Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

SMA Negeri 2 Samalanga Siap Beralih Menjadi SMK Negeri 1 Samalanga, Tiga Jurusan Kejuruan Resmi Dapat Izin

Kamis, 03 September 2026 | 18:06 WIB Last Updated 2026-09-03T11:07:50Z



Detikacehnews.id | Bireuen — Kabar baik datang dari dunia pendidikan Kecamatan Samalanga, Kabupaten Bireuen. SMA Negeri 2 Samalanga yang berada di Desa Matang Teungoh kini tengah berproses bertransformasi menjadi SMK Negeri 1 Samalanga.

Perubahan tersebut ditandai dengan telah terbitnya sejumlah izin dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Aceh. Proses pengurusan perubahan nomenklatur hingga izin operasional tersebut dilakukan oleh Kepala SMA Negeri 2 Samalanga, Muzakir, S.Pd., M.Pd., bersama rekan-rekan guru.

Hal tersebut disampaikan Kepala SMA Negeri 2 Samalanga, Muzakir, S.Pd., M.Pd., kepada media ini, Kamis (3/9/2026).

Menurut Muzakir, proses perubahan dari SMA Negeri 2 Samalanga menjadi SMK Negeri 1 Samalanga saat ini telah memasuki tahapan penting. Bahkan, pada bulan lalu pihak sekolah telah menerima lima surat izin yang menjadi dasar dalam proses pembentukan sekolah kejuruan tersebut.

Alhamdulillah, bulan lalu kami sudah keluar lima surat izin,” ujar Muzakir.

Lima izin tersebut masing-masing terdiri atas izin perubahan nomenklatur atau balik nama dari SMA Negeri 2 Samalanga menjadi SMK Negeri 1 Samalanga, izin operasional SMK, izin pembukaan jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV), izin jurusan Teknik Sepeda Motor (TSM), serta izin jurusan Tata Busana (TB).

Kepala SMA Negeri 2 Samalanga, Muzakir, S.Pd., M.Pd.



Terbitnya lima izin tersebut menjadi langkah penting bagi Kecamatan Samalanga yang selama ini belum memiliki sekolah menengah kejuruan negeri. Dengan perubahan tersebut, nantinya masyarakat akan memiliki pilihan pendidikan yang lebih beragam bagi anak-anak setelah menyelesaikan pendidikan tingkat SMP atau sederajat.

Muzakir menjelaskan, proses administrasi belum sepenuhnya selesai. Saat ini pihak sekolah masih menunggu penyelesaian tahapan terkait Data Pokok Pendidikan (Dapodik) dan Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN) sebagai bagian dari proses administrasi sekolah setelah perubahan nomenklatur.

Untuk saat ini kami masih dalam proses. Izin dari DPMPTSP sudah keluar, tinggal menunggu Dapodik dan NPSN,” jelasnya.

Tiga Jurusan Jadi Pilihan Awal

Dalam transformasi tersebut, SMK Negeri 1 Samalanga direncanakan membuka tiga kompetensi keahlian, yaitu Desain Komunikasi Visual (DKV), Teknik Sepeda Motor (TSM), dan Tata Busana (TB). Ketiga jurusan tersebut juga telah memperoleh izin dari DPMPTSP Provinsi Aceh.

Pemilihan tiga jurusan tersebut diharapkan mampu memberikan ruang bagi peserta didik untuk mengembangkan keterampilan sesuai minat dan bakat masing-masing. Selain mendapatkan pengetahuan umum, siswa nantinya akan diarahkan untuk memiliki kompetensi yang dapat menjadi bekal melanjutkan pendidikan maupun memasuki dunia kerja.

Jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV) menjadi salah satu pilihan yang relevan dengan perkembangan teknologi dan ekonomi kreatif. Peserta didik nantinya dapat mengembangkan kemampuan di bidang desain, komunikasi visual dan kreativitas berbasis teknologi.

Sementara Teknik Sepeda Motor (TSM) disiapkan sebagai bidang keterampilan yang berkaitan dengan dunia otomotif, khususnya perawatan dan perbaikan sepeda motor. Bidang tersebut dinilai memiliki peluang yang cukup luas karena kebutuhan terhadap tenaga terampil di sektor otomotif terus berkembang.

Adapun Tata Busana (TB) diarahkan untuk memberikan keterampilan kepada peserta didik dalam bidang busana dan industri kreatif, mulai dari desain, pembuatan pola hingga proses pembuatan pakaian.

Ketiga bidang tersebut diharapkan dapat menjadi modal bagi lulusan untuk tidak hanya mencari pekerjaan, tetapi juga memiliki peluang membuka usaha secara mandiri.

Muzakir berharap seluruh tahapan administrasi dan persiapan dapat diselesaikan dengan baik sehingga SMK Negeri 1 Samalanga dapat segera beroperasi.

Menurutnya, perubahan tersebut merupakan bagian dari upaya menghadirkan pendidikan kejuruan yang lebih dekat dengan masyarakat Samalanga dan sekitarnya.

Insya Allah, dalam beberapa bulan ke depan kita berharap akan hadir sebuah sekolah SMK Negeri di Kecamatan Samalanga,” katanya.

Ia menambahkan, proses menuju perubahan tersebut tidak dilakukan sendiri. Pihak sekolah bersama sejumlah guru terus berkoordinasi dan melengkapi berbagai persyaratan yang dibutuhkan agar transformasi sekolah dapat berjalan sesuai ketentuan.

Kehadiran SMK Negeri 1 Samalanga nantinya diharapkan menjadi angin segar bagi masyarakat, khususnya bagi lulusan SMP sederajat yang ingin melanjutkan pendidikan dengan orientasi keterampilan.

Dengan telah diterbitkannya izin perubahan nomenklatur, izin operasional serta izin tiga jurusan, langkah menuju berdirinya SMK Negeri 1 Samalanga kini semakin konkret. Tinggal menunggu penyelesaian administrasi Dapodik dan NPSN serta sejumlah persiapan teknis lainnya.

Muzakir berharap dukungan dari berbagai pihak terus mengalir sehingga proses perubahan tersebut dapat segera rampung dan sekolah dapat memberikan pelayanan pendidikan secara maksimal.

Harapan kita tentu dengan adanya SMK negeri ini, anak-anak di Samalanga dan daerah sekitar nantinya memiliki lebih banyak pilihan untuk melanjutkan pendidikan sesuai minat dan keterampilan yang mereka miliki,” pungkasnya.

Jika seluruh tahapan berjalan lancar, transformasi SMA Negeri 2 Samalanga menjadi SMK Negeri 1 Samalanga akan menambah pilihan pendidikan kejuruan negeri di Kabupaten Bireuen. Tiga kompetensi awal yang disiapkan, yakni DKV, TSM dan Tata Busana, diharapkan mampu menjadi pijakan awal dalam mencetak lulusan yang terampil, kreatif, mandiri dan siap menghadapi kebutuhan dunia kerja.