![]() |
| Dokumentasi foto Dr. Ir. Romaynoor Ismy, MT., IPM., ASEAN.Eng., dalam aksi kemanusiaan di Aceh Tamiang. |
Kegiatan tersebut digagas oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Teknik Universitas Almuslim sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak bencana banjir bandang. Dalam kegiatan ini, Dr. Romaynoor Ismy berperan strategis tidak hanya sebagai dosen pendamping mahasiswa di lapangan, tetapi juga sebagai narasumber utama yang menyampaikan materi edukatif bertema “Edukasi Mitigasi Bencana Banjir”.
Di hadapan masyarakat terdampak, Dr. Romaynoor Ismy menekankan bahwa penanganan bencana banjir tidak cukup hanya dilakukan melalui respons darurat saat bencana terjadi. Menurutnya, pemahaman yang baik tentang mitigasi bencana merupakan aspek fundamental untuk meminimalkan risiko, mengurangi dampak kerugian, serta melindungi keselamatan jiwa dan harta benda masyarakat.
Dalam pemaparannya, ia menjelaskan secara komprehensif berbagai aspek mitigasi bencana banjir, mulai dari pemahaman mengenai penyebab banjir yang dapat dipicu oleh faktor alam maupun aktivitas manusia, hingga langkah-langkah kesiapsiagaan yang perlu dilakukan sebelum bencana terjadi. Ia juga menguraikan tindakan-tindakan yang harus diambil saat banjir melanda, seperti evakuasi mandiri, upaya perlindungan terhadap kelompok rentan, serta pentingnya koordinasi dengan aparat dan pihak terkait.
Lebih lanjut, Dr. Romaynoor Ismy menegaskan pentingnya keterlibatan aktif masyarakat dalam upaya pencegahan banjir secara berkelanjutan. Ia mengajak warga untuk menjaga kebersihan lingkungan, tidak membuang sampah sembarangan, serta merawat dan melindungi saluran air dan daerah resapan sebagai langkah jangka panjang dalam mengurangi potensi terjadinya banjir.
Selain memberikan edukasi kebencanaan, kehadiran Dr. Romaynoor Ismy sebagai dosen pendamping juga menjadi wujud nyata keterlibatan Universitas Almuslim dalam mendukung aktivitas kemanusiaan mahasiswa. Ia secara langsung mendampingi mahasiswa Fakultas Teknik selama proses penyaluran bantuan di sejumlah desa terdampak banjir di Aceh Tamiang, serta memberikan arahan agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan tertib, aman, dan tepat sasaran.
Menurutnya, keterlibatan dosen dalam kegiatan lapangan seperti ini memiliki nilai strategis, tidak hanya dalam mentransfer ilmu pengetahuan kepada masyarakat, tetapi juga dalam membentuk karakter, empati, dan kepedulian sosial mahasiswa. Ia menilai bahwa kegiatan kemanusiaan yang dipadukan dengan edukasi kebencanaan merupakan sarana pembelajaran kontekstual yang sangat penting bagi mahasiswa Fakultas Teknik.
“Mahasiswa teknik tidak hanya dituntut untuk menguasai aspek akademik dan keilmuan, tetapi juga harus memiliki kepekaan sosial dan tanggung jawab kemanusiaan. Melalui kegiatan seperti ini, mahasiswa dapat belajar menerapkan ilmunya sekaligus memahami realitas dan tantangan yang dihadapi masyarakat,” ujarnya.
Edukasi mitigasi bencana banjir yang disampaikan mendapat sambutan positif dari masyarakat Aceh Tamiang. Warga menilai materi yang disampaikan bersifat komunikatif, aplikatif, dan mudah dipahami, sehingga dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Edukasi ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana banjir di masa mendatang.
Melalui kegiatan “Teknik Almuslim Bergerak”, Dr. Ir. Romaynoor Ismy, MT., IPM., ASEAN.Eng menegaskan komitmen Fakultas Teknik Universitas Almuslim dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat. Sinergi antara dosen dan mahasiswa dalam kegiatan ini diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, terutama dalam situasi pascabencana.
Kehadiran dosen dan mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Almuslim di Aceh Tamiang tidak hanya membawa bantuan material, tetapi juga menghadirkan pengetahuan, pendampingan, serta harapan bagi masyarakat untuk bangkit dan menjadi lebih siap dalam menghadapi potensi bencana di masa depan.
