Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Didampingi KJRI Davao, Universitas Almuslim Perkuat Kerja Sama Internasional dengan University of Southern Mindanao Filipina

Jumat, 16 Oktober 2026 | 16:08 WIB Last Updated 2026-10-16T09:11:50Z


 
Detikacehnews.id | Filipina – Universitas Almuslim (Umuslim), Aceh, terus memperluas jejaring kerja sama internasional melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan University of Southern Mindanao (USM), Filipina. Penandatanganan kerja sama tersebut turut didampingi oleh Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Davao City sebagai bagian dari upaya memperkuat hubungan pendidikan dan kolaborasi akademik antara Indonesia dan Filipina.

Kerja sama ini menjadi langkah strategis Universitas Almuslim dalam memperluas jangkauan kolaborasi akademik di tingkat internasional, sekaligus mendukung upaya pengembangan perguruan tinggi menuju institusi yang unggul, berdaya saing, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Penandatanganan MoU tersebut merupakan tindak lanjut dari komunikasi dan penjajakan kerja sama yang telah dibangun kedua institusi sebelumnya. Salah satu momentum penting dalam proses tersebut adalah kunjungan Rektor Universitas Almuslim, Dr. Marwan, M.Pd., ke University of Southern Mindanao pada awal 2025.




Kunjungan tersebut membuka ruang dialog bagi kedua perguruan tinggi untuk mengenali potensi, keunggulan, serta peluang kolaborasi yang dapat dikembangkan bersama. Melalui komunikasi yang berkelanjutan, penjajakan itu kini berlanjut ke tahap kemitraan institusional yang lebih konkret.

Rektor Universitas Almuslim, Dr. Marwan, M.Pd., menegaskan bahwa kerja sama internasional merupakan bagian penting dari strategi pengembangan Universitas Almuslim menuju perguruan tinggi unggul. Menurutnya, internasionalisasi perguruan tinggi tidak cukup hanya ditandai dengan bertambahnya jumlah mitra atau terlaksananya penandatanganan dokumen kerja sama, tetapi harus diwujudkan melalui program yang terencana dan memberikan manfaat bagi seluruh pihak.

“Menuju Universitas Almuslim yang unggul, kami terus meningkatkan kolaborasi internasional yang memiliki dampak nyata. Kerja sama tidak cukup hanya pada penandatanganan MoU, tetapi harus diikuti dengan implementasi melalui penelitian bersama, pengabdian kepada masyarakat, pertukaran mahasiswa dan dosen, serta berbagai program akademik yang memberikan manfaat bagi kedua institusi dan masyarakat,” ujar Dr. Marwan.

Menurutnya, kemitraan dengan University of Southern Mindanao memiliki peluang besar untuk dikembangkan karena kedua perguruan tinggi mempunyai bidang keilmuan dan pengalaman akademik yang dapat saling melengkapi. Potensi tersebut mencakup pertanian, pendidikan, teknik, kesehatan, ilmu sosial, hingga pemberdayaan masyarakat.

Salah satu bidang yang dinilai memiliki peluang untuk dikembangkan adalah pertanian, termasuk pengalaman Universitas Almuslim dalam pengembangan padi gogo atau upland rice. Potensi ini dapat menjadi ruang pertukaran pengetahuan, pengembangan penelitian, serta penguatan inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat di kedua wilayah.

Tiga Fakultas Universitas Almuslim Paparkan Potensi Kolaborasi

Penandatanganan MoU tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga diisi dengan pembahasan mengenai peluang kerja sama yang dapat ditindaklanjuti melalui program akademik dan penelitian. Dalam pertemuan tersebut, tiga fakultas Universitas Almuslim, yakni Fakultas Pertanian, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), serta Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), memaparkan sejumlah bidang potensial untuk dikembangkan bersama University of Southern Mindanao.

