![]() |
| Dokumentasi foto Guru Bahasa Inggris SMA Negeri 3 Bireuen, Risnawati, S.Pd., dipercaya sebagai pembina upacara pada Senin, 12 Januari 2026. |
Detikacehnews.id | Bireuen - Pelaksanaan Upacara Bendera hari Senin, 12 Januari 2026, di SMA Negeri 3 Bireuen berlangsung khidmat dan sarat pesan pembinaan karakter tersebut diikuti oleh seluruh siswa, dewan guru, serta tenaga kependidikan SMA Negeri 3 Bireuen. Pada kesempatan tersebut, Guru Bahasa Inggris SMA Negeri 3 Bireuen, Risnawati, S.Pd., dipercaya sebagai pembina upacara dan menyampaikan amanat yang inspiratif dengan menggunakan dua bahasa, yakni bahasa Inggris dan bahasa Indonesia.
Penggunaan dua bahasa dalam amanat upacara menjadi perhatian tersendiri bagi para peserta upacara. Selain mencerminkan kompetensi akademik, cara tersebut juga menjadi sarana edukatif untuk membiasakan siswa mendengar dan memahami Bahasa Inggris dalam konteks nyata, sekaligus memperkuat pesan moral yang disampaikan.
Mengawali amanatnya, Risna menyapa para siswa dengan penuh kehangatan.
“Oh my beloved students, today I want to talk to you about two topics,” ucapnya membuka amanat.
Topik pertama yang ia sampaikan adalah pentingnya menjaga shalat lima waktu sebagai kewajiban utama seorang Muslim. Menurut Risna, shalat bukan sekadar rutinitas ibadah, melainkan fondasi pembentukan karakter disiplin, tanggung jawab, dan ketenangan jiwa.
“Please take time for your prayer. Tolong jaga shalat lima waktunya,” ujar Risna tegas namun penuh empati.
Ia kemudian mengajak siswa merenungkan bagaimana Allah SWT memberikan waktu yang sama kepada setiap manusia.
Risna menegaskan bahwa kewajiban shalat tidaklah memberatkan jika dihitung dari segi waktu.
“If we calculate the total rakaat, seventeen rakaat in one day, actually we just take about thirty minutes,” katanya.
Dengan gaya komunikatif, ia pun mengajak siswa berpikir kritis.
“So my question is, is it hard for us to give thirty minutes for Allah?”
Pertanyaan tersebut disampaikan untuk menggugah kesadaran siswa agar lebih menghargai waktu dan menempatkan ibadah sebagai prioritas.
Ia berharap para siswa dapat konsisten melaksanakan shalat lima waktu tepat waktu, mulai dari Subuh hingga Isya.
“Start from today, make a commitment with yourself. Pray on time, because prayer will guide your life,” pesannya.
Memasuki topik kedua, Risna menekankan pentingnya disiplin sebagai karakter utama seorang pelajar. Menurutnya, kedisiplinan adalah kunci keberhasilan baik di sekolah maupun di kehidupan bermasyarakat.
“You have to be a discipline student. Discipline is not about punishment, but about responsibility,” tegasnya.
Ia mengingatkan bahwa setiap sekolah memiliki aturan yang harus dipatuhi demi terciptanya lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan kondusif.
“Every school has rules. The rules are made not to limit you, but to protect you and to make you better,” ungkap Risna.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa siswa yang baik bukan hanya yang berprestasi secara akademik, tetapi juga yang mampu menghargai waktu, menaati tata tertib, dan menghormati guru serta sesama teman.
“If you want to be a good student, obey the rules, respect your teachers, and be responsible for your actions,” pesannya.
Upacara bendera tersebut turut dihadiri oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMA Negeri 3 Bireuen, Mauliana, S.Pd., yang mengikuti seluruh rangkaian kegiatan hingga selesai. Ia menyampaikan apresiasi atas amanat yang disampaikan oleh pembina upacara.
“Kami sangat mengapresiasi amanat yang disampaikan oleh Ibu Risna. Pesan tentang shalat dan disiplin sangat relevan dengan pembinaan karakter peserta didik,” ujar Mauliana.
Menurutnya, pendekatan bilingual yang digunakan dalam amanat upacara menjadi nilai tambah tersendiri.
“Penggunaan dua bahasa tidak hanya meningkatkan kepercayaan diri siswa dalam berbahasa Inggris, tetapi juga menunjukkan bahwa Bahasa Inggris bisa digunakan untuk menyampaikan nilai-nilai moral dan religius,” tambahnya.
Mauliana berharap pesan-pesan yang disampaikan dapat diimplementasikan oleh siswa dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah.
“Kami berharap siswa SMA Negeri 3 Bireuen tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga memiliki karakter religius, disiplin, dan berakhlak mulia,” pungkasnya.
Melalui amanat upacara yang komunikatif dan inspiratif tersebut, SMA Negeri 3 Bireuen terus berkomitmen menanamkan nilai-nilai keagamaan dan kedisiplinan sebagai bagian penting dari pendidikan karakter bagi generasi muda.
