Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Inovasi Pembelajaran Pasca Bencana, Mahasiswi KKM Umuslim Ini Terapkan Game-Based Learning di SD Negeri 16 Bireuen

Senin, 26 Januari 2026 | 12:32 WIB Last Updated 2026-01-26T05:32:47Z

Dokumentasi foto mahasiswi KKM Universitas Almuslim, Shania Umira usai mengajarkan Inovasi Pembelajaran melalui Metode Game-Based Learning (GBL) untuk Meningkatkan Literasi dan Motivasi Belajar Siswa di UPTD SD Negeri 16 Bireuen.

 

Detikacehnews.id | Bireuen - Upaya pemulihan semangat belajar siswa pascabencana banjir terus dilakukan melalui berbagai pendekatan edukatif dan inovatif. Salah satunya dilakukan oleh Shania Umira, mahasiswi Program Studi Pendidikan Geografi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Almuslim (Umuslim), yang sukses melaksanakan program inovasi pembelajaran di UPTD SD Negeri 16 Bireuen, Gampong Geulanggang Teungoh, Kecamatan Kota Juang, Kabupaten Bireuen, Senin (26/01/2026).


Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program kerja Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Almuslim Angkatan XXVIII Tahap II. Dalam program ini, Shania mengusung tema “Inovasi Pembelajaran melalui Metode Game-Based Learning (GBL) untuk Meningkatkan Literasi dan Motivasi Belajar Siswa”, dengan fokus utama pada pemulihan motivasi dan konsentrasi belajar siswa yang sempat terganggu akibat bencana banjir yang melanda wilayah tersebut.


Pelaksanaan program berada di bawah arahan dan bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Ibu Nurhayati, SP., M.S.M., CDM, serta mendapatkan dukungan penuh dari aparatur desa, khususnya Keuchik Gampong Geulanggang Teungoh, Bapak Ibrahim, S.Ag. Sinergi antara mahasiswa, pihak sekolah, dan pemerintah gampong menjadi faktor penting dalam keberhasilan kegiatan ini.


Dalam implementasinya, Shania Umira menerapkan metode Game-Based Learning (GBL), yaitu pendekatan pembelajaran yang mengintegrasikan materi pelajaran ke dalam bentuk permainan edukatif. Metode ini dipilih karena dinilai sesuai dengan karakteristik siswa sekolah dasar yang membutuhkan pembelajaran aktif, interaktif, dan menyenangkan. Materi disajikan melalui berbagai permainan sederhana dan kartu edukasi yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan literasi sekaligus menumbuhkan kembali semangat belajar siswa.


Shania menjelaskan bahwa pascabencana banjir, kondisi psikologis siswa memerlukan perhatian khusus. Oleh karena itu, pembelajaran tidak hanya difokuskan pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pemulihan emosional dan sosial siswa. “Metode Game-Based Learning bukan hanya membantu siswa memahami materi pelajaran, tetapi juga berfungsi sebagai sarana pemulihan psikologis. Melalui permainan, siswa kembali merasa gembira, berani berinteraksi, dan lebih fokus mengikuti proses belajar di kelas,” ungkapnya.


Kegiatan pembelajaran ini disambut dengan antusias oleh para siswa UPTD SD Negeri 16 Bireuen. Suasana kelas tampak lebih hidup dan interaktif dibandingkan pembelajaran konvensional. Para guru pun memberikan respons positif terhadap metode yang diterapkan, karena dinilai mampu meningkatkan partisipasi aktif siswa serta menciptakan suasana belajar yang kondusif dan menyenangkan.


Tahapan kegiatan dimulai dari proses adaptasi materi kurikulum ke dalam format permainan, pelaksanaan sesi pembelajaran berbasis gim di kelas, hingga evaluasi untuk mengukur tingkat pemahaman dan respons siswa terhadap metode yang digunakan. Evaluasi dilakukan secara sederhana namun sistematis, guna memastikan bahwa tujuan peningkatan literasi dan motivasi belajar dapat tercapai secara optimal.


Keuchik Gampong Geulanggang Teungoh, Bapak Ibrahim, S.Ag., menyampaikan apresiasi atas kontribusi nyata mahasiswa KKM Universitas Almuslim di wilayahnya. Ia berharap inovasi pembelajaran seperti ini dapat terus dikembangkan dan berkelanjutan, tidak hanya selama masa KKM, tetapi juga menjadi inspirasi bagi para pendidik dalam meningkatkan kualitas pendidikan anak-anak di desa.


Sementara itu, Dosen Pembimbing Lapangan, Ibu Nurhayati, SP., M.S.M., CDM, menegaskan bahwa program ini merupakan bentuk konkret pengabdian mahasiswa kepada masyarakat. Menurutnya, mahasiswa dituntut untuk peka terhadap permasalahan yang ada di lapangan dan mampu menawarkan solusi yang kreatif, aplikatif, serta berdampak langsung bagi masyarakat. “Kegiatan ini menunjukkan bahwa mahasiswa mampu mengintegrasikan teori yang diperoleh di bangku kuliah dengan praktik nyata di sekolah dan lingkungan masyarakat,” ujarnya.


Melalui program inovasi pembelajaran ini, diharapkan motivasi belajar siswa UPTD SD Negeri 16 Bireuen dapat meningkat secara signifikan, sekaligus membantu proses pemulihan pascabencana dari sisi pendidikan dan psikologis. Seluruh rangkaian kegiatan juga akan didokumentasikan dalam bentuk laporan evaluasi serta konten edukatif di media sosial, sehingga dapat menjadi referensi dan inspirasi bagi para pendidik dalam menerapkan metode pembelajaran inovatif di sekolah masing-masing.