Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Pemulihan Gizi Pascabanjir, Dekan FK Umuslim Berikan PMT untuk Balita dan Ibu Hamil di Krueng Beukah

Sabtu, 10 Januari 2026 | 17:44 WIB Last Updated 2026-01-10T10:44:56Z

Dokumentasi foto Dekan FK Umuslim berikan PMT untuk balita dan ibu hamil di Gampong Krueng Beukah.

 

Detikacehnews.id | Bireuen - Kepedulian terhadap kelompok rentan terdampak bencana banjir kembali ditunjukkan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Almuslim (Umuslim) Peusangan. Di sela pelaksanaan pelayanan kesehatan gratis pascabanjir, Dekan Fakultas Kedokteran Umuslim yang juga menjabat sebagai Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Bireuen, dr. Zumirda, Sp.B-ET, FISA, FINACS, turut menyalurkan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi balita serta makanan tambahan untuk ibu hamil di Gampong Krueng Beukah, Kecamatan Peusangan Selatan, Kabupaten Bireuen, Sabtu (10/2/2026).


Penyaluran PMT tersebut merupakan bagian integral dari rangkaian kegiatan kemanusiaan yang digelar oleh Fakultas Kedokteran Universitas Almuslim bekerja sama dengan IDI Cabang Bireuen serta sejumlah mitra medis dan kemanusiaan lainnya. Kegiatan ini secara khusus difokuskan pada pemenuhan kebutuhan gizi balita dan ibu hamil yang termasuk dalam kelompok paling rentan terdampak bencana banjir.


Gampong Krueng Beukah tercatat sebagai salah satu wilayah dengan dampak banjir paling parah di Kabupaten Bireuen. Hingga beberapa waktu setelah banjir surut, kondisi di gampong tersebut belum sepenuhnya pulih. Sebagian warga masih harus mengungsi, sementara rumah-rumah penduduk masih dipenuhi lumpur akibat genangan air yang sempat mencapai ketinggian signifikan. Situasi ini berdampak langsung terhadap pola konsumsi makanan, kebersihan lingkungan, serta kondisi kesehatan masyarakat, khususnya balita dan ibu hamil.


Dalam kegiatan tersebut, dr. Zumirda turun langsung menyerahkan PMT kepada balita serta paket makanan tambahan bagi ibu hamil. Selain itu, balita juga menerima paket perlengkapan kebersihan dan perawatan diri, seperti perlengkapan mandi, pampers, bedak, serta kebutuhan dasar lainnya. Bantuan ini diharapkan dapat membantu menjaga asupan gizi sekaligus kebersihan anak-anak di tengah kondisi pascabanjir yang rawan menimbulkan berbagai penyakit.


Menurut dr. Zumirda, pemenuhan gizi bagi balita dan ibu hamil merupakan aspek yang sangat krusial dalam fase pemulihan pascabencana. Kondisi darurat sering kali membuat keluarga mengalami keterbatasan dalam memenuhi kebutuhan gizi seimbang, padahal balita dan ibu hamil membutuhkan asupan nutrisi yang cukup untuk menunjang tumbuh kembang serta menjaga daya tahan tubuh.


Ia menegaskan bahwa upaya pemulihan pascabencana tidak hanya berfokus pada pengobatan penyakit yang muncul, tetapi juga harus disertai dengan langkah-langkah preventif, termasuk pemenuhan gizi yang memadai. Dengan asupan nutrisi yang baik, balita diharapkan terhindar dari risiko gizi buruk, sementara ibu hamil dapat menjalani masa kehamilan dengan kondisi kesehatan yang lebih optimal.


Berdasarkan data pengungsi yang tercatat di Meunasah Gampong Krueng Beukah, Dusun Keuchik Khalifah, terdapat sebanyak 91 kepala keluarga dengan total 306 jiwa yang terdampak banjir. Dari jumlah tersebut, terdapat 20 balita, 14 baduta, 3 bayi, serta 2 ibu hamil. Selain itu, sebanyak 56 warga lanjut usia juga masuk dalam kategori kelompok rentan yang memerlukan perhatian khusus, terutama dari aspek pelayanan kesehatan dan pemenuhan kebutuhan dasar.


Kegiatan penyaluran PMT ini mendapat respons positif dari masyarakat setempat. Para orang tua balita menyampaikan apresiasi atas bantuan yang diberikan, karena dinilai sangat membantu di tengah kondisi ekonomi dan lingkungan yang belum sepenuhnya pulih pascabanjir. Bantuan makanan tambahan dan perlengkapan bayi tersebut dianggap sesuai dengan kebutuhan mendesak warga saat ini.


Penyaluran PMT bagi balita dan ibu hamil ini sekaligus melengkapi rangkaian layanan kesehatan gratis yang dilaksanakan pada hari yang sama. Dalam kegiatan tersebut, ratusan warga mendapatkan layanan pemeriksaan dan pengobatan gratis dengan sistem pelayanan yang tertata menyerupai layanan rumah sakit, mulai dari pendaftaran, pemeriksaan awal, hingga pengobatan dan pemberian obat. Seluruh layanan diberikan tanpa dipungut biaya.


Melalui kegiatan ini, Fakultas Kedokteran Universitas Almuslim bersama IDI Cabang Bireuen dan para mitra kemanusiaan berharap dapat berkontribusi dalam mempercepat pemulihan kesehatan masyarakat secara menyeluruh. Upaya tersebut tidak hanya berorientasi pada pengobatan, tetapi juga pada pencegahan penyakit dan pemenuhan gizi sebagai fondasi penting bagi kesehatan masyarakat pascabencana.


Kehadiran langsung dr. Zumirda di tengah masyarakat menjadi simbol komitmen tenaga medis dan institusi pendidikan tinggi dalam menjalankan pengabdian kepada masyarakat. Hal ini sekaligus menegaskan peran strategis dunia akademik dan profesi kesehatan dalam merespons situasi darurat serta hadir mendampingi masyarakat pada masa-masa sulit akibat bencana.