Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II Dimulai, Bupati Bireuen Lakukan Peletakan Batu Pertama

Senin, 12 Januari 2026 | 20:15 WIB Last Updated 2026-01-12T13:15:22Z

Dokumentasi foto Bupati Bireuen, Mukhlis, S.T memberikan sambutan di kegiatan Launching dan Peletakan Batu Pertama Sekolah Rakyat Tahap II.



Detikacehnews.id | Bireuen - Bupati Bireuen, Mukhlis, S.T., menghadiri sekaligus melakukan peletakan batu pertama Sekolah Rakyat Tahap II Paket Pembangunan Sekolah Rakyat Provinsi Aceh 1 di Kabupaten Bireuen, Senin (12/1/2026). Kegiatan ini dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia dan terhubung melalui Zoom Meeting dengan pusat kegiatan nasional.


Secara simbolis, Launching dan Peletakan Batu Pertama Sekolah Rakyat Tahap II dipimpin langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang hadir di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) Banjarbaru, Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan (BBPPK) Banjarmasin. Program ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Pusat dalam memperluas dan memeratakan akses pendidikan berkualitas bagi masyarakat, khususnya kelompok rentan dan kurang mampu.


Di Kabupaten Bireuen, kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Kepala Kejaksaan Negeri Bireuen, Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Bireuen, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pelaksanaan Prasarana Strategis, perwakilan kontraktor PP–WIKA KSO, Konsultan Manajemen Konstruksi PT Elsadai Servo Cons–PT Mikro Cordaniel dan PT Visiplan Konsultan KSO, unsur Muspika Kecamatan Juli, serta tokoh masyarakat setempat.


Acara diawali dengan sambutan PPK Pelaksanaan Prasarana Strategis, Reno Bayu Aji Kusprayogo, S.T., M.T. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa pembangunan Sekolah Rakyat merupakan wujud nyata kehadiran negara dalam menjamin hak pendidikan bagi seluruh warga negara. Menurutnya, pembangunan infrastruktur pendidikan memiliki nilai strategis dan sakral karena menjadi fondasi utama dalam membangun peradaban bangsa.


Pendidikan adalah investasi jangka panjang yang akan menentukan posisi Aceh dalam peta persaingan global di masa depan. Oleh karena itu, pembangunan Sekolah Rakyat ini tidak hanya menghadirkan gedung fisik, tetapi juga harapan bagi generasi penerus,” ujar Reno Bayu Aji Kusprayogo.


Ia juga menjelaskan bahwa pada Tahap I, pembangunan Sekolah Rakyat di Provinsi Aceh mencakup tiga wilayah strategis, yakni Kabupaten Aceh Besar, Kabupaten Bireuen, dan Kota Lhokseumawe. Penetapan lokasi tersebut telah melalui proses verifikasi yang ketat dengan mempertimbangkan kesiapan lahan, aspek teknis, serta urgensi administratif. Tujuan utama program ini adalah untuk memperkecil kesenjangan fasilitas pendidikan antara wilayah perkotaan dan daerah penyangga, serta mencetak agen perubahan di setiap keluarga miskin melalui pendidikan yang berkualitas guna memutus mata rantai kemiskinan.


Sementara itu, dalam sambutannya, Bupati Bireuen, Mukhlis, S.T., menyampaikan bahwa Program Sekolah Rakyat di Kabupaten Bireuen telah mulai beroperasi dan menunjukkan perkembangan yang sangat positif. Ia mengungkapkan bahwa fasilitas fisik gedung sekolah sudah siap dan telah dimanfaatkan sepenuhnya sebagai pusat kegiatan belajar-mengajar.


Para siswa dari kelompok masyarakat sasaran telah terdaftar dan mengisi ruang-ruang kelas yang tersedia. Kegiatan belajar-mengajar juga sudah berjalan secara rutin. Kami melihat antusiasme yang luar biasa dari para siswa maupun guru-guru pendamping di lapangan,” ungkap Bupati Mukhlis.


Lebih lanjut, Bupati Bireuen menyampaikan harapannya agar Pemerintah Pusat, khususnya Presiden Republik Indonesia, terus memberikan dukungan berkelanjutan terhadap keberlangsungan Program Sekolah Rakyat di daerah. Dukungan tersebut diharapkan tidak hanya dalam bentuk pembangunan fisik, tetapi juga pendampingan program, penguatan kapasitas tenaga pendidik, serta bantuan sarana dan prasarana penunjang lainnya secara berkala.


Menurutnya, sinergi yang kuat antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah menjadi kunci utama dalam menjaga kualitas dan keberlanjutan Sekolah Rakyat, sehingga mampu melahirkan generasi yang mandiri, berdaya saing, dan memiliki masa depan yang lebih baik.


Rangkaian acara ditutup dengan kegiatan santunan kepada anak yatim sebagai bentuk kepedulian sosial, kemudian dilanjutkan dengan prosesi Peletakan Batu Pertama Sekolah Rakyat Tahap II Paket Pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Bireuen.



Dengan dimulainya pembangunan Tahap II ini, diharapkan Sekolah Rakyat di Kabupaten Bireuen dapat semakin memperkuat perannya sebagai pusat pendidikan inklusif yang memberikan kesempatan belajar yang setara bagi seluruh anak bangsa, khususnya dari keluarga kurang mampu.