sekolah menengah atas menjadi sekolah menengah kejuruan dinilai dapat memberikan pilihan pendidikan yang berbeda kepada masyarakat, khususnya bagi siswa yang ingin melanjutkan pendidikan dengan mengembangkan keterampilan tertentu sebagai bekal memasuki dunia kerja maupun membuka usaha secara mandiri.

Kepala SMA Negeri 2 Samalanga, Muzakir, S.Pd., M.Pd., mengatakan perubahan tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan pendidikan di Kecamatan Samalanga.

Hal itu disampaikan Muzakir kepada media ini, Jumat (4/9/2026).

Menurutnya, keberadaan sekolah kejuruan di Kecamatan Samalanga diharapkan dapat memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk memperoleh pendidikan yang tidak hanya menitikberatkan pada kemampuan akademik, tetapi juga keterampilan praktis.

Dengan menjadi SMK, kita ingin memberikan pilihan pendidikan yang lebih mengarah kepada keterampilan. Anak-anak nantinya tidak hanya mendapatkan pengetahuan, tetapi juga memiliki kompetensi yang bisa menjadi bekal setelah tamat,” ujar Muzakir.

Ia menjelaskan, pendidikan kejuruan memiliki karakteristik yang berbeda dengan pendidikan umum. Siswa diarahkan untuk mempelajari bidang tertentu secara lebih spesifik sehingga memiliki kompetensi yang dapat dikembangkan sesuai minat dan bakat masing-masing.

Atas dasar itu, dalam proses perubahan tersebut pihak sekolah menyiapkan tiga jurusan, yakni Desain Komunikasi Visual (DKV), Teknik Sepeda Motor (TSM), dan Tata Busana (TB).

Ketiga jurusan tersebut diharapkan dapat menjadi pilihan bagi siswa dengan minat dan kemampuan yang berbeda.

Jurusan DKV diarahkan untuk siswa yang memiliki ketertarikan terhadap bidang desain dan kreativitas, termasuk bidang yang berkaitan dengan perkembangan teknologi digital dan industri kreatif.

Sementara TSM memberikan pilihan bagi siswa yang tertarik pada bidang otomotif, khususnya teknik dan perawatan sepeda motor. Kompetensi tersebut nantinya diharapkan dapat menjadi bekal untuk bekerja maupun mengembangkan usaha di bidang jasa otomotif.

Adapun Tata Busana disiapkan bagi siswa yang memiliki minat terhadap bidang desain dan produksi pakaian serta industri kreatif yang berkaitan dengan busana.

Ketiga jurusan ini kita pilih agar anak-anak mempunyai beberapa pilihan sesuai minat dan bakat mereka. DKV, TSM dan Tata Busana juga sudah mendapatkan izin,” kata Muzakir.

Menurutnya, keberadaan SMK Negeri 1 Samalanga nantinya diharapkan dapat menjawab kebutuhan masyarakat terhadap pendidikan yang memberikan keterampilan secara langsung.

Lulusan SMK juga memiliki peluang untuk mengembangkan kompetensinya tidak hanya melalui dunia kerja, tetapi juga dengan menciptakan peluang usaha sendiri. Hal tersebut menjadi salah satu nilai penting yang ingin dibangun melalui perubahan sekolah tersebut.

Tidak Sekadar Ganti Nama

Muzakir menegaskan, perubahan SMA Negeri 2 Samalanga menjadi SMK Negeri 1 Samalanga bukan sekadar perubahan nomenklatur atau nama sekolah.

Lebih dari itu, perubahan tersebut merupakan bagian dari upaya mengubah orientasi pendidikan agar peserta didik memperoleh kompetensi kejuruan yang dapat diterapkan secara praktis.

Ini bukan hanya persoalan pergantian nama sekolah. Kita ingin ke depan anak-anak mendapatkan keterampilan yang bisa mereka gunakan untuk melanjutkan pendidikan, bekerja atau berwirausaha,” jelasnya.

Proses perubahan tersebut saat ini telah memasuki tahapan penting. DPMPTSP Provinsi Aceh telah menerbitkan izin perubahan nomenklatur, izin operasional SMK serta izin untuk tiga jurusan yang akan dibuka.

Pihak sekolah kini masih menunggu proses administrasi Dapodik dan NPSN sebelum seluruh tahapan menuju operasional SMK dapat diselesaikan.

Muzakir berharap perubahan tersebut dapat segera rampung sehingga masyarakat Samalanga dan wilayah sekitar memiliki pilihan baru untuk pendidikan tingkat menengah.

Insya Allah dalam beberapa bulan ke depan kita berharap SMK Negeri 1 Samalanga sudah dapat hadir,” pungkasnya.

Kehadiran SMK Negeri 1 Samalanga nantinya diharapkan tidak hanya memperluas akses pendidikan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi langkah untuk mempersiapkan generasi muda Samalanga agar memiliki keterampilan yang lebih sesuai dengan kebutuhan dunia kerja dan peluang usaha di masa mendatang.