Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

918 Mahasiswa Ikuti KKM XXVIII Tanggap Darurat Bencana, Rektor Universitas Almuslim Resmi Tutup Pembekalan

Minggu, 18 Januari 2026 | 15:45 WIB Last Updated 2026-01-18T08:45:52Z

Dokumentasi foto Rektor Universitas Almuslim, Dr. Marwan, M.Pd., secara resmi menutup kegiatan Pembekalan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) XXVIII Tanggap Darurat Bencana. Jumat (17/1).


Detikacehnews.id | Bireuen - Rektor Universitas Almuslim, Dr. Marwan, M.Pd., secara resmi menutup kegiatan Pembekalan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) XXVIII Tanggap Darurat Bencana Semester Ganjil Tahun Akademik 2025/2026. Kegiatan yang diikuti oleh 918 mahasiswa dari berbagai fakultas tersebut menandai berakhirnya seluruh rangkaian pembekalan yang telah berlangsung selama dua hari, yakni pada 15 dan 17 Januari 2026.


Penutupan pembekalan KKM XXVIII berlangsung khidmat dan penuh semangat kebersamaan. Dalam sambutannya, Rektor Universitas Almuslim menegaskan bahwa pelaksanaan KKM Tanggap Darurat Bencana merupakan wujud nyata komitmen Universitas Almuslim dalam mengimplementasikan Tridarma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat. Menurutnya, mahasiswa sebagai insan akademik tidak hanya dituntut untuk unggul secara intelektual, tetapi juga harus memiliki kepekaan sosial, empati, serta kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai persoalan kemanusiaan, terutama di wilayah yang terdampak bencana.


Melalui KKM XXVIII Tanggap Darurat Bencana ini, mahasiswa diharapkan mampu hadir di tengah masyarakat dengan membawa solusi, empati, dan semangat pengabdian. Inilah wujud bakti Universitas Almuslim untuk negeri, sekaligus kontribusi nyata perguruan tinggi dalam mendukung pemulihan masyarakat pascabencana,” ujar Dr. Marwan, M.Pd.


Rektor juga menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Almuslim beserta seluruh panitia pelaksana yang telah merancang dan melaksanakan kegiatan pembekalan KKM XXVIII secara sistematis, terarah, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Ia menilai, program KKM Tanggap Darurat Bencana memiliki nilai strategis dalam membentuk karakter mahasiswa yang tangguh, peduli, serta siap berkontribusi dalam proses pemulihan sosial, edukatif, dan kemanusiaan di wilayah terdampak bencana.


Lebih lanjut, Rektor menekankan bahwa pengalaman KKM tidak hanya menjadi sarana pembelajaran di luar kampus, tetapi juga menjadi ruang aktualisasi nilai-nilai kepemimpinan, kerja sama tim, dan tanggung jawab sosial mahasiswa. Ia berharap, seluruh peserta KKM XXVIII mampu menjaga nama baik almamater serta menjunjung tinggi etika, kedisiplinan, dan semangat gotong royong selama melaksanakan pengabdian di masyarakat.


Sebelumnya, kegiatan Pembekalan KKM XXVIII Tanggap Darurat Bencana dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor III Universitas Almuslim, Dr. drh. Zulfikar, M.Si. Dalam sambutannya, ia menekankan peran strategis mahasiswa sebagai agen perubahan (agent of change) dalam situasi tanggap darurat maupun pada fase pemulihan pascabencana. Menurutnya, kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat harus mampu memberikan dampak positif yang berkelanjutan, tidak hanya dalam bentuk bantuan fisik, tetapi juga dukungan edukatif, sosial, dan psikologis.


Mahasiswa diharapkan mampu menjadi pendamping masyarakat yang adaptif, solutif, dan humanis. Kegiatan KKM ini bukan sekadar program rutin akademik, tetapi merupakan bagian dari tanggung jawab moral dan sosial mahasiswa sebagai calon pemimpin masa depan,” tegasnya.


Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala LPPM Universitas Almuslim, Dr. drh. Yusrizal Akmal, M.Si., dalam laporannya menyampaikan bahwa KKM XXVIII Tanggap Darurat Bencana dirancang sebagai program pengabdian berbasis kebutuhan riil masyarakat pascabencana hidrometeorologi yang terjadi sepanjang tahun 2025. Program ini melibatkan mahasiswa lintas fakultas agar pendekatan yang dilakukan bersifat kolaboratif, integratif, dan berkelanjutan.


Ia menjelaskan bahwa sebanyak 918 mahasiswa peserta KKM XXVIII berasal dari Fakultas Pertanian, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Fakultas Teknik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Fakultas Komputer, serta Fakultas Ekonomi. Jumlah peserta tersebut menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya dan mencerminkan tingginya kepedulian serta antusiasme mahasiswa Universitas Almuslim terhadap isu kemanusiaan dan kebencanaan.


Selama kegiatan pembekalan, para mahasiswa dibekali berbagai materi strategis yang relevan dengan kondisi lapangan. Materi tersebut meliputi pemahaman dasar kebencanaan hidrometeorologi, peran mahasiswa dalam penanganan dan pemulihan pascabencana, pendekatan edukatif dan sosial di masyarakat terdampak, serta penguatan kapasitas kepemimpinan, empati, dan kerja sama tim. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung secara interaktif dan partisipatif, dengan antusiasme tinggi dari para peserta.


Menutup rangkaian kegiatan pembekalan, Rektor Universitas Almuslim kembali berpesan agar seluruh mahasiswa peserta KKM XXVIII mampu mengimplementasikan ilmu, keterampilan, dan nilai-nilai pengabdian yang telah diperoleh selama pembekalan saat terjun langsung ke masyarakat. Ia berharap, kehadiran mahasiswa Universitas Almuslim di lokasi KKM nantinya dapat memberikan kontribusi nyata bagi pemulihan masyarakat pascabencana, sekaligus memperkuat citra Universitas Almuslim sebagai institusi pendidikan tinggi yang responsif, peduli, dan berkomitmen terhadap kemanusiaan.


Dengan berakhirnya pembekalan ini, para mahasiswa peserta KKM XXVIII Tanggap Darurat Bencana siap diterjunkan ke lokasi pengabdian masing-masing untuk melaksanakan tugas kemanusiaan dengan penuh tanggung jawab, dedikasi, dan semangat pengabdian kepada masyarakat.