![]() |
| Dokumentasi foto kegiatan Pelayanan Kesehatan gratis di Gampong Krueng Beukah, Kecamatan Peusangan Selatan. |
Detikacehnews.id | Bireuen - Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Almuslim (Umuslim) Peusangan kembali menunjukkan komitmennya dalam aksi kemanusiaan dengan melanjutkan pelayanan kesehatan gratis bagi masyarakat terdampak banjir hidrometeorologi di Kabupaten Bireuen. Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu, 10 Februari 2026, dan dipusatkan di Meunasah Gampong Krueng Beukah, Kecamatan Peusangan Selatan.
Kegiatan pelayanan kesehatan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara FK Universitas Almuslim, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Bireuen, serta sejumlah mitra medis dan lembaga kemanusiaan lainnya. Sinergi lintas lembaga ini melibatkan Darul Tauhid Peduli, Persatuan Ahli Bedah Indonesia (PABI), Atjeh Connection, serta beberapa mitra pendukung lainnya, dengan tujuan memperkuat kapasitas pelayanan dan memastikan masyarakat memperoleh penanganan medis yang optimal di tengah kondisi pascabanjir yang masih memprihatinkan.
Pemilihan Gampong Krueng Beukah sebagai lokasi pelayanan didasarkan pada tingkat dampak banjir yang tergolong paling parah di wilayah Kabupaten Bireuen. Hingga saat ini, sebagian warga masih harus bertahan di lokasi pengungsian, sementara banyak rumah penduduk belum dapat dihuni secara normal akibat sisa lumpur dan endapan tanah yang masih menggenangi bagian dalam rumah. Kondisi lingkungan yang belum sepenuhnya pulih tersebut berpotensi menimbulkan berbagai gangguan kesehatan, terutama bagi kelompok rentan seperti balita, ibu hamil, dan lansia.
Sejak pagi hari, ratusan warga tampak memadati lokasi pelayanan kesehatan untuk memeriksakan kondisi kesehatan mereka. Tingginya antusiasme masyarakat mencerminkan besarnya kebutuhan akan layanan kesehatan pascabanjir, terlebih di tengah keterbatasan akses pelayanan kesehatan serta meningkatnya risiko penyakit akibat lingkungan yang kurang sehat.
Kegiatan pelayanan kesehatan ini dipimpin langsung oleh Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Almuslim yang juga menjabat sebagai Ketua IDI Cabang Bireuen, dr. Zumirda, Sp.B-ET, FISA, FINACS. Ia turun langsung ke lapangan untuk memimpin koordinasi seluruh tim medis, sekaligus memastikan bahwa seluruh rangkaian pelayanan berjalan tertib, profesional, dan optimal, meskipun jumlah pasien yang datang terus meningkat sepanjang kegiatan berlangsung.
Dalam pelaksanaannya, alur pelayanan kesehatan dirancang menyerupai sistem pelayanan di rumah sakit. Proses dimulai dari tahap pendaftaran pasien yang dibantu oleh mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Almuslim, kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan dan konsultasi medis sesuai dengan keluhan yang dialami pasien. Setelah memperoleh diagnosis, pasien langsung mendapatkan obat-obatan dari tim farmasi berdasarkan resep dokter. Seluruh layanan pemeriksaan dan pengobatan tersebut diberikan secara gratis tanpa dipungut biaya apa pun.
dr. Zumirda menjelaskan bahwa pelayanan kesehatan sengaja dirancang secara komprehensif agar masyarakat terdampak banjir mendapatkan penanganan medis yang profesional dan menyeluruh. Tim medis yang diturunkan terdiri atas dokter umum, dokter spesialis, serta tenaga kesehatan lainnya, dengan dukungan ketersediaan obat-obatan yang memadai dan disesuaikan dengan kebutuhan penyakit yang umum muncul pada kondisi pascabanjir.
Selain pelayanan pemeriksaan dan pengobatan, kegiatan ini juga diisi dengan penyaluran Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi balita serta makanan tambahan untuk ibu hamil di Gampong Krueng Beukah. Tidak hanya itu, balita juga menerima paket perlengkapan mandi lengkap, seperti pampers, bedak, dan kebutuhan dasar lainnya. Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk perhatian terhadap kesehatan, kebersihan, dan pemenuhan gizi anak-anak serta ibu hamil di tengah situasi darurat pascabanjir.
Berdasarkan data pengungsi di lokasi Meunasah Gampong Krueng Beukah, Dusun Keuchik Khalifah, tercatat sebanyak 91 kepala keluarga dengan jumlah keseluruhan 306 jiwa terdampak banjir. Dari jumlah tersebut, terdiri atas 150 laki-laki dan 156 perempuan, termasuk 20 balita, 14 baduta, 3 bayi, 2 ibu hamil, serta 56 lansia. Data ini menunjukkan tingginya jumlah kelompok rentan yang membutuhkan perhatian khusus, terutama dari aspek kesehatan dan pemenuhan gizi.
Pantauan di lapangan menunjukkan bahwa kehadiran tim medis FK Universitas Almuslim, IDI Cabang Bireuen, serta para mitra kemanusiaan disambut dengan penuh rasa syukur oleh masyarakat. Warga mengaku sangat terbantu dengan pelayanan kesehatan yang diberikan secara gratis, tertata, dan profesional, sehingga berbagai keluhan kesehatan yang mereka alami dapat ditangani dengan cepat dan tepat.
Melalui kegiatan ini, Fakultas Kedokteran Universitas Almuslim bersama IDI Cabang Bireuen dan mitra kemanusiaan berharap dapat meringankan beban masyarakat terdampak banjir serta membantu mempercepat pemulihan kondisi kesehatan warga. Kegiatan pelayanan kesehatan gratis ini juga menjadi wujud nyata komitmen berkelanjutan dunia akademik dan tenaga medis dalam mendukung upaya kemanusiaan serta penanggulangan dampak bencana di Kabupaten Bireuen.
