Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Puluhan Anak Ikuti Gerakan From Books to Action, Belajar Mencintai Buku Sekaligus Peduli Lingkungan

Minggu, 20 September 2026 | 15:31 WIB Last Updated 2026-09-20T08:31:07Z


Detikacehnews.id |Banda Aceh – Puluhan anak bersama orang tua mengikuti kegiatan literasi dan kepedulian lingkungan bertajuk “From Books to Action: Read, Clean Up & Care For Our Planet” yang digelar Komunitas Literasi Read Aloud Anak Banda Aceh berkolaborasi dengan komunitas lingkungan Sobotik (Sofa Botol Plastik).

Kegiatan yang berlangsung di Taman Ratu Safiatuddin, Banda Aceh, Minggu (20/9/2026), sejak pukul 09.00 WIB hingga selesai, menjadi ruang edukasi bagi anak-anak untuk mengenal pentingnya membaca sekaligus membangun kepedulian terhadap lingkungan melalui kegiatan yang menyenangkan dan melibatkan keluarga.

Kegiatan tersebut dibuka secara gratis bagi anak usia 3 hingga 8 tahun bersama orang tua. Konsep kegiatan dirancang untuk mempertemukan aktivitas literasi dengan aksi nyata menjaga kebersihan lingkungan, sehingga anak tidak hanya memperoleh pengetahuan melalui buku, tetapi juga diajak mempraktikkan nilai-nilai yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari.

Kolaborasi dua komunitas tersebut menghadirkan tiga agenda utama, yakni Membaca Nyaring (Read Aloud), aksi Clean Up, serta games kreasi dari sampah yang melibatkan anak dan orang tua.

Pada sesi pertama, anak-anak mengikuti kegiatan membaca nyaring bersama Bunda Nourica, pegiat literasi dari Read Aloud Anak Banda Aceh. Melalui metode membaca nyaring, anak-anak diajak menyimak cerita, berinteraksi, mengajukan pertanyaan, serta mengembangkan imajinasi dari cerita yang dibacakan.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan aksi Clean Up bersama Ayah Zal, Founder Sobotik. Anak-anak diajak turun langsung mengenali dan memungut sampah yang berada di lingkungan sekitar taman. Aktivitas tersebut menjadi pengalaman sederhana bagi anak untuk memahami bahwa menjaga kebersihan lingkungan bukan hanya tanggung jawab orang dewasa, tetapi juga dapat dimulai dari kebiasaan kecil sejak usia dini.

Tidak berhenti pada kegiatan membaca dan membersihkan lingkungan, anak-anak bersama orang tua juga mengikuti games kreasi dari sampah. Berbagai barang bekas yang sebelumnya dianggap tidak memiliki nilai guna dimanfaatkan kembali menjadi karya kreatif.

Ketua Pelaksana kegiatan, Mira Apriyanti, menyampaikan apresiasi atas antusiasme anak-anak dan orang tua yang mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.

Alhamdulillah, anak-anak sangat antusias dan kreatif semua. Mereka tidak hanya mendengarkan cerita dengan semangat, tetapi juga aktif saat clean up dan membuat kreasi dari sampah. Ini membuktikan bahwa anak-anak bisa belajar mencintai buku dan bumi sekaligus dengan cara yang menyenangkan,” ujar Mira.

Menurutnya, kegiatan tersebut diharapkan tidak hanya menjadi aktivitas satu hari, tetapi dapat menjadi awal terbentuknya kebiasaan positif di lingkungan keluarga.

Mira berharap kolaborasi antara komunitas literasi dan komunitas lingkungan dapat terus dikembangkan sehingga kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan di ruang-ruang publik.

Harapan kami, kegiatan From Books to Action ini tidak berhenti di sini. Semoga menjadi pemantik kebiasaan baik di rumah anak gemar membaca, orang tua terlibat, dan keluarga semakin peduli lingkungan,” katanya.

Ia juga mengangkat semangat “Little Stories, Big Memories” sebagai bagian dari pesan kegiatan tersebut.

Cerita kecil hari ini bisa menjadi memori besar untuk masa depan anak-anak,” tambahnya.

