Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Bupati Bireuen Temui Pengungsi Banjir Saat Sahur, Relokasi ke Hunian Lebih Layak Segera Dilakukan

Jumat, 13 Maret 2026 | 12:46 WIB Last Updated 2026-03-13T05:46:34Z



Detikacehnews.id | Bireuen - Bupati Bireuen, Ir. Mukhlis, ST menunjukkan kepedulian langsung terhadap warga yang terdampak bencana banjir dengan mengunjungi para pengungsi yang mendirikan tenda darurat di kawasan Kantor Pusat Pemerintahan Kabupaten Bireuen pada dini hari, bertepatan dengan waktu sahur.


Kunjungan tersebut berlangsung dalam suasana sederhana namun penuh kehangatan. Di tengah bulan suci Ramadhan, Bupati tidak hanya meninjau kondisi para pengungsi, tetapi juga berbaur bersama warga, berdialog, serta ikut menyantap sahur bersama mereka di lokasi pengungsian.


Kehadiran orang nomor satu di Kabupaten Bireuen itu disambut hangat oleh masyarakat yang selama ini harus bertahan di tenda darurat akibat dampak banjir yang melanda sejumlah wilayah. Suasana kekeluargaan pun terlihat jelas ketika Bupati duduk bersama warga, mendengarkan langsung berbagai keluhan dan harapan yang disampaikan masyarakat.


Dalam dialog tersebut, Bupati secara khusus menanyakan kondisi kesehatan warga, kebutuhan logistik yang paling mendesak, serta aspirasi masyarakat terkait langkah penanganan pascabencana. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak akan membiarkan masyarakat terus bertahan dalam kondisi yang serba terbatas.


Menurut Bupati, pemerintah memiliki tanggung jawab untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan warga, terutama di tengah kondisi cuaca yang masih belum stabil serta situasi Ramadhan yang membutuhkan kondisi fisik dan lingkungan yang lebih layak.


Sebagai langkah konkret, Bupati Bireuen memutuskan untuk segera merelokasi para pengungsi dari area Kantor Pusat Pemerintahan Kabupaten ke tempat penampungan yang lebih layak, aman, dan nyaman. Relokasi ini diharapkan dapat memberikan lingkungan yang lebih sehat, terutama dari segi sanitasi, kebersihan, serta akses layanan kesehatan.


Pemerintah memahami kesulitan yang bapak dan ibu rasakan. Karena itu kita tidak ingin warga terus bertahan di kondisi seperti ini. Untuk jangka pendek, kita akan pindahkan ke tempat penampungan yang lebih manusiawi sambil menunggu proses penyiapan hunian tetap,” ujar Bupati Mukhlis di sela-sela dialog dengan warga.


Ia juga menegaskan bahwa pemerintah daerah saat ini sedang berupaya maksimal untuk memperjuangkan pembangunan hunian tetap (huntap) bagi para korban bencana. Hunian tersebut direncanakan berada di lokasi yang lebih aman dan jauh dari potensi banjir, sehingga masyarakat dapat kembali menjalani kehidupan dengan lebih tenang dan berkelanjutan.


Bupati turut mengajak masyarakat untuk tetap bersabar dan menjaga optimisme di tengah situasi yang sulit. Menurutnya, pemerintah daerah terus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak agar proses penanganan pascabencana dapat berjalan cepat dan tepat sasaran.


Ini adalah musibah yang harus kita hadapi bersama. Pemerintah akan terus hadir dan bekerja agar masyarakat bisa segera mendapatkan tempat tinggal yang lebih layak dan aman di masa depan,” tambahnya.


Dalam kunjungan tersebut, Bupati didampingi oleh Staf Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Pusat, Penjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bireuen, para Asisten Setdakab, serta sejumlah Kepala Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK) terkait.


Kehadiran para pimpinan perangkat daerah ini bertujuan untuk memastikan bahwa setiap instruksi yang disampaikan Bupati dapat langsung ditindaklanjuti di lapangan. Mulai dari pemenuhan kebutuhan logistik, pelayanan kesehatan bagi para pengungsi, hingga persiapan teknis relokasi ke tempat penampungan sementara.


Dengan langkah cepat tersebut, Pemerintah Kabupaten Bireuen berharap para korban banjir dapat segera mendapatkan tempat tinggal yang lebih layak sehingga dapat menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan dengan kondisi yang lebih nyaman dan sehat. Selain itu, upaya jangka panjang berupa pembangunan hunian tetap diharapkan mampu menjadi solusi permanen bagi masyarakat yang selama ini tinggal di wilayah rawan banjir.