Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Bupati Bireuen Lantik Anggota MPA Periode 2026-2031

Kamis, 01 Oktober 2026 | 19:27 WIB Last Updated 2026-10-01T12:31:59Z




Detikacehnews.id | Bireuen – Bupati Bireuen Ir. Mukhlis, S.T. melantik Anggota Majelis Pendidikan Aceh (MPA) Kabupaten Bireuen Periode 2026-2031 dalam sebuah prosesi yang berlangsung di Oproom Kantor Pusat Pemerintahan Kabupaten Bireuen, Kamis (1/10/2026).

Pelantikan tersebut menjadi bagian penting dalam upaya memperkuat peran kelembagaan MPA sebagai salah satu mitra strategis Pemerintah Kabupaten Bireuen dalam memberikan pertimbangan, masukan, serta rekomendasi terhadap berbagai kebijakan dan program pembangunan di bidang pendidikan.

Kehadiran MPA diharapkan tidak hanya menjadi bagian dari struktur kelembagaan pendidikan, tetapi juga mampu menjalankan fungsi strategis dalam memberikan pandangan yang objektif terhadap berbagai persoalan pendidikan yang dihadapi masyarakat.

Prosesi pelantikan turut dihadiri Anggota DPRK Bireuen, Ketua MPU Bireuen, para ketua lembaga keistimewaan Aceh, para Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama dan Administrator di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bireuen, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bireuen, Rektor Universitas Al Muslim, serta anggota MPA Kabupaten Bireuen Periode 2026-2031.




Rangkaian kegiatan diawali dengan pengambilan sumpah/janji jabatan keanggotaan MPA Kabupaten Bireuen Periode 2026-2031 yang dipimpin langsung oleh Bupati Bireuen.

Setelah pengucapan sumpah/janji, prosesi dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara sumpah/janji sebagai bagian dari rangkaian resmi pelantikan. Selanjutnya, dilakukan pemasangan pin secara simbolis kepada anggota MPA yang baru dilantik.

Adapun anggota MPA Kabupaten Bireuen Periode 2026-2031 yang dilantik yakni Dr. Diana, M.A., Dr. Dhiauddin, M. Usdami, S.E., M.M., Salman, S.T., Syafruddin Daud, S.Pd., Hanafiah, S.Pd., M.Pd., Ibrahim Harun, S.Pd., Saiful Ma’ali, ST., Yusri, S.Sos., M.Si., Syafie M. Isa, S.Pd., serta Abdul Munaf Isda, S.Ag.
Amanah Menentukan Arah Pendidikan*

Dalam sambutannya, Bupati Bireuen Ir. Mukhlis, S.T. menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh anggota MPA yang telah dilantik. Ia berharap para anggota dapat menjalankan amanah tersebut dengan penuh tanggung jawab dan memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Bireuen.

Menurut Bupati, pelantikan tersebut tidak semata-mata merupakan agenda seremonial atau pengisian keanggotaan lembaga, tetapi memiliki makna yang lebih besar karena berkaitan dengan tanggung jawab bersama dalam menentukan arah pembangunan pendidikan di daerah.

“Pelantikan ini bukan sekadar pengisian kepengurusan, tetapi merupakan amanah untuk ikut menentukan arah dan masa depan pendidikan di Kabupaten Bireuen,” ujar Bupati.

Ia menegaskan, pendidikan merupakan salah satu fondasi utama dalam membangun kualitas sumber daya manusia. Karena itu, pembangunan pendidikan harus dilakukan secara berkelanjutan dengan memperhatikan berbagai aspek, mulai dari kualitas pembelajaran, kompetensi pendidik, pemerataan akses, hingga pembentukan karakter peserta didik.

Bupati menilai pembangunan pendidikan tidak cukup hanya diukur dari ketersediaan sarana dan prasarana. Lebih dari itu, pendidikan harus mampu membentuk generasi yang memiliki karakter kuat, akhlak yang baik, kemampuan beradaptasi, serta kesiapan menghadapi perubahan yang berlangsung begitu cepat.

Menurutnya, perkembangan teknologi dan perubahan sosial membawa tantangan baru bagi dunia pendidikan. Kondisi tersebut membutuhkan kebijakan yang mampu menjawab kebutuhan zaman tanpa menghilangkan identitas dan nilai-nilai yang menjadi karakter masyarakat Aceh.

Karena itu, MPA diharapkan dapat mengambil peran dalam memberikan pemikiran dan rekomendasi yang relevan terhadap berbagai persoalan pendidikan di Kabupaten Bireuen.

MPA Diharapkan Berikan Masukan Objektif

Bupati juga berharap anggota MPA mampu menjalankan tugas secara objektif, konstruktif dan berdasarkan kondisi nyata yang terjadi di lapangan.

Ia menilai, keberadaan MPA akan semakin bermakna apabila mampu menjadi ruang bagi lahirnya berbagai pemikiran dan rekomendasi yang dapat membantu pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan pendidikan.

“Kita ingin setiap kebijakan pendidikan lahir dari kebutuhan nyata masyarakat, didukung data yang kuat, serta memberikan manfaat langsung bagi peserta didik,” katanya.

Menurutnya, masukan dari MPA sangat dibutuhkan agar kebijakan yang diambil pemerintah daerah tidak hanya bersifat administratif, tetapi benar-benar mampu menjawab persoalan pendidikan yang dihadapi masyarakat.

Berbagai persoalan seperti pemerataan akses pendidikan, anak putus sekolah, kualitas tenaga pendidik, pendidikan karakter, hingga pemanfaatan teknologi dalam proses pembelajaran, kata Bupati, membutuhkan perhatian dan pemikiran bersama.

