![]() |
| Dokumentasi foto bersama Dekan FK Umuslim dan mitra medis usai kegiatan Pelayanan Kesehatan gratis di Pante Baro Glee Siblah. |
Detikacehnews.id | Bireuen - Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Almuslim (Umuslim) Peusangan bekerja sama dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Bireuen serta Mitra Medis Bireuen kembali menghadirkan layanan kesehatan gratis bagi masyarakat terdampak banjir hidrometeorologi di Kabupaten Bireuen. Kegiatan kemanusiaan tersebut dilaksanakan pada Kamis (8/1/2026) dan dipusatkan di dua gampong, yakni Gampong Pante Baro Glee Siblah dan Gampong Kubu, Kecamatan Peusangan Siblah Krueng.
Pelayanan kesehatan gratis di masing-masing gampong dipusatkan di meunasah setempat. Sejak pagi hari, ratusan warga tampak memadati lokasi kegiatan untuk memeriksakan kondisi kesehatan mereka. Tingginya antusiasme masyarakat menunjukkan besarnya kebutuhan akan layanan kesehatan pascabanjir, terutama di tengah kondisi lingkungan yang belum sepenuhnya pulih.
Berdasarkan data pelayanan di lapangan, sebagian besar warga yang datang mengeluhkan gangguan kesehatan yang umum terjadi pascabanjir. Penyakit yang paling banyak ditangani oleh tim medis meliputi infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), diare, dyspepsia, cephalgia, common cold, serta hipertensi. Selain itu, tidak sedikit warga yang mengalami myalgia, rheumatoid arthritis, faringitis, dan gastritis, yang diduga dipicu oleh aktivitas fisik berat serta kondisi lingkungan yang lembap dan kurang higienis.
Tim medis juga memberikan perhatian khusus terhadap kasus penyakit kulit yang cukup dominan dialami masyarakat. Penyakit kulit tersebut umumnya disebabkan oleh paparan air banjir yang tercemar dan kondisi lingkungan pascabanjir yang belum bersih. Beberapa kasus yang berhasil ditangani antara lain bacterial dermatitis, tinea, impetigo bullosa dan krustosa, serta luka terbuka yang mengalami infeksi sekunder. Bahkan, tim medis menemukan sejumlah pasien dengan kondisi yang memerlukan penanganan lebih lanjut, seperti visceral larva migrans serta gangguan kesehatan lainnya, termasuk penyakit jantung.
Kegiatan pelayanan kesehatan ini dipimpin langsung oleh Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Almuslim yang juga menjabat sebagai Ketua IDI Cabang Bireuen, dr. Zumirda, Sp.B-ET, FISA, FINACS. Ia turun langsung ke lapangan untuk memimpin koordinasi sekaligus memastikan seluruh rangkaian pelayanan berjalan optimal di tengah lonjakan jumlah pasien yang terus berdatangan.
Alur pelayanan kesehatan dirancang menyerupai sistem pelayanan rumah sakit. Proses dimulai dari pendaftaran pasien yang dibantu oleh mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Almuslim, kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan dan konsultasi medis sesuai keluhan yang dirasakan. Setelah mendapatkan diagnosis, pasien langsung menerima obat-obatan dari tim farmasi berdasarkan resep dokter. Seluruh rangkaian pelayanan tersebut diberikan secara gratis tanpa dipungut biaya apa pun.
Menurut dr. Zumirda, layanan kesehatan yang diberikan sengaja dirancang secara komprehensif agar masyarakat memperoleh penanganan medis yang profesional dan menyeluruh. Tim medis yang diturunkan terdiri atas dokter umum, dokter spesialis, serta tenaga kesehatan lainnya, dengan dukungan ketersediaan obat-obatan yang memadai.
Ia menambahkan, kehadiran tenaga medis dengan formasi lengkap menjadi pembeda utama dibandingkan layanan pengobatan gratis yang selama ini diterima masyarakat. Dengan sistem pelayanan yang tertata dan profesional, masyarakat diharapkan merasa lebih aman dan percaya diri dalam memperoleh layanan kesehatan yang layak, khususnya di tengah kondisi pascabanjir yang masih menyisakan berbagai persoalan kesehatan.
Manfaat kegiatan ini juga dirasakan langsung oleh masyarakat penerima layanan. Sejumlah warga mengaku sangat terbantu dengan pemeriksaan yang dilakukan secara menyeluruh dan profesional, sehingga keluhan kesehatan yang dialami dapat ditangani dengan baik.
Selain pelayanan pemeriksaan dan pengobatan gratis, kegiatan kemanusiaan ini juga dirangkaikan dengan penyaluran bantuan sosial bagi warga terdampak banjir. Di Gampong Pante Baro Glee Siblah, dr. Zumirda secara simbolis menyerahkan bantuan berupa selimut, handuk, kain sarung, serta paket bantuan lainnya kepada masyarakat yang membutuhkan.
Bantuan tersebut merupakan hasil donasi dari berbagai pihak yang turut berpartisipasi dalam aksi kemanusiaan ini. Dalam kesempatan tersebut, dr. Zumirda menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada masyarakat Maluku Tengah, mulai dari kelompok TK hingga SD yang telah berdonasi, serta kepada Darul Tauhid Peduli, Taman Iskandar Muda, Rumah Sakit Linggar Jati Kuningan, Atjeh Connection, RSUD Peusangan Raya, RSUD Fauziah Bireuen, dan seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini.
Diketahui, Gampong Pante Baro Glee Siblah dan Gampong Kubu merupakan dua wilayah yang terdampak banjir cukup parah. Ketinggian air dilaporkan mencapai hingga dua meter, menyebabkan kerusakan serius pada rumah warga, lahan persawahan, serta hewan ternak. Hingga saat ini, masih banyak rumah warga yang dipenuhi lumpur dengan ketinggian signifikan di dalam rumah, sehingga menyulitkan aktivitas sehari-hari dan berpotensi memperburuk kondisi kesehatan masyarakat.
Pantauan di lapangan menunjukkan bahwa kehadiran tim medis FK Universitas Almuslim, IDI Cabang Bireuen, dan Mitra Medis Bireuen disambut dengan penuh rasa syukur oleh masyarakat. Warga berharap layanan kesehatan gratis dengan fasilitas lengkap dan penanganan profesional seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan hingga kondisi kesehatan dan kehidupan masyarakat benar-benar pulih secara menyeluruh pascabencana.
