![]() |
| Pengurus IMI foto bersama Notaris Syukri, S.H., M.Kn usai peresmian badan hukum. |
Detikacehnews.id | Bireuen - Inong Muda Indonesia (IMI), sebuah lembaga yang bergerak di bidang pembelaan hak perempuan dan pemberdayaan perempuan muda, secara resmi berdiri sebagai lembaga berbadan hukum. Peresmian ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat peran IMI sebagai wadah perjuangan, pembelajaran, dan pendampingan bagi perempuan muda agar mampu mengenali potensi diri, membangun kesiapan hidup, serta berdaulat atas setiap pilihan yang diambil dalam kehidupannya.
Peresmian lembaga tersebut ditandai dengan penandatanganan Akta Pendirian di hadapan Notaris Syukri, S.H., M.Kn, yang berlangsung di kantor notaris di Matangglumpangdua pada Jumat (17/01). Dengan penandatanganan akta ini, Inong Muda Indonesia secara resmi memiliki legalitas hukum yang sah untuk menjalankan seluruh aktivitas kelembagaan secara terstruktur, profesional, dan berkelanjutan.
Kegiatan penandatanganan akta pendirian tersebut dihadiri langsung oleh para pendiri yang sekaligus dipercaya sebagai pengurus inti lembaga. Mereka adalah Nafsul Muthmainnah selaku Ketua Inong Muda Indonesia, Nida Amalya sebagai Wakil Ketua, Chairani sebagai Sekretaris, serta Putri Mulyana sebagai Bendahara. Kehadiran para pendiri dan pengurus ini mencerminkan keseriusan dan komitmen bersama dalam membangun lembaga yang berorientasi pada penguatan peran perempuan muda di tengah masyarakat.
Ketua Inong Muda Indonesia, Nafsul Muthmainnah, dalam keterangannya menyampaikan bahwa pendirian lembaga ini dilatarbelakangi oleh realitas sosial yang masih menghadirkan berbagai tantangan bagi perempuan muda, mulai dari keterbatasan akses pengembangan diri hingga minimnya ruang aman untuk bertumbuh dan menyuarakan hak-haknya. Oleh karena itu, Inong Muda Indonesia hadir sebagai jawaban atas kebutuhan tersebut.
“Pendirian lembaga ini bertujuan untuk menjawab tantangan pemberdayaan perempuan muda dalam mengenali kapasitas dirinya, membangun kesiapan hidup, dan berdaulat atas pilihannya. Dengan adanya payung hukum yang kuat melalui Akta Notaris, kami berkomitmen untuk menjalankan setiap program dan kegiatan lembaga dengan menjunjung tinggi prinsip transparansi, akuntabilitas, dan profesionalisme,” ujar Nafsul.
Ia menambahkan, ke depan Inong Muda Indonesia tidak hanya akan menjadi ruang belajar, tetapi juga ruang pendampingan dan penguatan kapasitas yang mendorong perempuan muda agar lebih percaya diri, mandiri, dan memiliki kesadaran kritis terhadap hak-haknya sebagai perempuan.
Sementara itu, Notaris Syukri, S.H., M.Kn, yang memfasilitasi proses pendirian lembaga, menegaskan bahwa Akta Pendirian Inong Muda Indonesia Nomor 03 tanggal 17 Januari 2026 telah disusun sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Akta tersebut juga telah dilengkapi dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) yang menjadi pedoman utama dalam menjalankan roda organisasi.
“Akta pendirian ini telah disusun secara lengkap dan sesuai regulasi. Kami berharap Inong Muda Indonesia dapat tumbuh menjadi lembaga yang sehat secara kelembagaan dan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ungkapnya. Ia juga berharap IMI ke depan dapat menjadi mitra strategis bagi pemerintah, lembaga pendidikan, serta berbagai elemen masyarakat dalam mewujudkan tujuan jangka panjang, khususnya dalam upaya pembelaan hak dan pemberdayaan perempuan.
Sebagai lembaga yang berfokus pada isu perempuan, Inong Muda Indonesia menetapkan visi untuk membangun perempuan muda yang berdaya, sadar hak, dan memiliki kapasitas untuk menentukan arah hidupnya secara mandiri. Program-program yang akan dijalankan meliputi ruang belajar tematik, pendampingan personal dan komunitas, serta penguatan kapasitas perempuan muda melalui pendekatan yang inklusif, partisipatif, dan berkelanjutan.
Dengan resmi berdirinya Inong Muda Indonesia sebagai lembaga berbadan hukum, diharapkan kehadiran IMI dapat menjadi bagian dari upaya kolektif dalam menciptakan ekosistem sosial yang lebih adil dan setara bagi perempuan. Legalitas ini sekaligus menjadi pijakan awal bagi IMI untuk memperluas jejaring, memperkuat kolaborasi, dan menghadirkan program-program yang berdampak nyata bagi perempuan muda dan masyarakat secara luas.
