Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Ketika Guru Sibuk Urus Administrasi PMM, Mas Menteri Sayangilah Guru Kita!

Jumat, 07 Juni 2024 | 22:07 WIB Last Updated 2024-06-07T15:07:00Z

Ketika Guru Sibuk Urus Administrasi PMM, Mas Menteri Sayangilah Guru Kita!
Foto ilustrasi guru yang sedang stress akibat administrasi PMM


Detikacehnews.id | Opini - Dalam dunia pendidikan, peran seorang guru tidak terbatas hanya pada mengajar dan mendidik siswa. Seiring dengan kebijakan yang diterapkan pemerintah, guru juga harus mengurus berbagai administrasi yang sering kali memakan waktu dan tenaga. Salah satu program yang membebani adalah Program Manajemen Mutu (PMM). Meskipun bertujuan baik untuk meningkatkan kualitas pendidikan, implementasinya sering kali menjadi beban tambahan bagi para guru.


Administrasi yang Menguras Waktu
Program Manajemen Mutu (PMM) mengharuskan guru untuk terlibat dalam berbagai kegiatan administrasi, mulai dari pencatatan kehadiran, pembuatan laporan, hingga penyusunan rencana kerja yang detail. Semua ini dilakukan di luar jam mengajar yang sudah padat. Akibatnya, banyak guru yang merasa kewalahan dan kelelahan karena harus membagi waktu antara mengajar dan menyelesaikan tugas-tugas administratif.


Dampak pada Kualitas Pengajaran
Ketika guru sibuk dengan administrasi, waktu yang seharusnya digunakan untuk mempersiapkan materi pelajaran dan berinteraksi dengan siswa menjadi berkurang. Kondisi ini berdampak langsung pada kualitas pengajaran. Guru yang tertekan dengan beban administrasi cenderung kurang optimal dalam mengajar dan memberikan perhatian penuh kepada siswa. Akibatnya, siswa yang menjadi korban karena tidak mendapatkan pembelajaran yang maksimal.


Stres dan Burnout
Beban kerja yang berlebihan menyebabkan banyak guru mengalami stres dan burnout. Mereka harus menyelesaikan tugas administratif di luar jam kerja, bahkan sering kali hingga larut malam. Kondisi ini tidak hanya mempengaruhi kesehatan fisik tetapi juga kesejahteraan mental para guru. Guru yang stres dan kelelahan akan sulit untuk memberikan performa terbaiknya di kelas.


Peran Kebijakan Pendidikan
Pemerintah perlu merumuskan kebijakan pendidikan yang lebih berpihak pada kesejahteraan guru. Pengurangan beban administratif dan peningkatan dukungan untuk tugas-tugas pengajaran harus menjadi prioritas. Dengan demikian, guru dapat bekerja dengan lebih efektif dan siswa dapat menerima pendidikan yang lebih baik.


Seruan kepada Mas Menteri
Mas Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim dikenal dengan berbagai terobosan yang dilakukan untuk memajukan pendidikan di Indonesia. Namun, di tengah segala perubahan ini, penting untuk diingat bahwa guru adalah ujung tombak dari setiap kebijakan pendidikan. Mas Menteri, sayangilah guru-guru kita! Mereka membutuhkan dukungan yang lebih, baik dalam bentuk pengurangan beban administratif maupun penyediaan bantuan teknis.


Solusi yang Diperlukan
Untuk mengatasi masalah ini, beberapa solusi dapat diimplementasikan:

  1. Pengurangan Beban Administratif: Mengurangi tugas-tugas administratif yang harus dilakukan oleh guru, atau setidaknya memberikan dukungan administratif melalui asisten atau staf khusus.
  2. Pelatihan dan Dukungan Teknis: Memberikan pelatihan yang memadai dan dukungan teknis untuk memanfaatkan teknologi yang dapat mempermudah pekerjaan administratif.
  3. Kebijakan yang Berpihak pada Guru: Merumuskan kebijakan yang mempertimbangkan kesejahteraan dan beban kerja guru, sehingga mereka dapat lebih fokus pada tugas utama mereka yaitu mengajar dan mendidik siswa.


Program Manajemen Mutu (PMM) memang penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan, namun implementasinya perlu dilakukan dengan mempertimbangkan beban kerja para guru. Mas Menteri Nadiem Makarim, diharapkan dapat memberikan perhatian lebih kepada kesejahteraan guru, dengan mengurangi beban administratif dan menyediakan dukungan yang memadai. Dengan demikian, guru dapat menjalankan tugas mereka dengan optimal dan memberikan pendidikan yang berkualitas kepada siswa.