![]() |
| Dokumentasi foto kegiatan penyaluran bantuan sayur-mayur, bumbu dapur, rempah-rempah kebutuhan rumah tangga, serta donasi Al-Qur’an kepada ibu-ibu di Alue Kuta Jangka. Minggu (18/1/2026). |
Detikacehnews.id | Bireuen - Kepedulian terhadap sesama kembali ditunjukkan oleh para perempuan dan kader Keluarga Berencana (KB) Kecamatan Jangka melalui kegiatan sosial bagi korban banjir bandang di Kabupaten Bireuen. Kegiatan yang mengusung semangat Poma ini dilaksanakan pada Ahad, 18 Januari 2026, pukul 09.00 hingga 10.00 WIB, bertempat di Desa Alue Kuta, Dusun Pasie, Kecamatan Jangka.
Dalam budaya Aceh, Poma merupakan sebutan mulia bagi seorang ibu. Oleh karena itu, kegiatan Peduli Poma dimaknai sebagai gerakan empati dan solidaritas dari sesama ibu untuk ibu lainnya yang sedang diuji musibah. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala UPTD KB Jangka, Rahmatina, SST, bersama Kader PPKBD, Sub PPKBD, kader Tim Pendamping Keluarga (TPK) Kecamatan Jangka, serta didukung oleh Ibu Ketua PKK Desa Alue Kuta.
Adapun bantuan yang disalurkan meliputi sayur-mayur, bumbu dapur, rempah-rempah kebutuhan rumah tangga, serta donasi Al-Qur’an. Bantuan tersebut ditujukan khusus bagi ibu-ibu yang kehilangan rumah akibat banjir bandang serta ibu hamil yang membutuhkan perhatian dan dukungan lebih dalam kondisi darurat.
Kepala UPTD KB Jangka, Rahmatina, SST, menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar penyaluran bantuan, tetapi juga bentuk dukungan moral dan emosional kepada para ibu korban bencana.
“POMA dalam makna kami adalah ibu. Maka kegiatan ini adalah panggilan hati sesama ibu untuk saling menguatkan. Kami ingin para ibu merasa tidak sendiri, tetap tegar, dan yakin bahwa selalu ada kepedulian di tengah musibah,” ungkap Rahmatina.
Ia menjelaskan, bantuan berupa bahan pangan dipilih karena merupakan kebutuhan paling mendasar dalam rumah tangga, terutama di masa pemulihan pascabencana. Sementara donasi Al-Qur’an diharapkan menjadi sumber ketenangan batin dan penguat spiritual bagi keluarga terdampak.
“Ketika dapur tetap berasap dan hati tetap terhubung dengan nilai-nilai keimanan, insya Allah para ibu akan lebih kuat menghadapi cobaan,” tambahnya.
Sasaran kegiatan Peduli Poma ini adalah ibu-ibu korban banjir bandang dan ibu hamil yang terdampak langsung musibah. Para penerima bantuan tampak terharu dan bersyukur atas perhatian yang diberikan, karena selain membantu kebutuhan sehari-hari, kegiatan ini juga menghadirkan rasa empati dan kebersamaan.
Ibu Ketua PKK Desa Alue Kuta turut mengapresiasi aksi sosial tersebut dan menilai bahwa peran perempuan, khususnya para kader KB, sangat strategis dalam memperkuat ketahanan keluarga di masa krisis.
“Ketika para ibu saling menguatkan, maka keluarga dan masyarakat akan lebih cepat bangkit. Inilah makna Poma yang sesungguhnya,” ujarnya.
Melalui kegiatan Peduli Poma ini, diharapkan para ibu korban banjir dapat terhibur, dikuatkan secara mental dan spiritual, serta merasakan kepedulian nyata dari para kader KB dan masyarakat. Kegiatan ini sekaligus menjadi simbol bahwa nilai kebersamaan, gotong royong, dan kasih sayang seorang ibu tetap hidup dan menjadi kekuatan utama dalam menghadapi musibah.
