Notification

×

Iklan

Iklan



Tag Terpopuler

Perkuat Eksistensi Profesionalisme Perawat, PPNI Bireuen Dorong Gerakan Nursepreneur

Sabtu, 10 September 2022 | 13:08 WIB Last Updated 2022-09-10T06:21:08Z

Perkuat Eksistensi Profesionalisme Perawat, PPNI Bireuen Dorong Gerakan Nursepreneur

 
Detikacehnews.id | Bireuen - Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kabupaten Bireuen mendorong para perawat dan lulusan pendidikan tinggi keperawatan untuk menjadi Nursepreneur.

Hal ini disampaikan Ketua PPNI Bireuen, Ns. Mirzal Tawi, M.K.M disela-sela acara Launching Praktik Mandiri Perawat di Jeunieb, Kabupaten Bireuen (9/9/2022).

"Nursepreneur adalah singkatan dari Nurse Entrepreneur. Nursepreneur merupakan istilah yang menggambarkan seorang perawat sekaligus menjadi pengusaha atau berwirausaha, dan yang perlu diperhatikan tetap mengacu kepada aturan legal standing yang berlaku," terang Mirzal Tawi.

Menurut Mirzal Tawi yang juga dikenal dengan Syeh Tawi Peusangan ini, salah satu bentuk gerakan nursepreneur adalah praktek mandiri perawatan luka sebagaimana yang dibuka oleh perawat Ns.M.Riza Baskia hari ini.




"Kita pantau saat ini tidak banyak perawat yang ambil keputusan untuk menjadi nursepreneur dengan mengelola praktik keperawatan mandiri, insya Allah PPNI Bireuen akan coba terus mendorong perawat berinisiatif untuk hal itu,” ujar Ketua Syeh Tawi didampingi Sekjen Ns. Muhammad Hidayat, M.Kep.

Menurut Mirzal Tawi peluang mereka cukup terbuka, terlebih kebutuhan akan akses fasilitas kesehatan di daerah khususnya masih terbatas. Di sisi lain para perawat memiliki kapasitas untuk memberikan layanan kesehatan langsung kepada masyarakat, dan tidak perlu takut karena praktik keperawatan mandiri tersebut legal dilindungi Undang-undang No. 38 Tahun 2014 tentang Keperawatan.

"Nursepreneur atau perawat entrepreneur selain untuk memperkuat eksistensi profesionalisme perawat juga menjadi solusi membuka lapangan kerja mungkin akibat tingginya lulusan keperawatan saat ini, sehingga tidak semuanya bisa tertampung bekerja di fasilitas kesehatan." lanjut Syeh Tawi Peusangan.

Pada kesempatan yang sama, Presiden Indonesia Wound Care Clinician Association (InWCCA), . Ns.Edy Mulyadi, M.Kep, RN, WOC(ET)N turut hadir saat acara tersebut menyatakan siap mendukung upaya-upaya yang akan dilakukan PPNI Bireuen.

"Kami melalui InWCCA terus bergerak untuk meningkatkan kapasitas perawat melalui kegiatan-kegiatan workshop, seminar dan pelatihan perawatan luka dengan metode modern terkini yang mengikuti perkembangan iptek. Dan kami siap bekerjasama dengan PPNi Bireuen," ungkap Ketua InWCCA Edy Mulyadi yang juga Rektor Universitas Sains Cut Nyak Dhien Langsa.

Edy Mulyadi menambahkan bahwa nursepreneur yang bisa digeluti tidak hanya perawatan luka atau wound care, namun banyak pilihan lain.

"Selain wound care, perawat juga bisa buka praktik keperawatan mandiri komplementer, home care, skin care, pediatric care, palliatif care, intensive care, gerontik care, keperawatan jiwa, sunat modern, maternitas, dan emergency care." pungkas Edy Mulyadi.