Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Pemkab Bireuen Terima Bantuan Tiga Unit Pompa Portable dari Kemendagri, Siap Dioptimalkan untuk Penanganan Bencana

Rabu, 04 November 2026 | 14:09 WIB Last Updated 2026-11-04T07:09:17Z


Detikacehnews.id | Pidie Jaya – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen menerima bantuan tiga unit mesin pompa portable dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Bantuan tersebut diharapkan dapat memperkuat kesiapsiagaan pemerintah daerah dalam menghadapi berbagai potensi bencana, sekaligus mendukung upaya penanganan darurat, khususnya banjir, kebakaran, dan kebutuhan penyediaan air bersih.

Penyerahan bantuan dilakukan langsung oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Republik Indonesia, Dr. H. Tito Karnavian, kepada Bupati Bireuen, Ir. H. Mukhlis, S.T., dalam prosesi serah terima yang berlangsung di Pendopo Bupati Pidie Jaya, Selasa (3/11/2026).

Penyerahan tersebut berlangsung di sela-sela kunjungan kerja Mendagri ke Kabupaten Pidie Jaya dalam rangka meninjau kondisi wilayah yang kembali dilanda banjir bandang susulan akibat intensitas hujan tinggi pada awal November 2026.

Dalam kesempatan tersebut, Mendagri Tito Karnavian berpesan agar bantuan mesin pompa portable yang diberikan kepada Pemerintah Kabupaten Bireuen dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk berbagai keperluan penanganan bencana. Keberadaan peralatan tersebut diharapkan mampu membantu mempercepat respons pemerintah daerah ketika terjadi kondisi darurat.

Bantuan tiga unit pompa portable ini memiliki fungsi yang cukup beragam. Selain dapat dimanfaatkan untuk menyedot genangan air saat terjadi banjir, mesin tersebut juga dapat digunakan untuk mendukung pemadaman kebakaran hutan dan lahan, kebakaran di kawasan permukiman, hingga membantu penanganan kebakaran pada bangunan bertingkat.

Tidak hanya itu, mesin pompa tersebut juga dapat dimanfaatkan untuk menyedot dan menyalurkan air bersih, sehingga memiliki peran penting dalam mendukung kebutuhan masyarakat, terutama ketika terjadi gangguan akses air bersih akibat bencana.

Dari sisi kemampuan teknis, mesin pompa portable tersebut memiliki tenaga maksimum 13,0 horse power (HP) atau sekitar 9,0 kW pada putaran 3.600 RPM. Apabila dipasangkan dengan perangkat high pressure pump, mesin tersebut mampu menghasilkan tekanan air sekitar 5 hingga 10 bar.

Keunggulan lainnya terletak pada bentuk dan ukurannya yang relatif ringkas sehingga memudahkan proses mobilisasi ke berbagai lokasi. Bahkan, dalam kondisi darurat, mesin tersebut dapat diangkut menggunakan kendaraan roda tiga. Hal ini menjadi nilai tambah karena peralatan dapat lebih mudah dibawa menuju lokasi bencana yang sulit dijangkau kendaraan berukuran besar.

Bupati Bireuen, Ir. H. Mukhlis, S.T., menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Mendagri Tito Karnavian atas perhatian serta bantuan yang diberikan kepada Pemerintah Kabupaten Bireuen.

Menurutnya, bantuan tersebut sangat bermanfaat dalam mendukung kesiapan pemerintah daerah menghadapi berbagai kemungkinan bencana, terutama mengingat pentingnya ketersediaan peralatan yang dapat digunakan secara cepat dan fleksibel di lapangan.

“Terima kasih atas bantuan dari Kemendagri yang disampaikan langsung oleh Pak Mendagri. Pemkab Bireuen akan memaksimalkan penggunaan mesin pompa portable ini,” kata Bupati Bireuen, H. Mukhlis.

Ia berharap keberadaan tiga unit mesin pompa portable tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama dalam mendukung penanganan bencana dan mempercepat proses penanggulangan ketika terjadi keadaan darurat.

Bantuan ini juga menjadi bagian dari dukungan pemerintah pusat kepada daerah dalam memperkuat kapasitas penanganan bencana, baik pada tahap tanggap darurat maupun dalam upaya mengurangi risiko dampak yang lebih luas terhadap masyarakat.

Selain Kabupaten Bireuen, bantuan serupa juga diserahkan kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Utara. Bupati Aceh Utara, H. Ismail A. Jalil atau yang akrab disapa Yah Wa, turut hadir langsung di Pendopo Bupati Pidie Jaya untuk menerima tiga unit mesin pompa portable secara simbolis.

Dengan demikian, masing-masing Kabupaten Bireuen dan Aceh Utara memperoleh tiga unit mesin pompa portable dari Kemendagri untuk mendukung kebutuhan penanganan bencana di wilayah masing-masing.

Mendagri Tinjau Dampak Banjir Susulan di Pidie Jaya

Sementara itu, kunjungan kerja Mendagri Tito Karnavian ke Kabupaten Pidie Jaya dilakukan sebagai bentuk perhatian pemerintah pusat terhadap kondisi masyarakat yang kembali terdampak banjir bandang susulan pada awal November 2026.

Bencana tersebut dipicu hujan deras yang menyebabkan tanggul Sungai Meureudu dan Sungai Ulim patah, sehingga air meluap dan menggenangi sejumlah kawasan permukiman warga.

Dalam kunjungan tersebut, Mendagri juga memberikan bantuan masing-masing sebesar Rp200 juta kepada dua desa di Kecamatan Meurah Dua, yakni Desa Dayah Usen dan Desa Alue Keutapang.

Kedua desa tersebut merupakan wilayah yang mengalami dampak paling parah akibat banjir susulan di Kabupaten Pidie Jaya.

Pemberian bantuan tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat dan pemerintah desa dalam memenuhi kebutuhan penanganan darurat serta mendukung upaya pemulihan pascabencana.

Melalui bantuan peralatan dari Kemendagri, Pemkab Bireuen diharapkan semakin siap menghadapi berbagai potensi bencana yang dapat terjadi sewaktu-waktu. Ketersediaan sarana pendukung yang memadai, ditambah koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah, menjadi bagian penting dalam mempercepat penanganan bencana serta melindungi keselamatan masyarakat.

Bagi Pemerintah Kabupaten Bireuen, tiga unit pompa portable tersebut bukan sekadar tambahan inventaris peralatan, melainkan sarana strategis yang diharapkan dapat memperkuat kemampuan respons di lapangan dalam menghadapi berbagai kondisi darurat.