Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Kacabdin Bireuen Abdul Hamid Bangga SMA Negeri 2 Bireuen Jadi Sekolah Model Kemendikdasmen

Minggu, 08 Maret 2026 | 12:49 WIB Last Updated 2026-03-08T05:49:39Z



Detikacehnews.id | Bireuen - Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Bireuen, Abdul Hamid, S.Pd., M.Pd, menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya atas penunjukan SMA Negeri 2 Bireuen sebagai Sekolah Model Implementasi Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) serta Pembelajaran Mendalam (PM) oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).


Menurut Abdul Hamid, kepercayaan yang diberikan pemerintah pusat kepada SMA Negeri 2 Bireuen merupakan sebuah pencapaian penting yang menunjukkan bahwa kualitas pendidikan di Kabupaten Bireuen terus mengalami perkembangan yang positif dan mampu bersaing di tingkat nasional.


Penetapan SMA Negeri 2 Bireuen sebagai sekolah model tentu menjadi kebanggaan bagi dunia pendidikan di Kabupaten Bireuen. Ini menunjukkan bahwa sekolah-sekolah kita memiliki kualitas dan potensi yang diakui di tingkat nasional,” ujar Abdul Hamid kepada media ini, Minggu (8/5/2026).


Ia mengaku merasa haru sekaligus bersyukur atas capaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan ini tidak terlepas dari kerja keras seluruh unsur pendidikan, mulai dari kepala sekolah, para guru, tenaga kependidikan, hingga dukungan masyarakat yang terus berkomitmen meningkatkan mutu pendidikan.


Abdul Hamid menilai, penunjukan SMA Negeri 2 Bireuen sebagai sekolah model implementasi Koding dan Kecerdasan Artifisial serta Pembelajaran Mendalam merupakan langkah strategis dalam memperkuat transformasi pendidikan, khususnya dalam menghadapi perkembangan teknologi yang semakin pesat.


Program KKA dan PM sendiri merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mendorong inovasi dalam proses pembelajaran, sekaligus membekali siswa dengan keterampilan abad ke-21 seperti kemampuan berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, serta literasi digital.


Di era perkembangan teknologi seperti sekarang ini, kemampuan di bidang digital, koding, dan kecerdasan artifisial menjadi sangat penting. Karena itu, kehadiran sekolah model seperti ini diharapkan mampu menjadi motor penggerak perubahan dalam dunia pendidikan,” jelasnya.


Lebih lanjut Abdul Hamid menegaskan bahwa penetapan SMA Negeri 2 Bireuen sebagai sekolah model juga sejalan dengan cita-cita besar Pemerintah Aceh dalam meningkatkan kualitas pendidikan di daerah.


Ia menyebutkan bahwa Pemerintah Aceh memiliki komitmen kuat untuk menghadirkan sekolah-sekolah unggulan di berbagai wilayah, sebagaimana tercermin dalam visi pembangunan pendidikan yang terus mendorong peningkatan mutu dan daya saing sumber daya manusia Aceh.


Program ini sejalan dengan visi Pemerintah Aceh, termasuk harapan Gubernur Aceh agar setiap daerah memiliki sekolah unggulan yang mampu mencetak generasi muda yang berkualitas dan siap menghadapi tantangan masa depan,” ungkapnya.


Ia berharap keberadaan SMA Negeri 2 Bireuen sebagai sekolah model dapat menjadi inspirasi bagi sekolah lain di Kabupaten Bireuen untuk terus melakukan inovasi dalam proses pembelajaran serta meningkatkan kualitas pendidikan secara berkelanjutan.


Menurutnya, keberhasilan satu sekolah dalam meraih prestasi di tingkat nasional harus menjadi motivasi bersama bagi seluruh satuan pendidikan untuk terus berbenah dan meningkatkan kualitas layanan pendidikan.


Kami berharap keberhasilan ini dapat menjadi pemicu semangat bagi sekolah-sekolah lain di Bireuen untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas pembelajaran,” katanya.


Di akhir keterangannya, Abdul Hamid juga menyampaikan harapannya agar implementasi program Koding dan Kecerdasan Artifisial serta Pembelajaran Mendalam di SMA Negeri 2 Bireuen dapat berjalan dengan baik dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas pendidikan.


Ia optimistis bahwa melalui program tersebut akan lahir generasi muda Aceh yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kemampuan teknologi, kreativitas, serta daya saing yang tinggi di era global.


Semoga keberadaan sekolah model ini mampu melahirkan generasi muda Aceh yang unggul, inovatif, dan siap menghadapi perkembangan teknologi serta tantangan masa depan,” pungkasnya.