Fakultas Pertanian menyampaikan peluang kolaborasi dalam bidang penelitian pertanian, pengembangan komoditas, pertukaran pengetahuan, serta kegiatan akademik yang sesuai dengan karakteristik dan potensi kedua wilayah. Kerja sama ini diharapkan membuka kesempatan bagi dosen dan peneliti untuk saling berbagi pengalaman serta mengembangkan kajian yang mendukung kemajuan sektor pertanian.

Bidang pertanian menjadi salah satu perhatian karena memiliki keterkaitan langsung dengan kehidupan masyarakat dan pembangunan daerah. Melalui kolaborasi lintas negara, kedua institusi berpeluang mengembangkan penelitian yang tidak hanya berorientasi pada penguatan akademik, tetapi juga dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.

Sementara itu, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) membahas potensi kerja sama dalam bidang pendidikan, peningkatan kapasitas dosen dan mahasiswa, pertukaran akademik, mobilitas mahasiswa (student mobility), serta peluang penelitian dan publikasi ilmiah bersama.

Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperluas wawasan sivitas akademika, meningkatkan pengalaman pembelajaran lintas budaya, serta membuka kesempatan bagi mahasiswa dan dosen untuk mengenal sistem pendidikan dan praktik akademik di negara mitra.

Adapun Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) memaparkan peluang kerja sama dalam bidang sosial dan politik, komunikasi, pembangunan masyarakat, hubungan internasional, serta berbagai kajian sosial yang berkaitan dengan dinamika masyarakat Indonesia dan Filipina.

Pembahasan lintas fakultas ini menjadi bagian penting dalam membangun kerja sama yang sesuai dengan keunggulan masing-masing institusi. Dengan demikian, pelaksanaan MoU diharapkan dapat berkembang menjadi program yang melibatkan fakultas, dosen, mahasiswa, peneliti, serta unit kerja terkait secara berkelanjutan.

Penelitian, Pengabdian Masyarakat, dan Pertukaran Mahasiswa Menjadi Prioritas

Dalam pengembangan kerja sama tersebut, Universitas Almuslim mendorong tiga bidang utama sebagai fokus implementasi, yaitu penelitian bersama (research), pengabdian kepada masyarakat (community engagement/community service), dan mobilitas mahasiswa (student mobility).

Pada bidang penelitian, kedua perguruan tinggi diharapkan dapat membangun kolaborasi antardosen dan peneliti melalui penelitian bersama, publikasi ilmiah, seminar internasional, konferensi, serta pertukaran pengetahuan sesuai dengan bidang keahlian masing-masing.

Kolaborasi penelitian lintas negara diharapkan dapat memperkaya perspektif akademik, memperluas jaringan peneliti, dan membuka peluang pengembangan kajian yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Kerja sama ini juga menjadi kesempatan bagi kedua universitas untuk saling memanfaatkan pengalaman dan kapasitas akademik dalam menghasilkan karya ilmiah yang berkualitas.

Pada bidang pengabdian kepada masyarakat, kerja sama diarahkan untuk mendorong keterlibatan akademisi dan mahasiswa dari kedua negara dalam berbagai program pemberdayaan masyarakat. Bidang yang berpotensi dikembangkan antara lain pertanian, pendidikan, pembangunan sosial, pemberdayaan masyarakat, dan pembangunan berkelanjutan.

Melalui program tersebut, kegiatan akademik diharapkan tidak hanya berlangsung di lingkungan kampus, tetapi juga dapat menjangkau masyarakat melalui penerapan pengetahuan, pertukaran pengalaman, dan kegiatan pemberdayaan yang sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

Sementara itu, melalui program student mobility, mahasiswa Universitas Almuslim dan University of Southern Mindanao diharapkan memperoleh kesempatan mengikuti pertukaran mahasiswa, kursus singkat (short course), program musim panas (summer programme), pengabdian masyarakat internasional, kegiatan kebudayaan, serta berbagai bentuk mobilitas akademik lainnya.

Program pertukaran tersebut diharapkan dapat memperluas pengalaman belajar mahasiswa, meningkatkan kemampuan beradaptasi dalam lingkungan internasional, serta memperkuat pemahaman terhadap keberagaman budaya dan sistem pendidikan.

