Detikacehnews.id | Bireuen – Jumat, 29 Agustus 2025 menjadi hari penuh berkah bagi Yurizal (27), seorang penyandang disabilitas asal Gampong Blang Me, Kecamatan Kuta Blang, Kabupaten Bireuen. Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Maha Karya Aceh ini mendapat perhatian langsung dari Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) setelah menuliskan komentar di akun resmi Instagram DPP PKS beberapa hari lalu.
Kisah ini berawal ketika DPP PKS mengadakan acara Launching Mentor UMKM Nasional, yang menghadirkan salah seorang narasumber dari kalangan penyandang disabilitas. Dalam unggahan kegiatan tersebut, Yurizal menuliskan komentar. Empat hari berselang, komentar sederhana itu membuka jalan rezeki tak terduga baginya.
Pada Jumat pagi, Staf Kepresidenan PKS (KSP), Farid, menghubungi Ketua DPD PKS Bireuen, Syahrizal, S.P yang juga menjabat Ketua Komisi V DPRK Bireuen untuk memastikan kebenaran identitas Yurizal. Syahrizal kemudian menugaskan Sekretaris DPD PKS Bireuen, Septiandi, S.Pd, melakukan validasi lapangan.
Hasil verifikasi menunjukkan bahwa Yurizal benar warga Blang Me yang hidup dalam kondisi penuh keterbatasan. Ayahnya meninggal dunia saat ia masih berusia 18 bulan. Kini ia tinggal bersama ibunya dan seorang kakak yang sedang berjuang melawan penyakit kanker. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, keluarganya mengelola usaha kecil-kecilan berupa pembuatan telur asin.
Meski hidup dalam keterbatasan fisik dan ekonomi, Yurizal menunjukkan semangat luar biasa. Ia tercatat sebagai hafiz yang telah menghafal 20 juz Al-Qur’an. Fakta inilah yang kemudian menguatkan keyakinan PKS Bireuen untuk menyampaikan kepada Staf Presiden PKS bahwa Yurizal layak menerima bantuan.
Kisah ini berawal ketika DPP PKS mengadakan acara Launching Mentor UMKM Nasional, yang menghadirkan salah seorang narasumber dari kalangan penyandang disabilitas. Dalam unggahan kegiatan tersebut, Yurizal menuliskan komentar. Empat hari berselang, komentar sederhana itu membuka jalan rezeki tak terduga baginya.
Pada Jumat pagi, Staf Kepresidenan PKS (KSP), Farid, menghubungi Ketua DPD PKS Bireuen, Syahrizal, S.P yang juga menjabat Ketua Komisi V DPRK Bireuen untuk memastikan kebenaran identitas Yurizal. Syahrizal kemudian menugaskan Sekretaris DPD PKS Bireuen, Septiandi, S.Pd, melakukan validasi lapangan.
Hasil verifikasi menunjukkan bahwa Yurizal benar warga Blang Me yang hidup dalam kondisi penuh keterbatasan. Ayahnya meninggal dunia saat ia masih berusia 18 bulan. Kini ia tinggal bersama ibunya dan seorang kakak yang sedang berjuang melawan penyakit kanker. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, keluarganya mengelola usaha kecil-kecilan berupa pembuatan telur asin.
Meski hidup dalam keterbatasan fisik dan ekonomi, Yurizal menunjukkan semangat luar biasa. Ia tercatat sebagai hafiz yang telah menghafal 20 juz Al-Qur’an. Fakta inilah yang kemudian menguatkan keyakinan PKS Bireuen untuk menyampaikan kepada Staf Presiden PKS bahwa Yurizal layak menerima bantuan.
![]() |
Yurizal foto bersama Ketua PKS Bireuen |
Menindaklanjuti laporan tersebut, Syahrizal memerintahkan Bendahara DPD PKS Bireuen, Achyarnis, SPd agar memfasilitasi keberangkatan Yurizal ke Banda Aceh. Di sana, ia akan bertemu langsung dengan Presiden PKS, Dr. Almuzammil Yusuf, dalam acara Temu Ramah Bersama Presiden PKS yang berlangsung di Amel Convention Center, Sabtu 30 Agustus 2025.
