Detikacehnews.id | Bireuen - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen memberikan penjelasan resmi terkait kebijakan pembelian sebagian sapi meugang bantuan Presiden dari luar daerah. Keputusan tersebut diambil dengan mempertimbangkan sejumlah faktor strategis, mulai dari keterbatasan waktu, efisiensi harga, hingga upaya menjaga stabilitas pasar daging di daerah menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.
Juru Bicara Pemkab Bireuen, Muhajir Juli, menjelaskan bahwa bantuan kemasyarakatan dari Presiden Republik Indonesia untuk masyarakat terdampak bencana di Kabupaten Bireuen telah disalurkan melalui Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) pada Selasa, 17 Maret 2026, sekitar pukul 15.00 WIB, dengan total nilai sebesar Rp2.250.000.000.
Dana tersebut diperuntukkan bagi penyediaan sapi meugang untuk 91 desa terdampak bencana, sebagai bagian dari tradisi menyambut Hari Raya Idulfitri yang telah mengakar kuat dalam kehidupan masyarakat Aceh.
“Pada malam harinya, Pemkab Bireuen langsung mengikuti rapat koordinasi melalui zoom meeting yang dipimpin oleh Wakil Gubernur Aceh, Fadhullah atau yang akrab disapa Dek Fadh. Dalam pertemuan tersebut, dijelaskan secara rinci mekanisme penggunaan bantuan Presiden,” ujar Muhajir.
Dalam rapat tersebut, dibahas pula Surat Edaran Menteri Dalam Negeri tertanggal 12 Februari 2026, yang menegaskan bahwa bantuan Presiden untuk meugang harus disalurkan dalam bentuk daging, bukan uang tunai kepada masyarakat.
Namun demikian, proses realisasi bantuan tersebut dihadapkan pada tantangan waktu yang sangat terbatas. Sehari setelah dana diterima, yakni Rabu, 18 Maret 2026, sudah memasuki masa cuti bersama Hari Raya Nyepi, disusul Hari Raya Nyepi pada Kamis, 19 Maret 2026, dan cuti bersama Idulfitri pada Jumat, 20 Maret 2026.
“Kondisi ini membuat ruang gerak pemerintah daerah menjadi sangat sempit dalam menyiapkan seluruh kebutuhan, termasuk pengadaan sapi dan distribusinya ke desa-desa penerima,” jelasnya.
Melalui rapat terbatas yang digelar secara cepat, Pemkab Bireuen akhirnya menetapkan strategi pengadaan dengan membagi sumber pembelian sapi, yakni sebanyak 60 ekor dibeli dari luar Aceh dan 32 ekor dari dalam Kabupaten Bireuen.
Keputusan ini diambil bukan tanpa alasan. Muhajir menuturkan bahwa keterbatasan pasokan sapi lokal yang memenuhi kriteria menjadi salah satu pertimbangan utama. Kriteria tersebut meliputi berat sapi, umur, serta kesesuaian harga per kilogram sesuai standar yang telah ditetapkan.
“Selain itu, jika seluruh kebutuhan sapi dipenuhi dari dalam daerah, dikhawatirkan akan terjadi tekanan terhadap rantai pasok lokal. Hal ini berpotensi menyebabkan lonjakan harga daging sapi di pasar menjelang meugang dan Idulfitri, yang pada akhirnya dapat menurunkan daya beli masyarakat,” tambahnya.
Dari sisi harga, pengadaan sapi dilakukan dalam rentang Rp22 juta hingga Rp30 juta per ekor. Variasi harga ini disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing desa, terutama berdasarkan jumlah penduduk sehingga distribusi daging dapat dilakukan secara proporsional dan adil.
Harga tersebut, lanjut Muhajir, sudah mencakup berbagai komponen biaya, termasuk PPH Pasal 22, infaq, serta biaya operasional lainnya yang mengikuti proses pengadaan dan distribusi.
Dalam pelaksanaannya, Pemkab Bireuen juga menghadapi kendala teknis di lapangan. Tercatat satu ekor sapi mengalami kematian saat proses distribusi. Namun, pemerintah daerah segera mengambil langkah cepat dengan mengganti sapi tersebut agar pelaksanaan meugang bagi masyarakat tidak terganggu.
“Sebagai bentuk tanggung jawab, sapi yang mati tersebut langsung diganti, sehingga total keseluruhan sapi yang disediakan menjadi 92 ekor untuk didistribusikan kepada 91 desa penerima,” tegas Muhajir.
Pemkab Bireuen berharap, melalui kebijakan ini, bantuan Presiden dapat benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, khususnya para korban bencana, sekaligus menjaga tradisi meugang tetap berlangsung dengan baik tanpa menimbulkan gejolak harga di pasar.
“Pemkab Bireuen berupaya semaksimal mungkin agar bantuan ini tepat sasaran, tepat waktu, dan tidak menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat luas,” pungkasnya.
