Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Hari Kedua Seleksi Beasiswa Tahfizh Bireuen, 140 Santri Tampil Penuh Semangat

Selasa, 05 Agustus 2025 | 13:51 WIB Last Updated 2025-08-05T06:51:12Z

Dok. Kegiatan hari kedua peserta Seleksi Beasiswa Santri Tahfizh Tahun 2025
 


Detikacehnews.id | Bireuen - Semangat Qur’ani kembali menggema di lingkungan Dinas Pendidikan Dayah Kabupaten Bireuen pada Selasa pagi (5/8/2025), saat kegiatan Seleksi Beasiswa Santri Tahfizh Tahun 2025 memasuki hari kedua. Sama seperti hari sebelumnya, sebanyak 140 santri dari berbagai dayah di seluruh penjuru Kabupaten Bireuen tampil dengan penuh percaya diri dan dedikasi dalam lima kategori hafalan Al-Qur’an yang dipertandingkan.


Seleksi ini menjadi bagian penting dari komitmen Pemerintah Kabupaten Bireuen dalam mencetak generasi Qur’ani yang tidak hanya cakap dalam hafalan, tetapi juga unggul secara spiritual dan sosial. Dalam arahannya, Kepala Dinas Pendidikan Dayah Kabupaten Bireuen, Anwar, S.Ag, M.A.P, menyampaikan rasa syukur atas kelancaran pelaksanaan hari pertama serta harapan besar terhadap kelanjutan proses seleksi yang bersih dan berkualitas.



Alhamdulillah, kegiatan hari pertama kemarin berjalan dengan sangat baik. Semua peserta hadir tepat waktu, tidak ada yang sakit atau berhalangan. Kami berharap hari kedua ini juga berlangsung lancar dan penuh keberkahan,” ujar Anwar dalam sambutannya.



Hari kedua seleksi mempertandingkan lima kategori hafalan Al-Qur’an dengan jumlah peserta sebagai berikut:

  • Hafalan 1 Juz Amma: 52 peserta
  • Hafalan 1 Juz Alif Lam Mim: 19 peserta
  • Hafalan 3 Juz: 33 peserta
  • Hafalan 5 Juz: 18 peserta
  • Hafalan 10 Juz: 18 peserta


Total peserta yang tampil kembali berjumlah 140 santri, sama seperti hari pertama. Ini menunjukkan tingginya antusiasme serta kesiapan para santri, sekaligus bukti kerja keras para pembina dayah yang telah membimbing mereka hingga tahap seleksi.


Seperti diinformasikan sebelumnya, seleksi ini diikuti oleh total 421 santri dari berbagai dayah yang tersebar di dalam maupun luar Kabupaten Bireuen, namun dengan syarat bahwa seluruh peserta harus berdomisili atau berasal dari Bireuen.



Penilaian dalam seleksi ini dilakukan oleh dewan juri yang berasal dari unsur dayah, akademisi perguruan tinggi, LPTQ, serta para profesional yang kompeten dalam bidang tahfidh dan tajwid. Kepala Dinas Pendidikan Dayah memastikan bahwa penilaian dilakukan secara objektif, profesional dan tanpa intervensi pihak luar.


Dewan juri bekerja secara independen, adil dan jujur. Tidak ada tekanan atau campur tangan apa pun. Kita ingin menjaga kepercayaan masyarakat bahwa proses ini benar-benar murni berdasarkan kualitas hafalan peserta,” tegas Anwar.



Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, dewan juri, dan guru pembina yang telah mempersiapkan santri sebaik mungkin untuk menghadapi seleksi ini. “Semoga kerja keras semua pihak menjadi amal jariyah yang berkelanjutan,” tambahnya.


Program ini menjadi salah satu bentuk nyata dari visi besar Bupati Bireuen, H. Mukhlis, ST, dalam membangun masyarakat religius dan berdaya saing tinggi. Selain sebagai bentuk penghargaan kepada para penghafal Al-Qur’an, beasiswa ini juga menjadi investasi moral jangka panjang untuk Bireuen sebagai Kota Santri.


Pemerintah Kabupaten Bireuen telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp470 juta, yang akan dibagikan kepada 222 santri terbaik dari seluruh kategori hafalan. Rincian besaran beasiswa yang disiapkan adalah sebagai berikut:

  • 1 Juz Amma: Rp1.300.000
  • 1 Juz Alif Lam Mim: Rp1.700.000
  • 3 Juz: Rp2.500.000
  • 5 Juz: Rp3.500.000
  • 10 Juz: Rp4.000.000
  • 20 Juz: Rp6.500.000
  • 30 Juz: Rp10.000.000

Dengan beasiswa ini, para santri tidak hanya mendapatkan penghargaan dalam bentuk finansial, tetapi juga pengakuan sosial sebagai penjaga kemurnian Al-Qur’an di tengah zaman yang terus berubah.



Kami tidak hanya memberi bantuan uang, tetapi juga memberi penghormatan dan tempat yang layak kepada para hafizh. Mereka adalah benteng moral dan cahaya harapan masa depan Bireuen,” tutur Anwar penuh haru.



Kegiatan seleksi akan berlangsung selama empat hari, dan masih tersisa dua hari ke depan untuk menuntaskan seluruh kategori hafalan, termasuk kategori 20 Juz dan 30 Juz yang menjadi puncak dari rangkaian kegiatan.


Hasil seleksi dan daftar nama penerima beasiswa akan diumumkan secara resmi setelah seluruh proses penilaian selesai. Pemerintah berharap seluruh proses berjalan dengan tertib, transparan dan akuntabel, sehingga kepercayaan publik terhadap program ini dapat terus terjaga.



Di tengah tantangan global dan degradasi moral yang semakin kompleks, keberadaan para penghafal Al-Qur’an menjadi penyejuk dan penopang utama dalam membangun peradaban. Dengan program ini, Bireuen kembali menegaskan posisinya sebagai daerah yang peduli terhadap pendidikan agama dan keberlanjutan nilai-nilai Islam dalam kehidupan generasi muda.