Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

421 Santri Ikuti Seleksi Beasiswa Tahfidh, Bireuen Alokasikan Rp470 Juta untuk Penghafal Al-Qur’an

Senin, 04 Agustus 2025 | 17:58 WIB Last Updated 2025-08-04T10:58:34Z

Dok. Kegiatan Kepala Dinas Pendidikan Dayah, Anwar, S.Ag, M.A.P membuka acara Seleksi Beasiswa Santri Tahfidh Tahun Anggaran 2025.


Detikacehnews.id | Bireuen - Semangat pengabdian terhadap Al-Qur’an kembali membara di Kabupaten Bireuen. Bertempat di Kantor Dinas Pendidikan Dayah Kabupaten Bireuen, Senin pagi (4/08), kegiatan Seleksi Beasiswa Santri Tahfidh Tahun Anggaran 2025 resmi dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan Dayah, Anwar, S.Ag, M.A.P, menandai dimulainya seleksi akbar bagi para santri penghafal Al-Qur’an dari berbagai dayah di dalam dan luar wilayah kabupaten.


Antusiasme luar biasa terlihat dari jumlah peserta yang mencapai 421 orang, menunjukkan betapa besarnya animo para santri dalam mengikuti program beasiswa ini. Meski datang dari berbagai pelosok, seluruh peserta wajib menunjukkan bukti sebagai warga Kabupaten Bireuen, berupa Kartu Keluarga dan surat pengantar resmi dari pimpinan dayah masing-masing. Hal ini menjadi syarat mutlak demi menjaga validitas penerima bantuan dan mendorong pemerataan akses beasiswa di wilayah tersebut.


Kepala Dinas Pendidikan Dayah, Anwar, dalam sambutannya, menyampaikan bahwa program beasiswa ini bukan sekadar bentuk bantuan finansial, melainkan juga merupakan langkah strategis pemerintah daerah dalam membentuk karakter santri yang Qur’ani.


Ini bukan hanya tentang jumlah hafalan, tapi tentang membentuk karakter Qur’ani: adab, kesungguhan, dan tanggung jawab menjaga kalamullah. Kita ingin para hafizh ini tumbuh menjadi pemimpin masa depan,” tegasnya dengan nada penuh harapan.


Dari total 421 peserta, hanya 222 santri yang akan dinyatakan lolos dan menerima beasiswa, sesuai kuota yang telah ditetapkan oleh Dinas Pendidikan Dayah. Proses seleksi akan berlangsung selama beberapa hari ke depan dan terbagi dalam tujuh kategori berdasarkan jumlah hafalan, mulai dari 1 juz hingga 30 juz.


Kategori dengan jumlah peserta terbanyak adalah hafalan 1 Juz (Juz Amma) dengan 154 santri, sementara kuota yang tersedia hanya untuk 115 orang. Diikuti oleh kategori 3 Juz dengan 97 peserta dan kuota terbatas hanya 28 orang.


Menariknya, pada kategori hafalan 30 Juz yang merupakan tingkatan tertinggi, terdapat 7 peserta, namun hanya 4 orang yang akan memperoleh beasiswa bergengsi tersebut.


Panitia pelaksana memastikan bahwa proses seleksi dilaksanakan secara ketat, profesional, dan objektif, mencakup aspek hafalan, ketepatan tajwid, serta adab dalam membaca Al-Qur’an.


Pemerintah Kabupaten Bireuen melalui Dinas Pendidikan Dayah telah mengalokasikan dana sebesar Rp470 juta untuk program beasiswa ini. Dana tersebut bersumber dari Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Tahun 2025, sebagai bagian dari komitmen pemerintah dalam memuliakan penjaga kalam Ilahi.


Besaran beasiswa pun disesuaikan dengan capaian hafalan santri:
  • Hafalan 1 Juz: Rp 1,3 juta per orang
  • Hafalan 3 Juz: Rp 2,5 juta per orang
  • Hafalan 5 Juz: Rp 3,5 juta per orang
  • Hafalan 10 Juz: Rp 5 juta per orang
  • Hafalan 15 Juz: Rp 6 juta per orang
  • Hafalan 20 Juz: Rp 8 juta per orang
  • Hafalan 30 Juz: Rp 10 juta per orang


Beasiswa ini tidak hanya menjadi bentuk penghargaan atas prestasi, namun juga sebagai pemicu semangat dalam menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an di kalangan generasi muda.


Salah satu peserta dari Kecamatan Jeumpa yang mengikuti seleksi untuk kategori hafalan 10 juz, menyatakan rasa syukur dan kebanggaannya bisa terlibat dalam kegiatan ini.


Bagi saya, ini bukan hanya tentang mendapatkan beasiswa, tapi juga tentang membuktikan bahwa menjadi hafizh itu sebuah kehormatan. Ini adalah bentuk pengabdian dan jalan mulia menuju ridha Allah,” ungkapnya penuh semangat.


Lebih dari sekadar seleksi beasiswa, program ini disebut sebagai investasi jangka panjang dalam pembangunan daerah yang bermartabat. Pemerintah Kabupaten Bireuen menyadari bahwa membangun tidak hanya berbicara tentang jalan dan gedung, tetapi juga membangun peradaban dan moral masyarakat melalui dada-dada para penghafal Al-Qur’an.


Kita tidak sekadar membangun infrastruktur fisik, tapi juga membangun benteng nilai melalui dada-dada santri yang bersinar dengan hafalan Al-Qur’an,” pungkas Kadis Pendidikan Dayah menutup sambutannya.


Melalui program ini, Kabupaten Bireuen terus memperkuat identitasnya sebagai Kota Santri, yang bukan hanya dikenal sebagai pusat pendidikan dayah, tetapi juga tanah subur bagi tumbuhnya generasi Qur’ani yang berakhlak mulia dan berjiwa pemimpin.


Dengan semangat ini, Dinas Pendidikan Dayah Kabupaten Bireuen mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mendukung langkah-langkah strategis yang berlandaskan nilai-nilai Al-Qur’an demi menciptakan masa depan yang lebih baik, berkarakter, dan beradab.