Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Baitul Mal Bireuen Realisasikan Penyaluran Zakat dan Infak Rp13,78 Miliar Selama Tahun 2025

Senin, 12 Januari 2026 | 21:47 WIB Last Updated 2026-01-12T14:47:03Z

Foto Ketua Baitul Mal Kabupaten Bireuen, Tgk. Muhammad Hafiq, S.Sy.

 

Detikacehnews.id | Bireuen - Baitul Mal Kabupaten (BMK) Bireuen sepanjang tahun anggaran 2025 telah menyalurkan dana zakat dan infak dengan total nilai mencapai Rp13,78 miliar lebih kepada 4.421 mustahik yang berhak menerima bantuan sesuai ketentuan syariat Islam. Penyaluran dana tersebut mencakup berbagai program sosial, pendidikan, kesehatan, hingga pemberdayaan ekonomi umat.


Ketua Baitul Mal Kabupaten Bireuen, Tgk. Muhammad Hafiq, S.Sy., pada Senin (12/1/2026) kepada media menjelaskan bahwa dari total dana yang disalurkan tersebut, dana zakat mencapai Rp3.957.486.228 yang diberikan kepada 3.885 penerima, sementara dana infak sebesar Rp9.824.199.200 disalurkan kepada 536 penerima melalui sejumlah program kemaslahatan umat.


Dana zakat yang kami salurkan merupakan akumulasi penerimaan zakat hingga bulan Desember 2025. Karena adanya keterbatasan waktu, masih terdapat sebagian dana zakat yang belum tersalurkan dan akan dilanjutkan penyalurannya pada tahun berikutnya,” ujar Tgk. Muhammad Hafiq.


Ia merinci, dana zakat tersebut disalurkan kepada berbagai senif penerima. Untuk fakir uzur, BMK Bireuen menyalurkan bantuan kepada 572 penerima dengan total anggaran Rp858.000.000. Selain itu, bantuan hak miskin melalui permohonan langsung ke BMK disalurkan kepada 467 penerima dengan total Rp467.000.000.


Di bidang kesehatan, dana zakat juga dialokasikan untuk biaya pendampingan berobat bagi 22 penerima dengan nilai Rp44.000.000. Sementara pada sektor pendidikan, bantuan diberikan kepada 986 siswa miskin tingkat SD sebesar Rp591.600.000 dan 424 siswa miskin tingkat SMP sebesar Rp318.000.000. Untuk siswa MTs, bantuan diberikan kepada 31 penerima dengan total Rp23.250.000, sedangkan siswa miskin MI dan MA di bawah Kementerian Agama sebanyak 890 orang menerima bantuan sebesar Rp445.000.000.


BMK Bireuen juga memberikan perhatian kepada kelompok rentan lainnya, seperti penyandang disabilitas dari kalangan miskin. Sebanyak 140 penerima memperoleh bantuan dengan total Rp210.000.000. Selain itu, program pembangunan sanitasi berupa pembangunan 54 unit jamban sehat bagi keluarga miskin direalisasikan dengan anggaran Rp398.734.000.


Dana zakat juga dialokasikan untuk amil Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di lembaga, sekolah, dan instansi vertikal sebesar Rp445.902.228. Pada senif mualaf, bantuan disalurkan kepada empat orang dengan total Rp20.000.000, serta pada senif fisabilillah kepada 136 santri dengan nilai Rp136.000.000.


Selain zakat, pada tahun 2025 BMK Bireuen juga menyalurkan dana infak untuk berbagai program, meskipun pelaksanaannya masih terbatas akibat kendala waktu. “Masih ada beberapa kegiatan yang bersumber dari dana infak dan akan dilaksanakan pada tahun berikutnya,” jelas Tgk. Muhammad Hafiq.


Adapun program pemberdayaan ekonomi umat dari dana infak disalurkan kepada 432 penerima dengan total anggaran Rp1.177.000.000. Pada program kemaslahatan umat, BMK Bireuen menyalurkan bantuan kepada korban kebakaran rumah sebanyak 10 orang dengan total Rp50.000.000. Selain itu, program pembangunan rumah fakir miskin atau dhuafa direalisasikan sebanyak 94 unit dengan nilai Rp7.919.818.000, ditambah biaya perencanaan dan pengawasan sebesar Rp166.320.000.


Dana infak juga digunakan untuk kegiatan peningkatan kapasitas masyarakat melalui empat program pelatihan dengan total anggaran Rp505.811.200.


Tgk. Muhammad Hafiq menegaskan bahwa seluruh dana yang disalurkan kepada 4.421 penerima selama tahun anggaran 2025 tersebut ditransfer langsung ke rekening masing-masing penerima, sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat.


Pada kesempatan itu, ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kabupaten Bireuen serta instansi lainnya yang selama ini telah menyalurkan zakat melalui Baitul Mal Kabupaten Bireuen.


Kami berharap ke depan semakin banyak pengusaha dan para muzakki lainnya yang mempercayakan penyaluran zakatnya melalui Baitul Mal Bireuen. Dengan demikian, semakin banyak masyarakat fakir dan miskin yang dapat terbantu sesuai dengan ketentuan syariat Islam,” pungkasnya.