![]() |
| Dokumentasi kegiatan Yasinan, doa bersama dan pembagian sembako di SMA Negeri 3 Bireuen. Jumat (9/1/2026). |
Detikacehnews.id | Bireuen - SMA Negeri 3 Bireuen menggelar kegiatan yasinan, zikir, doa bersama serta penyaluran bantuan sembako bagi puluhan siswa terdampak banjir, Jumat, 9 Januari 2026. Kegiatan yang dilaksanakan di lingkungan sekolah tersebut berlangsung khidmat, tertib, dan penuh kekeluargaan, sekaligus menjadi agenda pembuka awal semester genap tahun ajaran 2025/2026.
Selain sebagai kegiatan rutin keagamaan, pelaksanaan yasinan dan zikir kali ini juga dimaknai sebagai bentuk kepedulian sosial sekolah terhadap siswa, guru, dan tendik yang terdampak musibah banjir dan tanah longsor yang melanda Kabupaten Bireuen akhir November 2025 lalu.
Wakil Kepala Bidang Kurikulum SMA Negeri 3 Bireuen, Mauliana, S.Pd., yang juga mengoordinir kegiatan tersebut, menjelaskan bahwa yasinan dan zikir merupakan agenda rutin yang digelar setiap hari Jumat sebagai bagian dari pembinaan rohani warga sekolah.
“Setiap Jumat, kegiatan belajar mengajar di SMA Negeri 3 Bireuen selalu diawali dengan yasinan dan zikir. Biasanya juga dirangkai dengan tausiah serta sholawat bersama yang dipersembahkan oleh siswa. Ini merupakan bagian dari upaya sekolah dalam menanamkan nilai-nilai keagamaan kepada peserta didik,” ujar Mauliana.
Namun, ia menambahkan, kegiatan pada awal tahun ini memiliki makna yang lebih mendalam karena dilaksanakan pasca musibah banjir yang berdampak langsung terhadap warga sekolah.
“Mengingat Aceh, khususnya Bireuen, baru saja dilanda banjir dan tanah longsor, maka sekolah merasa perlu untuk ikut hadir membantu siswa, guru, dan tendik yang terdampak. Ini adalah wujud empati dan kepedulian keluarga besar SMA Negeri 3 Bireuen,” katanya.
Mauliana merinci, sebanyak 77 siswa SMA Negeri 3 Bireuen tercatat terdampak banjir dan menerima bantuan sembako. Selain itu, terdapat 17 orang guru dan tendik yang juga terdampak dan memperoleh bantuan serupa.
Ia menjelaskan bahwa bantuan tersebut berasal dari donasi para guru dan tendik SMA Negeri 3 Bireuen serta hasil sedekah Jumat yang selama ini rutin dikumpulkan setelah pelaksanaan yasinan.
“Alhamdulillah, bantuan ini berasal dari donasi guru dan sedekah Jumat yang memang rutin kita laksanakan. Semoga bantuan ini dapat meringankan beban siswa dan guru yang sedang tertimpa musibah,” ujar Mauliana.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan Surah Yasin, zikir, dan doa bersama yang dipimpin langsung oleh Wakil Kepala Bidang Sarana dan Prasarana SMA Negeri 3 Bireuen, Bahagia Hadi, S.Pd.I., M.Pd., yang juga merupakan guru Pendidikan Agama Islam (PAI).
Dalam tausiahnya, Bahagia Hadi mengajak seluruh guru dan siswa untuk menjadikan musibah banjir sebagai sarana introspeksi dan penguatan iman. Ia menekankan bahwa setiap musibah yang terjadi atas izin Allah SWT mengandung hikmah dan pelajaran berharga bagi manusia.
“Musibah adalah ujian yang Allah berikan agar kita semakin dekat kepada-Nya, memperbaiki diri, serta menumbuhkan kepedulian sosial. Di saat seperti inilah kita diuji untuk bersabar, ikhlas, dan saling menolong,” ungkapnya di hadapan peserta kegiatan.
Usai tausiah, kegiatan dilanjutkan dengan penyaluran bantuan sembako kepada siswa terdampak banjir. Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh jajaran wakil kepala sekolah dan para guru, di antaranya Wakil Kepala Bidang Kurikulum Mauliana, S.Pd., Wakil Kepala Bidang Humas Maisarni, S.Pd., Bidang Pengajaran Arifnawati, S.Pd., Bahagia Hadi, S.Pd.I., M.Pd., serta guru-guru lainnya, yakni Raihan Putri, S.Pd., Hastati, S.Pd., dan Laila Amna, S.Pd.
Kegiatan kemudian ditutup dengan nasihat singkat dari Mauliana kepada seluruh siswa dan guru yang hadir. Dalam pesannya, ia menekankan pentingnya keikhlasan, rasa syukur, serta semangat saling membantu dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan.
“Keikhlasan akan mengantarkanmu ke pintu yang dinamakan kesuksesan,” ujar Mauliana. Ia juga mengajak seluruh siswa untuk selalu menghargai sesama, menumbuhkan empati, dan menjaga solidaritas, baik di lingkungan sekolah maupun di tengah masyarakat.
Melalui kegiatan ini, SMA Negeri 3 Bireuen tidak hanya meneguhkan nilai-nilai religius, tetapi juga menanamkan pendidikan karakter berbasis kepedulian sosial dan kebersamaan sebagai bagian dari proses pembentukan generasi yang berakhlak dan berempati.