“Bapak H. Ghufran, anggota DPR RI Fraksi PKS, juga menghubungi saya untuk memastikan kenyamanan Yurizal selama di Banda Aceh. Beliau bahkan menyediakan kamar penginapan di Hotel Kriyad Meuraya serta menegaskan bahwa bantuan akan diserahkan langsung oleh Presiden PKS,” ujar Syahrizal.
Bantuan yang diberikan berupa beasiswa serta dukungan entrepreneurship difabel. Program ini sejalan dengan komitmen PKS dalam memberikan ruang pemberdayaan dan kesempatan yang setara bagi penyandang disabilitas.
Peristiwa ini menjadi bukti nyata bagaimana interaksi sederhana di media sosial dapat membuka jalan keberkahan. Lebih dari itu, cerita Yurizal menjadi inspirasi bahwa keterbatasan fisik bukanlah penghalang untuk terus berjuang, terlebih dengan dukungan nyata dari berbagai pihak yang peduli.
“Bapak H. Ghufran, anggota DPR RI Fraksi PKS, juga menghubungi saya untuk memastikan kenyamanan Yurizal selama di Banda Aceh. Beliau bahkan menyediakan kamar penginapan di Hotel Kriyad Meuraya serta menegaskan bahwa bantuan akan diserahkan langsung oleh Presiden PKS,” ujar Syahrizal.
Bantuan yang diberikan berupa beasiswa serta dukungan entrepreneurship difabel. Program ini sejalan dengan komitmen PKS dalam memberikan ruang pemberdayaan dan kesempatan yang setara bagi penyandang disabilitas.
Dalam sambutannya, Presiden PKS menyampaikan bahwa bantuan tersebut merupakan bagian dari komitmen PKS dalam memperjuangkan hak-hak difabel. “PKS hadir bukan hanya untuk politik, tetapi juga untuk kemanusiaan. Kami ingin memastikan saudara-saudara difabel mendapatkan ruang yang adil untuk belajar, berusaha, dan berkarya. Yurizal adalah bukti bahwa keterbatasan bukanlah halangan untuk berprestasi,” ujar Almuzammil Yusuf.
Atas bantuan yang diterimanya, Yurizal menyampaikan rasa syukur dan terima kasih. “Saya berterima kasih kepada Presiden PKS Dr. Almuzammil Yusuf, H. Ghufran Zainal Abidin selaku Anggota DPR RI, Bapak Ismunandar, ST Ketua DPW PKS Aceh, Bapak Syahrizal, S.P Ketua DPD PKS Bireuen, anggota DPRA Fraksi PKS Periode 2019-2024, dr. Purnama Setia Budi, Sp.OG serta seluruh pengurus dan aleg PKS Bireuen yang telah membantu saya sebagai penyandang disabilitas,” ungkapnya haru.
Atas bantuan yang diterimanya, Yurizal menyampaikan rasa syukur dan terima kasih. “Saya berterima kasih kepada Presiden PKS Dr. Almuzammil Yusuf, H. Ghufran Zainal Abidin selaku Anggota DPR RI, Bapak Ismunandar, ST Ketua DPW PKS Aceh, Bapak Syahrizal, S.P Ketua DPD PKS Bireuen, anggota DPRA Fraksi PKS Periode 2019-2024, dr. Purnama Setia Budi, Sp.OG serta seluruh pengurus dan aleg PKS Bireuen yang telah membantu saya sebagai penyandang disabilitas,” ungkapnya haru.
Peristiwa ini menjadi bukti nyata bagaimana interaksi sederhana di media sosial dapat membuka jalan keberkahan. Lebih dari itu, cerita Yurizal menjadi inspirasi bahwa keterbatasan fisik bukanlah penghalang untuk terus berjuang, terlebih dengan dukungan nyata dari berbagai pihak yang peduli.