Detikacehnews.id | Bireuen - Rombongan Dewan Pengurus Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Bireuen yang dipimpin Ketua DPD PKS Bireuen, Syahrizal, SP menghadiri kegiatan open house yang digelar Bupati Bireuen, Ir. H. Mukhlis, STvdi Pendopo Bupati pada hari ketiga Idul Fitri 1447 H, Senin (23/03/2026). Kunjungan tersebut berlangsung dalam suasana silaturahmi sekaligus menjadi momentum diskusi terkait pemerintahan dan penanganan bencana banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Bireuen.
Dalam kesempatan itu, Ketua DPD PKS Bireuen memperkenalkan jajaran pengurus baru DPD PKS Bireuen periode 2025–2030 kepada Bupati. Selain itu, kedua belah pihak juga berdialog mengenai berbagai isu strategis, termasuk langkah-langkah pemerintah daerah dalam penanggulangan bencana serta program pembangunan yang sedang berjalan.
Syahrizal menyampaikan apresiasi terhadap kinerja satu tahun pemerintahan Bupati Bireuen. Ia menilai sejumlah capaian penting telah diraih, di antaranya keberhasilan pemerintah daerah dalam membebaskan lahan pembangunan rumah sakit RSUD dr. Fauziah yang sebelumnya belum terselesaikan pada periode kepala daerah terdahulu. Selain itu, ia juga menilai upaya pendataan aset Kabupaten Bireuen yang selama ini belum jelas telah menunjukkan kemajuan.
Tidak hanya itu, PKS Bireuen juga mengapresiasi keberhasilan Pemerintah Kabupaten Bireuen dalam melakukan lobi sehingga daerah tersebut menjadi salah satu penerima program Sekolah Rakyat (SR), yang dinilai sangat membantu masyarakat kurang mampu untuk memperoleh akses pendidikan yang lebih berkualitas.
“Ini langkah positif karena program Sekolah Rakyat akan memberikan kesempatan pendidikan bagi masyarakat miskin dengan kualitas yang baik,” ujar Syahrizal.
PKS Bireuen juga menilai keputusan Bupati yang menolak pengadaan mobil dinas baru serta menginfakkan gajinya untuk fakir miskin sebagai bentuk komitmen kepemimpinan yang sederhana dan pro-rakyat. Menurut Syahrizal, kebijakan tersebut mencerminkan kepedulian sosial sekaligus keteladanan bagi aparatur pemerintahan.
Dalam diskusi tersebut, PKS Bireuen turut mengapresiasi kesigapan Bupati dalam penanganan bencana banjir. Syahrizal menyebutkan bahwa Bupati turun langsung ke lapangan untuk membuka akses ke gampong-gampong yang terisolasi serta menyalurkan bantuan tanggap darurat kepada masyarakat terdampak.
“Dengan sigap beliau turun langsung ke lapangan membuka akses gampong-gampong terisolir dan memberikan bantuan tanggap darurat,” ujar Syahrizal.
Terkait penanggulangan pascabencana, Syahrizal mengungkapkan bahwa pihaknya juga berdiskusi mengenai rencana pembangunan hunian sementara (huntara). Dalam penjelasannya, Bupati menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Bireuen sebelumnya telah mengusulkan pembangunan huntara di beberapa lokasi, termasuk di wilayah Peusangan, tepatnya di Lapangan Blang Asan. Namun, berdasarkan hasil musyawarah dengan masyarakat setempat, rencana tersebut ditolak karena lokasi dianggap jauh dari tempat tinggal warga.
Masyarakat, lanjutnya, lebih memilih skema Dana Tunggu Hunian (DTH) serta pembangunan hunian tetap (huntap). Oleh karena itu, Syahrizal menegaskan bahwa informasi yang menyebut Bupati menolak pembangunan huntara tidak benar. Menurutnya, keputusan tersebut merupakan hasil musyawarah bersama masyarakat di tingkat gampong.
Selain itu, diskusi juga menyinggung keberadaan pengungsi di halaman Kantor Bupati Bireuen. Syahrizal menyampaikan bahwa Bupati telah menjelaskan pemerintah daerah sebenarnya telah menyiapkan hunian sementara yang representatif, namun sebagian pengungsi memilih untuk tidak menempatinya.
“Saya melihat Bupati bersama jajaran telah bekerja keras untuk menangani para korban bencana banjir. Tentu semua butuh proses,” katanya.
Syahrizal juga menilai Bupati sebagai sosok yang terbuka terhadap kritik dan masukan. Hal tersebut, menurutnya, terlihat dari banyaknya tamu dari berbagai kalangan yang diterima di Pendopo Bupati, bahkan hingga larut malam.
“Apapun juga, Bupati bukan manusia yang sempurna, pasti ada keterbatasan. Karena itu, masukan dan kritik yang membangun sangat beliau butuhkan,” ujarnya.
PKS Bireuen, lanjut Syahrizal, menyatakan siap mendukung langkah kerja Bupati dengan memberikan ide dan masukan konstruktif. Di sisi lain, PKS juga akan tetap bersikap kritis terhadap kebijakan yang dinilai menyimpang dari aturan.
“Kita mendukung penuh kebijakan yang pro rakyat. Namun jika ada kekeliruan, PKS akan memberikan masukan agar pembangunan berjalan sesuai dengan RPJM yang telah ditetapkan,” tegasnya.
Ia juga mengajak seluruh tokoh masyarakat Bireuen untuk memperkuat sinergi dan tidak saling menjatuhkan. Menurutnya, Kabupaten Bireuen memiliki banyak tokoh potensial yang jika bersatu akan mampu mendorong kemajuan daerah.
“Kalau kita bersinergi, Bireuen akan hebat. Namun jika kita saling menjatuhkan, semua akan rugi. Ibarat pepatah, kalah jadi abu, menang jadi arang,” ujarnya.
Kegiatan silaturahmi tersebut turut dihadiri sejumlah pengurus PKS Bireuen, di antaranya Yusriadi, T. Akmal, Rizal Yasin, Zakiatul Putri, Helmi Bustami, Sayuti, serta pengurus teras lainnya.
Menutup pertemuan, Syahrizal menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah memberikan kritik dan masukan kepada Pemerintah Kabupaten Bireuen. Ia menegaskan bahwa kepemimpinan daerah merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.
“Ini bupati kita bersama. Mari kita kawal bersama untuk Bireuen yang lebih baik,” pungkasnya.
