Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Digitalisasi Sekolah, Kacabdin Bireuen : Bukan Lagi Opsi Tapi Menjadi Kebutuhan Kekinian

Minggu, 02 Juni 2024 | 13:27 WIB Last Updated 2024-06-02T06:27:28Z

Digitalisasi Sekolah, Kacabdin Bireuen : Bukan Lagi Opsi Tapi Menjadi Kebutuhan Kekinian
Foto : Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Bireuen, Abdul Hamid, S.Pd., M.Pd.



Detikacehnews.id | Bireuen - Perkembangan teknologi digital telah merambah hampir seluruh aspek kehidupan manusia, termasuk bidang pendidikan. Digitalisasi sekolah bukan lagi sebuah opsi, melainkan kebutuhan yang mendesak untuk menghadapi tantangan dan tuntutan zaman.

Hal itu dikatakan oleh Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Bireuen, Abdul Hamid, S.Pd., M.Pd., saat diwawancarai awak media detikacehnews.id, Minggu, (2/6/2024).

"Digitalisasi sekolah adalah kebutuhan kekinian yang tidak bisa diabaikan. Dengan mengintegrasikan teknologi dalam proses pendidikan, kita dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih interaktif, personal, dan efektif. Meskipun ada tantangan yang harus dihadapi, dengan strategi yang tepat, digitalisasi dapat membawa perubahan positif yang signifikan dalam dunia pendidikan," jelas Abdul Hamid.

Digitalisasi sekolah mengacu pada proses integrasi teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dalam lingkungan pendidikan untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas proses belajar mengajar.

Menurutnya, ada beberapa alasan mengapa digitalisasi sekolah menjadi penting di era modern ini:

  1. Akses Informasi yang Luas: Dengan digitalisasi, siswa dan guru memiliki akses tak terbatas ke sumber daya pendidikan online seperti e-book, jurnal ilmiah, video pembelajaran, dan lain-lain. Ini memperkaya pengalaman belajar dan memungkinkan pembelajaran yang lebih mendalam dan interaktif.
  2. Kesiapan Masa Depan: Dunia kerja semakin didominasi oleh teknologi digital. Dengan mengenalkan teknologi sejak dini, siswa lebih siap untuk memasuki dunia kerja yang serba digital.
  3. Personalized Learning: Teknologi memungkinkan pendekatan pembelajaran yang lebih personal. Dengan data analitik, guru dapat memahami kebutuhan dan kemampuan masing-masing siswa, sehingga dapat memberikan materi dan metode yang sesuai.
  4. Efisiensi dan Efektivitas: Digitalisasi mengurangi kebutuhan akan bahan fisik seperti buku cetak, serta memudahkan administrasi sekolah melalui sistem manajemen sekolah yang terintegrasi.

Selain itu, Abdul Hamid juga menerangkan bahwa implementasi digitalisasi dalam lingkungan sekolah membawa berbagai manfaat, antara lain:

  • Pembelajaran Interaktif: Dengan penggunaan perangkat seperti tablet, komputer, dan aplikasi pembelajaran, siswa dapat terlibat secara lebih interaktif dalam proses belajar. Misalnya, pelajaran sains dapat diperkaya dengan simulasi virtual yang membuat konsep-konsep abstrak lebih mudah dipahami.
  • Akses Pembelajaran Jarak Jauh: Pandemi COVID-19 telah mempercepat adopsi pembelajaran jarak jauh. Melalui platform e-learning, siswa dapat belajar dari mana saja tanpa terhalang oleh jarak geografis.
  • Peningkatan Kolaborasi: Alat digital memungkinkan kolaborasi antara siswa, guru, dan orang tua. Misalnya, platform seperti Google Classroom atau Microsoft Teams memungkinkan komunikasi dan kolaborasi yang lebih efektif dalam mengerjakan tugas atau proyek.
  • Penyimpanan dan Pengelolaan Data: Dengan sistem digital, data siswa dapat disimpan dan dikelola dengan lebih efisien dan aman. Informasi seperti nilai, absensi, dan catatan perkembangan dapat diakses dengan mudah dan cepat.
  • Pengembangan Keterampilan Teknologi: Siswa yang terbiasa dengan penggunaan teknologi dalam belajar akan memiliki keterampilan teknologi yang penting untuk masa depan mereka, termasuk pemahaman tentang perangkat lunak, coding, dan keamanan siber.

"Beberapa negara telah berhasil mengimplementasikan digitalisasi sekolah dengan baik. Finlandia, misalnya, dikenal dengan sistem pendidikan yang maju dan telah menerapkan teknologi digital secara luas dalam proses belajar mengajar. Di Finlandia, sekolah-sekolah dilengkapi dengan perangkat digital, dan kurikulum dirancang untuk mengintegrasikan teknologi dalam setiap mata pelajaran. Selain itu, para guru dilatih secara intensif untuk menggunakan teknologi sebagai alat bantu mengajar," tutur Abdul Hamid.

Di Asia, Korea Selatan juga merupakan contoh sukses. Pemerintah Korea Selatan telah menginvestasikan dana besar untuk digitalisasi pendidikan. Sekolah-sekolah di Korea Selatan dilengkapi dengan infrastruktur TIK yang canggih, termasuk internet berkecepatan tinggi dan perangkat keras modern. Program e-learning mereka juga sangat berkembang, memungkinkan siswa untuk mengakses materi pelajaran kapan saja dan di mana saja.

Melalui digitalisasi, kita tidak hanya mempersiapkan siswa untuk menghadapi tantangan dunia kerja di masa depan, tetapi juga membekali mereka dengan keterampilan yang relevan di era digital. Oleh karena itu, penting bagi semua pihak terkait, baik pemerintah, sekolah, guru, maupun orang tua, untuk bekerja sama dalam mewujudkan digitalisasi sekolah demi masa depan pendidikan yang lebih baik.