Rektor Universitas Almuslim menekankan bahwa kemitraan ini harus menjadi ruang bagi kedua perguruan tinggi untuk saling belajar, berbagi pengalaman, menemukan kepentingan bersama, dan mengembangkan kegiatan yang memberikan manfaat secara luas.

Dengan pendekatan tersebut, kerja sama internasional diharapkan dapat menjadi bagian dari proses peningkatan mutu pendidikan tinggi, sekaligus memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam menjawab berbagai persoalan masyarakat.

Dukungan KJRI Davao Perkuat Hubungan Pendidikan Indonesia–Filipina

Pelaksanaan penandatanganan dan pembahasan kerja sama ini turut mendapat dukungan dari Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Davao City. Hadir dalam kegiatan tersebut Konsul Jenderal Republik Indonesia di Davao City, Hon. Agus Trenggono, serta Konsul Bidang Informasi, Sosial dan Budaya KJRI Davao City, Vetty Andiana.

Kehadiran perwakilan KJRI Davao City menjadi bagian penting dalam memperkuat komunikasi dan hubungan antarinstitusi pendidikan kedua negara. Dukungan tersebut diharapkan dapat membantu menjaga kesinambungan komunikasi serta mendorong pengembangan program kerja sama yang telah dibahas oleh kedua perguruan tinggi.

Universitas Almuslim menyampaikan apresiasi atas dukungan KJRI Davao City dalam memperkuat hubungan pendidikan antara Indonesia dan Filipina. Kolaborasi antarperguruan tinggi dinilai dapat menjadi salah satu sarana untuk mempererat hubungan masyarakat kedua negara melalui pendidikan, penelitian, pertukaran budaya, dan pengabdian kepada masyarakat.

Melalui dukungan tersebut, kemitraan yang dibangun diharapkan tidak berhenti pada hubungan formal antarlembaga, tetapi berkembang menjadi kegiatan yang memberikan manfaat bagi sivitas akademika dan masyarakat di kedua negara.
Delegasi University of Southern Mindanao Hadir dengan Beragam Bidang Keilmuan*

University of Southern Mindanao menghadirkan delegasi yang dipimpin langsung oleh Prof. Jonald L. Pimentel, SUC President IV. Ia didampingi Leorence C. Tandog, PhD, Vice President for Academic Affairs, serta sejumlah pimpinan fakultas, pusat penelitian, bidang hubungan internasional, dan akademisi.

Delegasi USM turut melibatkan Prof. Tamie Solpot, Dean of the College of Agriculture; Prof. Ma. Luz Calibayan, Dean of the College of Arts and Social Sciences; Prof. Bryan Lloyd Bretania, Director of International Affairs; serta Dr. Frans Bert D. Gomez, Center Head of the Multicultural Indigenous Peoples Center for Research Education and Development.

Selain itu, hadir pula akademisi dari bidang bahasa dan sastra Inggris, komunikasi pembangunan, ilmu sosial dan filsafat, psikologi, pertanian, pendidikan, informasi, serta kriminologi.

Keterlibatan delegasi dari beragam bidang keilmuan tersebut memberikan ruang bagi kedua universitas untuk mempertemukan potensi akademik dan mengidentifikasi peluang kerja sama secara lebih terarah. Keberagaman bidang yang diwakili juga memungkinkan pembahasan dilakukan tidak hanya pada tingkat pimpinan, tetapi turut menyentuh kebutuhan dan peluang kolaborasi di lingkungan fakultas serta pusat penelitian.

Sementara itu, delegasi Universitas Almuslim dipimpin langsung oleh Rektor Dr. Marwan, M.Pd., bersama Ketua Senat Universitas Almuslim Ir. T. M. Nur, S.P., M.Si.; Wakil Rektor I Hakim Muttaqim, B.Soc.Sc., S.H., M.Ec.Dev., AFA; Wakil Rektor II Dr. Sonny M. Ikhsan Mangkuwinata, M.Si.; Wakil Rektor III drh. Zulfikar, M.Si.; serta Direktur Pascasarjana Prof. Dr. Halus Satriawan, M.Sc.