Untuk itu, ia mendorong agar MPA dapat melakukan kajian dan memberikan rekomendasi berdasarkan data serta kondisi faktual di lapangan.

“Sebagai mitra pemerintah daerah, MPA diharapkan dapat memberikan masukan yang objektif dan konstruktif, sehingga setiap kebijakan yang dihasilkan benar-benar memberikan dampak bagi peningkatan mutu pendidikan,” ujarnya.

Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor

Lebih lanjut, Bupati Mukhlis menekankan bahwa pembangunan pendidikan tidak dapat dilakukan oleh pemerintah daerah sendiri. Diperlukan kolaborasi berbagai pihak agar program pendidikan dapat berjalan secara efektif dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

Kolaborasi tersebut mencakup Pemerintah Kabupaten Bireuen, MPA, sekolah, dayah, perguruan tinggi, Kementerian Agama, lembaga pendidikan lainnya, serta masyarakat.

Menurutnya, setiap unsur memiliki peran masing-masing dalam membangun ekosistem pendidikan yang sehat dan berkelanjutan.

Pemerintah daerah memiliki tanggung jawab dalam penyusunan kebijakan dan dukungan program, sementara lembaga pendidikan menjadi ujung tombak pelaksanaan proses pendidikan. Perguruan tinggi juga memiliki peran penting melalui pengembangan ilmu pengetahuan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Sementara itu, masyarakat dan keluarga menjadi bagian penting dalam membentuk lingkungan pendidikan yang mendukung tumbuh kembang anak.

Bupati mengatakan, sinergi lintas sektor tersebut diperlukan untuk menghadapi berbagai tantangan pendidikan, termasuk persoalan anak putus sekolah, peningkatan kualitas pembelajaran, pendidikan karakter, pemerataan kesempatan belajar, serta pemanfaatan teknologi secara positif.

“Kolaborasi antara Pemerintah Daerah, MPA, sekolah, dayah, perguruan tinggi dan masyarakat sangat penting dalam meningkatkan mutu pendidikan, pemerataan akses, penanganan anak putus sekolah, pendidikan karakter serta menghadapi perkembangan teknologi,” katanya.

Siapkan Generasi Bireuen yang Berdaya Saing

Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga menyampaikan harapannya agar pembangunan pendidikan di Kabupaten Bireuen mampu melahirkan generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter dan akhlak yang kuat.

Ia menekankan bahwa kecerdasan harus berjalan seiring dengan pembentukan karakter, kemandirian dan tanggung jawab sosial.

“Kita ingin melahirkan generasi Bireuen yang cerdas, berkarakter, berakhlak, mandiri, memiliki daya saing dan tetap memiliki jati diri ke-Aceh-an serta nilai-nilai keislaman,” tegasnya.

Menurut Bupati, kemajuan teknologi dan keterbukaan informasi harus diimbangi dengan kemampuan generasi muda dalam menyaring informasi dan menjaga nilai-nilai yang menjadi identitas masyarakat.

Pendidikan, kata dia, harus mampu menjadi sarana untuk membangun generasi yang terbuka terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, tetapi tetap memiliki akar budaya, karakter dan nilai moral yang kuat.

Karena itu, Bupati berharap anggota MPA dapat memberikan perhatian terhadap aspek pendidikan karakter dan penguatan nilai-nilai keislaman dalam berbagai rekomendasi yang diberikan kepada pemerintah daerah.

Diminta Berani Memberikan Kritik dan Solusi

Bupati Mukhlis juga berpesan kepada seluruh anggota MPA yang baru dilantik agar menjadikan amanah tersebut sebagai ruang pengabdian kepada masyarakat.

Ia mengharapkan MPA tidak hanya memberikan apresiasi terhadap kebijakan pemerintah, tetapi juga berani menyampaikan kritik dan masukan apabila terdapat hal-hal yang perlu diperbaiki.

Namun demikian, kritik tersebut diharapkan tetap disampaikan secara konstruktif dengan menghadirkan alternatif solusi yang dapat dipertimbangkan oleh pemerintah daerah.

“Kita membutuhkan mitra yang berani menyampaikan apa yang benar, sekaligus mampu menawarkan solusi,” ujarnya.

Menurut Bupati, perbedaan pandangan dalam proses pembangunan merupakan hal yang wajar. Justru melalui dialog, kajian dan pertukaran pemikiran, berbagai kebijakan dapat disusun secara lebih matang dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Karena itu, ia berharap MPA dapat menjalankan fungsinya secara independen, profesional dan bertanggung jawab, serta mampu membangun komunikasi yang baik dengan pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan pendidikan.

Dengan dilantiknya anggota MPA periode 2026-2031, Bupati berharap hubungan kelembagaan antara pemerintah daerah dan MPA semakin kuat sehingga dapat menghasilkan berbagai rekomendasi strategis bagi kemajuan pendidikan di Kabupaten Bireuen.

“Mari kita bersama-sama membangun pendidikan Bireuen, karena masa depan Bireuen sesungguhnya sedang kita siapkan melalui pendidikan hari ini,” pungkasnya.

Pelantikan tersebut sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama bahwa pembangunan pendidikan merupakan investasi jangka panjang bagi daerah. Melalui sinergi pemerintah, MPA, lembaga pendidikan, perguruan tinggi, dayah dan masyarakat, diharapkan kualitas sumber daya manusia Bireuen dapat terus meningkat serta mampu menjawab tantangan masa depan dengan tetap berpegang pada karakter dan nilai-nilai ke-Aceh-an serta keislaman.