Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Jembatan Bailey Krueng Tingkeum Kutablang Resmi Beroperasi, Pelintas Diminta Patuhi Batas Maksimal 30 Ton

Sabtu, 27 Desember 2025 | 14:51 WIB Last Updated 2025-12-27T07:51:29Z

Dokumentasi foto Kementerian PU bersama Bupati Bireuen dan Forkopimda dalam peresmian jembatan Bailey di Krueng Tingkeum, Gampong Kutablang, Kabupaten Bireuen. Sabtu (27/12/2025).

 

Detikacehnews.id | Bireuen – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Direktorat Jenderal Bina Marga berhasil merampungkan pembangunan jembatan Bailey di Krueng Tingkeum, Gampong Kutablang, Kabupaten Bireuen, Provinsi Aceh. Jembatan darurat tersebut resmi dapat digunakan oleh masyarakat pada Sabtu (27/12/2025) sebagai jalur lintas nasional Medan–Banda Aceh maupun sebaliknya.


Pembangunan jembatan Bailey ini merupakan respons cepat pemerintah pusat pascarusaknya jembatan permanen akibat banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi pada 27 November 2025 lalu. Putusnya akses tersebut sempat melumpuhkan arus transportasi dan distribusi logistik, tidak hanya di Kabupaten Bireuen, tetapi juga berdampak terhadap sejumlah kabupaten/kota lain di Aceh.


Proses perakitan jembatan Bailey dilakukan oleh prajurit TNI dari Zidam Kodam Iskandar Muda dan Zipur 16, dengan dukungan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT Adhi Karya serta kontraktor lokal PT Krueng Meuh. Seluruh pekerjaan rampung dalam waktu relatif singkat, yakni selama 14 hari.


Peresmian pengoperasian jembatan ditandai dengan prosesi adat Aceh berupa peusijuek (tepuk tawar) yang dilakukan oleh tokoh agama setempat. Hadir dalam kegiatan tersebut Direktur Pembangunan Jembatan Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian PU, Rakhman Taufik, S.T., M.Sc., Bupati Bireuen H. Mukhlis, S.T., Kapolres Bireuen AKBP Tuschad Cipta Herdani, S.I.K., M.Med.Kom., Wakazidam Iskandar Muda Letkol Czi Surya Adi Primawan, PPK 1.3 Satker PJN 1 Aceh Isnanda, serta perwakilan PT Adhi Karya dan PT Krueng Meuh. Kegiatan peresmian juga dirangkai dengan pemberian santunan kepada anak yatim.


Direktur Pembangunan Jembatan Ditjen Bina Marga Kementerian PU, Rakhman Taufik, menjelaskan bahwa pembangunan jembatan Bailey Krueng Tingkeum merupakan hasil kolaborasi lintas sektor sebagai bentuk kehadiran negara dalam penanganan dampak bencana.


Pasca jembatan ini rusak akibat banjir pada 27 November 2025, kami dari Kementerian PU terus bekerja bersama TNI, BUMN, dan kontraktor lokal untuk membangun jembatan darurat. Alhamdulillah, hari ini Sabtu (27/12/2025) jembatan sudah siap dan dapat dilintasi,” ujar Rakhman Taufik kepada wartawan.


Namun demikian, ia menegaskan bahwa jembatan Bailey tersebut bersifat sementara dan memiliki keterbatasan teknis. Kapasitas maksimal kendaraan yang diperbolehkan melintas adalah 30 ton, dengan spesifikasi panjang jembatan 63 meter, lebar 4 meter, dan tinggi 4 meter.


Kami memberlakukan sistem buka-tutup. Oleh karena itu, kami mohon kerja sama seluruh pengguna jalan untuk mematuhi aturan dan menjaga jembatan ini hingga jembatan permanen selesai dibangun,” katanya, seraya mengimbau agar seluruh pelintas mematuhi batas tonase yang telah ditetapkan.


Sementara itu, Bupati Bireuen H. Mukhlis, S.T., menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada Pemerintah Pusat atas bantuan dan respons cepat dalam pembangunan jembatan darurat tersebut. Ia juga mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat sehingga pekerjaan dapat diselesaikan dalam waktu singkat.


Sebagai kepala daerah, saya mengucapkan terima kasih kepada Kementerian PU, TNI, BUMN, serta kontraktor lokal. Pembangunan jembatan ini sangat cepat dan sangat membantu masyarakat,” ujar Mukhlis.


Ia mengaku merasa bahagia dan terharu karena dengan berfungsinya kembali Jembatan Krueng Tingkeum Kutablang, mobilitas masyarakat kembali normal. Menurutnya, jembatan tersebut memiliki peran strategis karena menjadi penghubung utama lintas kabupaten.


Jembatan ini sangat vital. Ketika jembatan ini lumpuh, bukan hanya Bireuen yang terdampak, tetapi juga kabupaten dan kota lainnya. Alhamdulillah, meskipun bersifat sementara, keberadaan jembatan Bailey ini sudah sangat membantu masyarakat,” katanya.


Wakazidam Iskandar Muda Letkol Czi Surya Adi Primawan menegaskan komitmen TNI dalam mendukung pembangunan infrastruktur darurat demi kepentingan masyarakat. Ia menyebutkan bahwa percepatan pembangunan jembatan Bailey Kutablang dilakukan karena urgensi jalur tersebut sebagai akses utama masyarakat.


Dalam waktu 14 hari, prajurit TNI bersama seluruh pihak terkait berhasil merakit jembatan Bailey ini. Semua ini berkat kerja sama dan sinergi yang baik,” ujarnya.


Sebagaimana diketahui, sebelumnya jembatan permanen di Krueng Tingkeum Kutablang mengalami kerusakan berat hingga terputus akibat terjangan banjir bandang dan tanah longsor. Kondisi tersebut mengakibatkan terganggunya aktivitas sosial, ekonomi, serta distribusi logistik antarkabupaten, khususnya pada jalur Bireuen–Lhokseumawe yang menjadi akses utama perdagangan dan layanan publik.


Pemerintah berharap pengoperasian Jembatan Bailey Krueng Tingkeum Kutablang dapat menjadi solusi sementara yang efektif dalam memulihkan aktivitas masyarakat pascabencana, sembari menunggu pembangunan jembatan permanen yang direncanakan akan dilakukan dalam waktu mendatang.