Detikacehnews.id | Bireuen - Prof. Dr. Abdul Mu'ti, M.Ed., selaku Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia meresmikan Ruang Kelas Darurat (RKD) di SMK Negeri 1 Peusangan, Kabupaten Bireuen, pada Selasa, 10 Maret 2026. Peresmian tersebut menjadi bagian dari rangkaian kunjungan kerja Mendikdasmen ke Kabupaten Bireuen pascabanjir bandang yang melanda wilayah tersebut pada akhir November 2025 lalu.
Dalam kegiatan tersebut, Mendikdasmen didampingi oleh Murthalamuddin selaku Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Abdul Hamid selaku Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Bireuen, serta Muslim selaku Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bireuen. Turut hadir pula sejumlah pejabat daerah, tenaga pendidik, serta para siswa yang menyambut langsung kedatangan rombongan kementerian.
Kegiatan diawali dengan agenda kunjungan ke lingkungan sekolah untuk melihat secara langsung kondisi SMK Negeri 1 Peusangan setelah terdampak banjir bandang. Sekolah yang berlokasi di Gampong Raya Dagang, Kecamatan Peusangan, ini merupakan salah satu satuan pendidikan yang mengalami dampak cukup parah akibat bencana tersebut. Lokasinya yang berada sekitar satu kilometer dari aliran Krueng Peusangan membuat sekolah ini terdampak limpahan air ketika banjir besar melanda wilayah tersebut.
Pada kesempatan itu, Mendikdasmen secara simbolis meresmikan penggunaan Ruang Kelas Darurat dengan membuka gembok pintu ruang kelas yang baru dibangun. Prosesi peresmian tersebut dilakukan bersama seorang guru dan seorang siswa sebagai simbol dimulainya kembali aktivitas belajar mengajar secara bertahap di ruang yang telah disiapkan.
Selain peresmian RKD, dalam kegiatan tersebut juga dilakukan penyerahan mockup program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun 2026 serta bantuan school kit kepada pihak sekolah. Bantuan tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dalam membantu pemulihan sarana pendidikan yang terdampak bencana.
Berdasarkan data yang disampaikan, SMK Negeri 1 Peusangan memperoleh bantuan Revitalisasi Satuan Pendidikan Terdampak Bencana Tahun 2026 dengan nilai sebesar Rp3.430.900.000. Bantuan tersebut diharapkan dapat mempercepat proses pemulihan fasilitas pendidikan, termasuk perbaikan ruang belajar, sarana praktik, serta berbagai fasilitas penunjang kegiatan belajar mengajar di sekolah tersebut.
Kepala SMK Negeri 1 Peusangan, Faisal, ST, M.Pd menyampaikan bahwa banjir bandang yang terjadi pada akhir November 2025 menyebabkan kerusakan cukup besar di lingkungan sekolah.
Saat hari pertama masuk sekolah pascabanjir, kondisi lingkungan sekolah masih jauh dari normal. Di dalam kompleks sekolah masih terlihat endapan lumpur tebal yang menutupi sejumlah area. Bahkan beberapa ruangan masih tergenang air sisa banjir, terutama pada bangunan lama yang posisinya lebih rendah.
Selain itu, berbagai peralatan sekolah juga terlihat berantakan di luar ruangan akibat proses pembersihan yang masih berlangsung. Sejumlah unit komputer serta peralatan praktik siswa, seperti mesin jahit, dilaporkan mengalami kerusakan karena terendam air banjir selama beberapa waktu.
Melalui kunjungan tersebut, Mendikdasmen tidak hanya meninjau kondisi fasilitas sekolah, tetapi juga memberikan dukungan moral kepada para guru dan siswa yang tetap berupaya melanjutkan proses pembelajaran di tengah keterbatasan.
Rangkaian kegiatan kunjungan di SMK Negeri 1 Peusangan kemudian diakhiri dengan sesi foto bersama para guru dan siswa, khususnya anggota Pramuka yang turut menyambut kedatangan rombongan kementerian. Pada kesempatan tersebut, Mendikdasmen juga menyempatkan diri menyapa dan berbincang langsung dengan beberapa siswa untuk mendengar pengalaman mereka selama menghadapi dampak banjir dan proses pemulihan kegiatan belajar di sekolah.
Kunjungan ini diharapkan menjadi langkah awal percepatan pemulihan sarana pendidikan di wilayah terdampak bencana, sekaligus memastikan bahwa proses pendidikan bagi para siswa di Kabupaten Bireuen dapat kembali berjalan secara optimal.