Turut hadir Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Almuslim, Dr. drh. Yusrizal Akmal, M.Si.; Kepala Kantor Urusan Internasional, Risky Novialdi, S.IP., M.HI.; Kepala Divisi Kemitraan Global dan Kerja Sama, Dr. Diana, M.A.; Kepala Badan Penjaminan Mutu, Dr. Rahmawati, S.Si., M.Pd.; serta para dekan, pimpinan unit terkait, dan sejumlah dosen Universitas Almuslim.

Kehadiran jajaran pimpinan dan unit terkait tersebut memperlihatkan pentingnya koordinasi internal dalam memastikan bahwa kerja sama internasional dapat ditindaklanjuti sesuai dengan bidang dan kapasitas masing-masing.

Dari MoU Menuju Program Kerja yang Konkret dan Terukur

Kepala Kantor Urusan Internasional Universitas Almuslim, Risky Novialdi, S.IP., M.HI., menyampaikan bahwa penandatanganan MoU dengan University of Southern Mindanao merupakan bagian dari strategi universitas untuk memperluas sekaligus meningkatkan kualitas jejaring internasional.

Menurutnya, tahapan berikutnya yang perlu menjadi perhatian adalah memastikan komunikasi antara fakultas dan unit terkait dapat diterjemahkan menjadi program yang konkret, terukur, dan berkelanjutan.

Ia menjelaskan bahwa kerja sama tersebut memiliki nilai strategis karena terdapat sejumlah kesamaan dan potensi yang dapat dikembangkan antara Aceh dan Mindanao, terutama dalam bidang pertanian, pendidikan, sosial, kebudayaan, pemberdayaan masyarakat, serta pengembangan sumber daya manusia.

Oleh karena itu, hasil pembahasan yang telah dilakukan oleh Fakultas Pertanian, FKIP, dan FISIP Universitas Almuslim bersama mitra dari University of Southern Mindanao diharapkan dapat ditindaklanjuti melalui penyusunan Memorandum of Agreement (MoA), Implementation Arrangement (IA), maupun bentuk kesepakatan teknis lainnya.

Dokumen tindak lanjut tersebut diharapkan dapat menjadi landasan untuk merumuskan ruang lingkup kegiatan, mekanisme pelaksanaan, serta keterlibatan unit dan pihak terkait dalam setiap program yang akan dikembangkan.

Dengan adanya tindak lanjut yang terarah, pelaksanaan kerja sama diharapkan lebih mudah dipantau dan dievaluasi, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara bertahap oleh kedua institusi.

Penandatanganan MoU ini sekaligus menandai perkembangan komunikasi yang telah dirintis sejak kunjungan Rektor Universitas Almuslim ke University of Southern Mindanao pada awal 2025. Penjajakan yang sebelumnya berfokus pada identifikasi peluang kini telah berkembang menjadi kemitraan institusional yang membuka jalan bagi kolaborasi lebih luas.

Universitas Almuslim berharap kerja sama tersebut tidak hanya memperkuat reputasi dan internasionalisasi perguruan tinggi, tetapi juga melahirkan kegiatan yang memberikan manfaat nyata bagi mahasiswa, dosen, peneliti, institusi, dan masyarakat.

Melalui kemitraan ini, Universitas Almuslim terus mendorong pengembangan kerja sama internasional yang tidak semata-mata berorientasi pada jumlah mitra, tetapi juga pada kualitas pelaksanaan, keberlanjutan program, dan dampak yang dihasilkan.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Universitas Almuslim untuk memperkuat daya saing akademik, memperluas ruang kolaborasi lintas negara, serta meningkatkan kontribusi perguruan tinggi dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat di tingkat regional maupun internasional.