Sementara itu, Founder Sobotik, Ayah Zal, mengatakan pihaknya menyambut positif kolaborasi dengan Read Aloud Anak Banda Aceh. Menurutnya, edukasi mengenai lingkungan akan lebih mudah diterima anak apabila disampaikan melalui pengalaman langsung dan aktivitas kreatif.

Senang sekali bisa berkolaborasi dengan Read Aloud Anak Banda Aceh. Kami di Sobotik percaya perubahan besar dimulai dari aksi kecil,” ujar Ayah Zal.

Ia menjelaskan, kegiatan tersebut sekaligus memperkenalkan kepada anak-anak bahwa barang yang dianggap sebagai sampah masih dapat dimanfaatkan kembali melalui proses kreatif.

Hari ini anak-anak belajar bahwa botol plastik yang mereka pungut bisa punya kehidupan kedua. Pesan saya, jangan lihat sampah sebagai akhir, tetapi sebagai awal kreasi,” katanya.

Ayah Zal berharap pengalaman yang diperoleh anak-anak dalam kegiatan tersebut dapat terbawa ke lingkungan rumah dan kehidupan sehari-hari.

Semoga setelah ini anak-anak semakin sayang bumi dan berani menegur kalau ada yang buang sampah sembarangan,” tambahnya.

Dari sisi literasi, kegiatan membaca nyaring menjadi bagian penting dalam membangun interaksi antara anak, buku dan orang tua. Bunda Nourica, pegiat literasi yang menjadi pembaca nyaring dalam kegiatan tersebut, mengaku terharu melihat respons anak-anak selama mengikuti sesi membaca.

Membaca nyaring itu bukan sekadar membacakan buku, tetapi membangun koneksi. Hari ini koneksinya terasa kuat sekali. Mata mereka berbinar, mereka bertanya, mereka berimajinasi tentang bumi yang bersih,” ungkap Bunda Nourica.

Menurutnya, respons anak-anak menunjukkan bahwa kegiatan literasi dapat menjadi sarana untuk menanamkan berbagai nilai, termasuk kepedulian terhadap lingkungan, empati dan rasa tanggung jawab.

Kesan saya, anak-anak Banda Aceh itu cerdas dan empatik. Pesan saya untuk Ayah Bunda, luangkan 15 menit sehari untuk membacakan buku. Dari situlah kepedulian itu tumbuh,” tuturnya.

Kegiatan From Books to Action juga menjadi bagian dari upaya memperkenalkan gaya hidup berkelanjutan kepada anak melalui pendekatan yang sederhana dan sesuai dengan usia mereka.

Pemilihan Taman Ratu Safiatuddin sebagai lokasi kegiatan turut memberikan pesan tersendiri. Ruang publik tidak hanya dapat digunakan sebagai tempat bermain dan berkumpul, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai ruang belajar yang menghadirkan pengalaman edukatif secara langsung.

Melalui kegiatan membaca, membersihkan lingkungan dan membuat karya dari barang bekas, anak-anak mendapatkan pengalaman belajar yang menghubungkan pengetahuan dari buku dengan kondisi lingkungan di sekitar mereka.

Konsep tersebut sekaligus memperlihatkan pentingnya keterlibatan orang tua dalam membangun kebiasaan positif anak. Ketika aktivitas membaca dan kepedulian lingkungan dilakukan bersama keluarga, proses pembelajaran tidak berhenti ketika kegiatan selesai, tetapi berpeluang diteruskan di rumah.

Kolaborasi Read Aloud Anak Banda Aceh dan Sobotik dengan demikian tidak hanya menghadirkan kegiatan untuk mengisi waktu anak di akhir pekan. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi ruang pertemuan antara literasi, kreativitas, pendidikan lingkungan dan keterlibatan keluarga.

Dari sebuah buku, anak-anak diajak mengenal cerita. Dari cerita, mereka diajak memahami nilai. Selanjutnya, nilai tersebut diterjemahkan dalam tindakan sederhana melalui kegiatan membersihkan lingkungan dan mengolah kembali barang bekas.

Semangat tersebut menjadi inti dari “From Books to Action”, bahwa budaya membaca dapat berjalan beriringan dengan pembentukan karakter dan kepedulian terhadap lingkungan sejak usia dini.